Curhat Muslim Dunia Rayakan Idulfitri: Sulit Makan Imbas Harga Naik

CNN Indonesia
Senin, 02 Mei 2022 14:12 WIB
Umat Muslim di dunia ungkap suka duka di tengah merayakan Idulfitri 1443 hijriah yang jatuh pada Senin (2/5). Ilustrasi lebaran 2022. (Wahyu Putro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Umat Muslim di dunia tengah merayakan Idulfitri 1443 hijriah pada Senin (2/5). Sejumlah negara merayakan dengan suka cita, di negara lain lebaran 2022 tampak lebih sengsara.

Perayaan Idulfitri biasanya ditandai dengan salat Id, pertemuan dan jamuan makan dengan kerabat, serta beberapa pakaian baru.

Namun, salah satu ibu rumah tangga di Mesir, Mona Abubakr, tak bisa memenuhi semua tradisi itu. Ia terpaksa cuma bisa membayangkan aroma biskuit jeruk dan kue kering bertabur gula. Kudapan itu, tak tersaji di meja saat Lebaran lantaran harga pangan yang melonjak.


Mona juga hanya membeli sedikit pakaian untuk anak-anaknya.

"Saya bilang ke mereka, kita harus kompromi dengan beberapa hal agar bisa membeli barang-barang yang lain," kata Mona dikutip Associated Press pada Senin (2/5).

Harga barang yang melonjak salah satu faktornya karena perang di Ukraina. Mesir menjadi negara yang terdampak imbas konflik ini. Di provinsi barat laut Idlib, wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak Suriah, Ramadan kali ini lebih sulit dari pada sebelumnya.

Abed Yassin dan keluarga harus dengan lapang dada menerima paket bantuan yang cuma setengah dari jumlah biasanya. Perekonomian Suriah juga terdampak imbas perang.

Di belahan dunia lain tepatnya di jalur Gaza, Palestina, banyak warga yang mengaku tak sanggup membeli banyak bahan makanan.

"Situasinya sulit. Karyawan nyaris tak mencari nafkah tetapi nganggur juga bikin situasi semakin kelam," kata warga Palestina, Um Musab saat berkunjung ke pasar.

Warga lain, Mahmoud al-Madhoun, mengatakan kondisi keuangan yang sudah sulit, kali ini menjadi semakin sulit.

Palestina merupakan salah satu negara yang menggantungkan impor gandum dari Ukraina. Perang bikin negara ini makin terdampak di situasi yang sudah rentan sebelumnya.

Di Afghanistan, ledakan terjadi sepekan jelang Lebaran. Hal ini membuat penduduk cemas merayakan hari nan suci.

"Kami ingin menunjukkan perlawanan kami, bahwa mereka tak bisa mengusir kami. Kami akan maju," kata tokoh masyarakat Afghanistan, Bakr Saeed.

Kekhawatiran umat Muslim juga menyeruak di India, di tengah fitnah yang dari nasionalis Hindu yang mendukung sikap anti-Muslim.

Ketegangan sempat memuncak di bulan Ramadan. Kelompok Hindu dan Muslim terlibat bentrok dan saling lempar batu. Setelahnya, polisi lalu menghancurkan rumah warga yang beragama Islam dengan dalih meredam bentrok.

Sementara itu, di negara Asia lain warga bersukacita merayakan Hari Raya Lebaran. Setelah dua tahun mengalami pembatasan Covid-19, warga akhirnya bisa mudik dan berkumpul dengan sanak saudara.

Kerinduan merayakan Idulfitri dengan tradisi seperti biasa akhirnya terobati hari ini meski pandemi belum berakhir, demikian ungkap Hadiyul Umam, warga Jakarta.

Banyak orang di Jakarta berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan, membeli pakaian, sepatu serta makanan meski ada peringatan pandemi dan lonjakan harga pangan. Negara tetangganya, Malaysia juga bersuka ria usai pembatasan Covid-19 di negara itu dibuka sepenuhnya.

Bazar Ramadan dan pusat perbelanjaan dipenuhi pembeli jelang Idulfitri. Selain itu, banyak warga Malaysia yang melakukan perjalanan kembali ke kota asal atau mudik.

"Merupakan berkah kami sekarang bisa kembali merayakan [Idulfitri]," kata sales manajer yang bekerja di Kuala Lumpur, Fairuz Mohamed Talib.

Lebaran kali ini, Fairuz dan keluarga akan berkunjung ke kampung halaman istrinya usai dua tahun terpisah imbas pembatasan virus corona.

Di sana, lanjut dia, mereka akan mengunjungi kerabat dan tetangga usai salat Id. Meski sudah ada pelonggaran, keluarga Fairuz tetap akan mengenakan masker dan menghindari salam-salaman.

"Ini bukan soal pesta tapi bagaimana [kita] bisa berkumpul," kata Fairuz.

(nsa/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER