Jakarta, CNN Indonesia -- Ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus memanas terutama setelah Presiden Vladimir Putin mengakui kemerdekaan dan kedaulatan wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai Ukraina timur pada Senin (21/2).
Dalam pidato berapi-apinya, Putin mengumumkan deklarasi pengakuan kemerdekaan Ukraina timur meski ada ancaman sanksi besar-besaran dari Amerika Serikat Cs.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun menuduh Rusia menghancurkan upaya perdamaian kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zelensky menyampaikan Ukraina masih berkomitmen mencapai perdamaian dengan Rusia meski negara itu telah mengakui secara resmi dua wilayah yang dikuasai kelompok separatis pro-Moskow.
Berikut hal yang perlu diketahui soal perkembangan konflik Ukraina Vs Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memberi pengakuan terhadap kemerdekaan dua wilayah di Ukraina Timur, Senin (21/2). Berbarengan dekrit tersebut, Putin dikabarkan bersiap mengirimkan sejumlah militer Rusia ke wilayah tersebut.
Dikutip dari CNN, Putin menyebut angkatan bersenjata yang ia kirimkan di Donetsk dan Luhansk sebagai penjaga perdamaian.
Sejumlah pejabat senior AS bahkan memprediksi Putin dapat menerjunkan pasukan Rusia ke Donetsk dan Luhansk dalam hitungan hari bahkan jam.
Prediksi itu meningkatkan kekhawatiran soal ancaman invasi skala besar Rusia ke wilayah timur Ukraina yang bergolak itu.
Rusia telah mengklaim hak untuk membangun pangkalan militer di wilayah separatis pro-Moskow di Ukraina timur.
Klaim itu disampaikan Rusia usai kesepakatan yang dibuat dengan para pemimpin gerakan separatis tersebut dan ditandatangani Presiden Rusia, Vladimir Putin, Senin (21/2).
Putin mengakui dua wilayah Ukraina yang kini dikuasai separatis sebagai Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Apa yang Perlu Diketahui dari Konflik Ukraina Vs Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenzky. (Foto: (AP Photo/Efrem Lukatsky)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan menolak pengumumanRusia yang mengakui kemerdekaan wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukrainatimur.
Melalui pernyataan dari Sekjen PBB Antonio Guiterres menegaskan tetap mengaku kedaulatan Ukraina seutuhnya.
"PBB sejalan dengan resolusi Majelis Umum tetap mendukung penuh kedaulatan, kemerdekaan, dan kesatuan wilayah Ukraina dengan perbatasan-perbatasannya," demikian pernyataan juru bicara Sekjen PBB dalam rilis resmi.
Presiden Ukraina Zelensky menuduhRusia menghancurkan upaya pembicaraan damai dalam menyelesaikan krisis antara dua negara, Selasa (22/2).
Zelensky juga menegaskan Ukraina "tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun" merujuk pada wilayah timur negaranya yang kini bergolak di tengah ancaman invasi Rusia.
"Kami berada di tanah kami, kami tidak takut terhadap apa pun dan terhadap siapa pun, kami tidak berhutang pada siapa pun, dan kami tidak akan memberikan apa pun kepada siapa pun. Dan kami yakin soal ini," kata Zelensky melalui sebuah video.
Zelensky juga menegaskan wilayah teritorial dan kedaulatan Ukraina akan tetap sama terlepas dari deklarasi Rusia soal kemerdekaan Ukraina timur.
[Gambas:Photo CNN]