Korut Uji Rudal dan Hulu Ledak, Klaim Berhasil Capai Pulau Target

CNN Indonesia
Jumat, 28 Jan 2022 13:03 WIB
Korut mengonfirmasi mereka menguji coba rudal jarak jauh dan hulu ledak pada pekan ini. Pyongyang mengklaim rudal-rudal tersebut berhasil mencapai pulau target. Ilustrasi rudal Korut. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara mengonfirmasi bahwa mereka menguji coba rudal jelajah jarak jauh dan hulu ledak taktik pada pekan ini. Pyongyang mengklaim rudal-rudal tersebut berhasil mencapai pulau target.

"Akademi Ilmu Pertahanan DPRK (Korut) menguji coba sistem rudal jelajah jarak jauh terbaru dan uji tembak untuk memastikan kekuatan hulu ledak konvensional dari rudal taktis darat-ke-darat yang dilakukan pada 25 dan 27 Januari," demikian pernyataan media propaganda Korut, KCNA.

Menurut pernyataan KCNA itu, Korut menguji coba sistem rudal jelajah jarak jauh pada Selasa (25/1). Uji coba ini melibatkan dua rudal yang terbang selama 9,137 detik di Laut Timur Korea.


Korut mengklaim kedua rudal tersebut berhasil mencapai pulau yang ditargetkan. Pulau itu berjarak 1.800 kilometer dari lokasi awal penembakan.

Setelah itu, Korut menguji coba hulu ledak konvensional dari rudal taktis darat-ke-darat pada Kamis (27/1). Dalam uji coba ini, Korut meluncurkan dua rudal taktis dan diklaim juga mencapai pulau yang ditargetkan.

Pemimpin Korut Kim Jong-un tidak menghadiri kedua tes rudal tersebut.

Meski demikian, dalam kunjungannya ke pabrik amunisi Korut, Kim memuji "kemajuan [Korut] dalam memproduksi senjata utama."

"Pabrik ini menduduki posisi dan tugas yang sangat penting dalam memodernisasi angkatan bersenjata negara dan mewujudkan strategi pengembangan pertahanan nasional," ujar Kim, seperti dikutip Reuters.

Namun, KCNA tidak memberikan detail senjata dan lokasi pabrik amunisi ini.

Secara keseluruhan, Korea Utara sudah enam kali menguji coba senjata mereka per Januari 2022. Uji coba ini menuai kecaman dari komunitas internasional dan dorongan sanksi baru dari Amerika Serikat.

Sekretaris Pers Kementerian Pertahanan AS, John Kirby, mengutuk peluncuran senjata Korut ini. Ia menilai uji coba tersebut dapat mengganggu stabilitas, dan meminta Pyongyang untuk "menghentikan provokasi ini."

Sementara itu, Uni Eropa menyebut uji coba ini mengancam keamanan dan perdamaian kawasan. Badan itu juga mendorong upaya penyelesaian masalah ini dengan diskusi.

(pwn/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER