Taliban Terancam Bangkrut, Sudah Tiga Negara Didatangi
CNN Indonesia
Selasa, 25 Jan 2022 12:42 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Delegasi Taliban di Doha Qatar saat berdiskusi dengan perwakilan Uni Eropa. (AFP/KARIM JAAFAR)
2. Pakistan
Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, bertolak ke Pakistan untuk bertemu utusan dari 57 negara Islam dan delegasi pengamat pada Desember lalu. Pertemuan ini dilakukan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas krisis di Afghanistan.
Selain negara Islam, delegasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, China, Rusia, dan Uni Eropa juga turut hadir dalam pertemuan ini.
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah, Mahmood Qureshi, mengatakan pertemuan ini dibuat untuk mendorong Taliban ke arah yang lebih baik.
"Biarkan kami mendorong mereka lewat persuasi, insentif, untuk bergerak ke arah yang benar," kata Qureshi.
"Kebijakan pemaksaan dan intimidasi tidak berhasil. Jika berhasil, kami tidak akan berada dalam situasi ini," lanjutnya.
Dalam Al Jazeera, Qureshi menuturkan pertemuan ini membahas koordinasi bantuan terhadap Afghanistan, membangun institusi negara itu, dan menyediakan ahli untuk mengatur ekonomi.
Meski demikian, pertemuan dengan OKI ini bukanlah bentuk pengakuan internasional atas pemerintahan Taliban.
3. Iran
Menteri Luar Negeri Afghanistan di rezim Taliban, Amir Khan Muttaqi, mengunjungi Iran pada bulan ini untuk membangun relasi ekonomi. Selain itu, pihak Taliban dan Iran membahas masalah perbatasan dan pengungsi antara Kabul dan Teheran.
"Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan masalah politik, ekonomi, dan pengungsi antara Afghanistan dan Iran," ucap juru bicara Kemlu Taliban, Badul Qahar Balkhi.
Iran memang kerap menampung jutaan pengungsi Afghanistan. Namun, kekuasaan Taliban atas negara itu membawa kekhawatiran baru akan gelombang pengungsi.
Taliban juga berhadapan dengan krisis ekonomi di Afghanistan yang membuat masyarakat sengsara. Bantuan internasional diperlukan untuk mengatasi masalah itu, tetapi kekuasaan Taliban membuat komunitas dunia khawatir sebab mereka dikenal ketat menjalankan hukum syariat Islam.
Delegasi Taliban mendatangi Norwegia beberapa waktu lalu untuk berdiskusi dengan pejabat negara Eropa dan perwakilan masyarakat sipil Afghanistan.
Salah satu agenda Taliban dalam pertemuan ini adalah pencairan aset untuk mengatasi krisis di negara itu. Afghanistan terancam krisis pangan dan membuat beberapa warga harus menjual anak mereka demi mendapatkan bisa makan.
Berikut beberapa negara yang pernah dikunjungi Taliban untuk dimintai bantuan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Norwegia
Taliban membicarakan pencairan aset bank sentral Afghanistan dalam pertemuan di Norwegia.
"Kami meminta mereka untuk mencairkan aset warga Afghanistan dan tidak menghukum warga biasa karena wacana politik," tutur salah satu delegasi Taliban, Shafiullah Azam, kepada Associated Press, Minggu (23/1).
"Karena kelaparan, karena musim dingin yang mematikan, saya pikir ini adalah waktu bagi komunitas internasional untuk mendukung warga Afghanistan, bukan menghukum mereka karena perselisihan politik," lanjutnya.
Selain membicarakan pencairan aset negara, Azam mengatakan pertemuan di Norwegia ini merupakan langkah legitimasi atau pengakuan terhadap Taliban.
"Undangan pertemuan dan bentuk komunikasi seperti ini akan membantu komunitas Eropa, AS atau banyak negara lain untuk menghapus gambaran yang salah tentang pemerintah Afghanistan," ucapnya.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lain membekukan aset bank sentral Afghanistan yang diprediksi mencapai US$10 miliar (Rp143 triliun). Sekitar 80 persen anggaran negara itu bergantung pada bantuan internasional sebelum Taliban berkuasa.
Taliban sendiri belum mendapatkan pengakuan dari negara mana pun atas kekuasaan Afghanistan. Komunitas internasional khawatir Taliban akan bersikap keras dan tak menghargai hak perempuan dan hak asasi manusia.
Baca di halaman selanjutnya...
Taliban ke Pakistan hingga Iran
Delegasi Taliban di Doha Qatar saat berdiskusi dengan perwakilan Uni Eropa. (AFP/KARIM JAAFAR)
2. Pakistan
Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, bertolak ke Pakistan untuk bertemu utusan dari 57 negara Islam dan delegasi pengamat pada Desember lalu. Pertemuan ini dilakukan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas krisis di Afghanistan.
Selain negara Islam, delegasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, China, Rusia, dan Uni Eropa juga turut hadir dalam pertemuan ini.
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah, Mahmood Qureshi, mengatakan pertemuan ini dibuat untuk mendorong Taliban ke arah yang lebih baik.
"Biarkan kami mendorong mereka lewat persuasi, insentif, untuk bergerak ke arah yang benar," kata Qureshi.
"Kebijakan pemaksaan dan intimidasi tidak berhasil. Jika berhasil, kami tidak akan berada dalam situasi ini," lanjutnya.
Dalam Al Jazeera, Qureshi menuturkan pertemuan ini membahas koordinasi bantuan terhadap Afghanistan, membangun institusi negara itu, dan menyediakan ahli untuk mengatur ekonomi.
Meski demikian, pertemuan dengan OKI ini bukanlah bentuk pengakuan internasional atas pemerintahan Taliban.
3. Iran
Menteri Luar Negeri Afghanistan di rezim Taliban, Amir Khan Muttaqi, mengunjungi Iran pada bulan ini untuk membangun relasi ekonomi. Selain itu, pihak Taliban dan Iran membahas masalah perbatasan dan pengungsi antara Kabul dan Teheran.
"Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan masalah politik, ekonomi, dan pengungsi antara Afghanistan dan Iran," ucap juru bicara Kemlu Taliban, Badul Qahar Balkhi.
Iran memang kerap menampung jutaan pengungsi Afghanistan. Namun, kekuasaan Taliban atas negara itu membawa kekhawatiran baru akan gelombang pengungsi.
Taliban juga berhadapan dengan krisis ekonomi di Afghanistan yang membuat masyarakat sengsara. Bantuan internasional diperlukan untuk mengatasi masalah itu, tetapi kekuasaan Taliban membuat komunitas dunia khawatir sebab mereka dikenal ketat menjalankan hukum syariat Islam.