Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya lima negara dan kawasan mencabut aturan wajib mengenakan masker ketika kasus Covid-19 mulai turun meski masih tinggi akibat kemunculan varian Omicron.
Pada pekan ini, Denmark dan Prancis dalam waktu berdekatan mengumumkan pencabutan aturan wajib masker tersebut. Mereka menyusul sejumlah negara dan kawasan lainnya yang sudah lebih dulu mencabut aturan itu.
Berikut deret negara yang sudah mencabut wajib masker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Denmark
Denmark mencabut aturan wajib pemakaian masker yang mulai berlaku Selasa (1/2) meski kasus Covid-19 masih tinggi. Dengan kebijakan ini, mereka bersiap untuk hidup berdampingan dengan virus corona.
Sejumlah pejabat kesehatan menyatakan, ini merupakan saat yang tepat melonggarkan pembatasan karena kasus Covid-19 disebut sebenarnya sudah berangsur turun beberapa waktu terakhir, walau masih tinggi.
"Ada indikasi kuat infeksi sudah mencapai puncak di daerah-daerah rawan. Jadi, ini merupakan waktu yang baik melonggarkan pembatasan," kata pejabat Institusi Kesehatan Publik Denmark (SS), Tyran Krause, kepada kantor berita Ritzau.
Denmark melaporkan sekitar 4-50 ribu kasus Covid per hari atau sekitar satu persen dari keseluruhan 5,8 juta populasi di negara itu.
Selain itu, kini lebih dari 60 persen warga Denmark juga sudah menerima dosis ketiga vaksin Covid-19. Angka ini lebih tinggi ketimbang negara-negara Uni Eropa lainnya yang rata-rata baru mencapai 45 persen.
2. Prancis
Prancis juga mulai mencabut aturan wajib pakai masker di luar ruangan pada Rabu (2/2).
Prancis mencabut pembatasan karena mereka yakin angka vaksinasi akan naik seiring dengan aturan baru mengenai kartu vaksin.
"Prancis bakal bisa mencabut hampir seluruh pembatasan yang dilakukan untuk menekan epidemi pada Februari berkat aturan vaksin terbaru," kata Perdana Menteri Jean Castex, seperti dikutip AFP.
Prancis kini mewajibkan penduduk memiliki kartu vaksin untuk bisa mengakses seluruh layanan negara itu, mulai dari bar, restoran, dan transportasi publik jarak jauh.
Selain itu, Prancis menilai ancaman varian yang mendominasi kasus Covid-19 saat ini, Omicron, tak lebih berbahaya dibandingkan varian sebelumnya.
Prancis juga tak lagi menerapkan batasan kapasitas pengunjung aula konser, pertandingan olahraga, dan acara lain. Pemerintah juga tak lagi mewajibkan aturan bekerja dari rumah.
Berlanjut ke halaman selanjutnya >>>
Deretan Negara dan Kawasan Cabut Aturan Wajib Masker
Ilustrasi. (iStockphoto/blueshot)
3. Inggris
Pada akhir Januari lalu, Inggris lebih dulu mencabut aturan wajib masker dan meninggalkan sejumlah pembatasan Covid-19.
Selain mencabut aturan masker, pemerintahan Boris Johnson juga mengizinkan warga kembali bekerja di kantor. Kartu Covid-19 juga tak lagi diperlukan sebagai syarat masuk ke acara tertentu atau dalam pertemuan besar.
"Kami percaya penilaian rakyat Inggris dan tak lagi mengkriminalisasi siapapun yang memilih tak memakai masker," ujar Johnson, sebagaimana dikutip Newsweek pada Januari lalu.
Kebijakan itu diterapkan meski kasus Covid-19 di Inggris masih tinggi. Namun, pemerintah mengklaim gelombang Covid-19 varian Omicron telah mencapai puncak dan akan berangsur turun.
[Gambas:Video CNN]
4. Australia Barat
Pada 7 Januari lalu, pemerintah negara bagian Australia Barat di Australia juga mencabut mandat wajib masker baik di dalam ruangan maupun di luar untuk wilayah Perth dan Peel.
Pemakaian masker hanya diperlukan di tempat yang memiliki risiko tinggi atau rentan seperti di rumah sakit atau di tempat perawatan lansia dan disabilitas serta transportasi umum.
Untuk memasuki area publik, pemerintah hanya mensyaratkan bukti vaksinasi.
[Gambas:Photo CNN]
5. Colorado, Amerika Serikat
Sejumlah kota di Colorado, Amerika Serikat, juga akan mencabut aturan wajib masker akhir pekan ini. Kota itu di antaranya, Denver, Adams, dan Arapaho.
"Mulai Jumat, orang tidak lagi diwajibkan berdasarkan perintah kesehatan masyarakat untuk memakai masker atau menunjukkan bukti vaksinasi untuk masuk ke tempat bisnis di Denver," kata Wali Kota Denver, Michael Hancock, sebagaimana dikutip Denver Post.
Meski demikian, ia mengatakan pandemi Covid-19 masih menjadi penyakit darurat dalam kesehatan masyarakat. Hancock juga mengingatkan penggunaan masker akan diperlukan di masa mendatang.