107 Ribu Warga AS Tewas Gara-gara Overdosis Tahun Lalu

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 23:51 WIB
Sebanyak 107 ribu warga AS meninggal dunia karena overdosis obat-obatan pada 2021 atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 107 ribu warga AS meninggal dunia karena overdosis obat-obatan pada 2021 atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ilustrasi. (Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari 100 ribu orang di Amerika Serikat (AS) tewas karena overdosis obat-obatan pada 2021.

Data sementara Pusat Statistik Kesehatan Nasional mencatat 107.622 kematian sepanjang tahun lalu. Angkanya meningkat 15 persen dari 93.655 pada 2020.

Para ahli mengungkapkan orang-orang dengan gangguan penggunaan obat terpukul keras oleh gangguan kehidupan sehari-hari karena pandemi covid-19.


Pada periode yang sama, jumlah obat palsu dan terkadang mematikan dari Meksiko yang disita oleh pihak berwenang juga mencatatkan rekor.

Meski naik, peningkatan jumlah kematian karena overdosis melambat. Tercatat, kematian akibat overdosis naik hingga 30 persen dari 2019 hingga 2020.

Fentanil, opioid sintetis yang dikembangkan untuk mengobati gejala nyeri kronis, sejauh ini merupakan penyebab terbesar kematian. Obat tersebut bertanggung jawab atas 71.238 kematian.

Selain itu, kematian juga banyak disebabkan oleh metamfetamin kristal (meth), kokain dan opioid alami (seperti heroin dan morfin).

"Tidak dapat diterima bahwa kita kehilangan nyawa karena overdosis setiap lima menit sepanjang waktu," kata Direktur Kebijakan Pengendalian Obat Nasional Kantor Gedung Putih Rahul Gupta dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Rabu (11/5).

Bulan lalu, pemerintahan Presiden Joe Biden mengumumkan strategi pengendalian narkoba nasional untuk mengatasi krisis yang berfokus pada kecanduan dan perdagangan.

Survei menunjukkan bahwa di antara 41,1 juta orang yang membutuhkan pengobatan untuk gangguan penggunaan zat (SUD), hanya 2,7 juta (6,5 persen) yang pernah menerima perawatan di fasilitas spesialis tahun lalu.

Pemerintah berusaha untuk memperluas akses ke perawatan yang menyelamatkan jiwa seperti nalokson, strip tes obat dan program layanan jarum suntik.

Lebih lanjut, pemerintah juga telah meminta peningkatan anggaran untuk pengawasan perbatasan dan lembaga penegakkan penggunaan obat untuk membendung aliran obat-obatan terlarang.

(afp/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER