Salip Korut, Afghanistan Negara dengan Kekerasan Agama Terburuk

CNN Indonesia
Jumat, 21 Jan 2022 13:23 WIB
Satu studi menunjukkan Afghanistan menjadi negara dengan kekerasan berbasis agama tertinggi di dunia, menyalip posisi Korea Utara. Satu studi menunjukkan Afghanistan menjadi negara dengan kekerasan berbasis agama tertinggi di dunia, menyalip posisi Korea Utara. (AP/Felipe Dana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu studi menunjukkan Afghanistan menjadi negara dengan kekerasan berbasis agama tertinggi di dunia, menyalip posisi Korea Utara.

Laporan yang disusun organisasi pengawas penganiayaan agama asal California, Open Doors USA, itu dirilis pada Rabu (19/1).

"Setiap orang Kristen di Afghanistan bersembunyi atau dalam pelarian," kata Presiden dan CEO Open Doors USA, David Curry, seperti dikutip Newsweek.


Curry mengatakan, banyak orang Kristen melarikan diri dari Afghanistan untuk melindungi keluarga mereka karena Taliban kerap masuk ke rumah warga. 

Taliban kemudian menculik gadis-gadis yang ada di dalam rumah untuk dinikahkan dengan anggota mereka.

Dengan laporan ini, Afghanistan menggeser posisi Korea Utara yang sebelumnya bertengger di posisi pertama dunia sebagai negara dengan kasus kekerasan berbasis agama tertinggi di dunia selama dua dekade belakangan.

Merujuk pada laporan itu, secara keseluruhan orang Kristen menjadi kelompok paling rentan di dunia, terutama perempuan.

"Perempuan Kristen adalah kelompok paling rentan di dunia saat ini," ucap Curry.

Berdasarkan riset mereka, total 360 juta orang Kristen meyakini mereka terancam mengalami penganiayaan dari Hindu radikal atau Muslim.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 312 juta orang Kristen mengalami penganiayaan tingkat ekstrem. Jika ditarik rata-rata, berarti 1 dari 7 orang Kristen di dunia mengalami kekerasan ekstrem.

Menurut studi Open Doors, 11 negara pelanggar utama kekerasan agama adalah Afghanistan, Korea Utara, Somalia, Libya, Yaman, Eritrea, Nigeria, Pakistan, Iran, India, dan Arab Saudi.

Mereka juga menyinggung China dan Myanmar. China berada di urutan ke 17 soal penganiayaan agama ini. Menurut laporan itu, potensi kejahatan di China begitu mengerikan.

[Gambas:Video CNN]

Laporan ini dirilis ketika Afghanistan sedang dalam krisis politik dan kemanusiaan usai Taliban berhasil mengambil alih negara itu pada 15 Agustus 2021 lalu.

Sebelum periode itu, Afghanistan yang mayoritas penduduknya beraliran Sunni disebut kerap menargetkan sesama umat Muslim berpaham Syiah, yaitu suku Hazara.

Keadaan semakin pelik saat Taliban menerapkan aturan berbasis syariat Islam, seolah tak ada warga yang memeluk agama lain.

Taliban juga membatasi ruang gerak perempuan. Mereka tak boleh keluar tanpa wali, harus mengenakan hijab, tak boleh berolahraga di ruang publik, dan tak ada satupun perempuan yang bekerja di pemerintahan.

Merujuk pada studi itu, Korea Utara menjadi negara pelanggar kebebasan beragama nomor wahid di dunia selama dua dekade terakhir.

Namun tahun ini, posisi itu diambil alih Afghanistan, usai Taliban menguasai negara tersebut dan membuat situasi semakin buruk bagi orang Kristen.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER