Terancam China, Biden Janjikan US$150 Juta dan Duta Besar ke ASEAN

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Mei 2022 12:23 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjanjikan komitmen jangka panjang untuk Asia Tenggara saat bertemu para pemimpin ASEAN di Gedung Putih Presiden AS Joe Biden ketika menjamu pemimpin negara ASEAN di Gedung Putih. (AFP/NICHOLAS KAMM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjanjikan komitmen jangka panjang untuk Asia Tenggara saat bertemu para pemimpin ASEAN di Gedung Putih, di tengah ancaman tekanan dari China di wilayah Laut China Selatan.

Biden berjanji akan menggelontorkan US$150 juta untuk ASEAN, serta akan menempatkan duta besar AS penuh pertama untuk ASEAN, posisi yang sebelumnya kosong dalam lima tahun terakhir.

"Yang kita semua cari adalah wilayah yang bebas dan terbuka, stabil dan makmur, dan tangguh dan aman," kata Biden kepada para pemimpin ASEAN, dilansir AFP, Sabtu (14/5).


Wakil Presiden AS Kamala Harris yang menjamu makan siang para pemimpin ASEAN, mengatakan pemerintah AS mengakui kepentingan strategis dan vital kawasan ASEAN.

"Sebagai bangsa Indo-Pasifik, Amerika Serikat akan hadir dan terus berkiprah di Asia Tenggara untuk generasi yang akan datang," ujar Kamal Harris.

Biden juga akan mencalonkan kepala staf Dewan Keamanan Nasional yang juga jadi pembantu utama selama transisi presiden, Yohannes Abraham, sebagai duta besar untuk sekretariat ASEAN di Jakarta.

Amerika Serikat diketahui belum lagi mengirimkan duta besar untuk ASEAN yang disetujui Senat, sejak kepresidenan Barack Obama. 

Ketika Donald Trump memimpin, ia hanya mencalonkan seorang utusan setelah kalah dalam pemilihan 2020.

Pemerintahan Biden berharap bisa terus menunjukkan ketertarikan di Asia Tenggara setelah berbulan-bulan fokus memukul mundur invasi Rusia ke Ukraina.

Biden mengatakan bahwa prioritas kebijakan luar negeri utamanya adalah persaingan global dengan China. Kini negara Asia Timur itu telah melampaui Amerika Serikat sebagai mitra dagang utama Asia Tenggara.

Biden juga pada pekan depan diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan "Indo-Pacific Economic Framework" (IPEF) ketika berkunjung ke Jepang dan Korea Selatan. Kesepakatan itu akan berfokus pada strategi keamanan maritim serta inisiatif mendorong energi hijau (ramah lingkungan).

(AFP/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER