Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku penembakan maut di SD Texas sempat mengirimkan pesan kepada seseorang di Instagram beberapa jam sebelum melakukan aksi yang menewaskan 19 pelajar dan dua guru pada Selasa (24/5).
Semua berawal sekitar tiga hari sebelum serangan. Kala itu, akun Instagram yang diduga milik Salvador Ramos, sang pelaku, mengunggah dua foto senapan tergeletak di karpet ke Instagram Story.
Dalam unggahan itu, Ramos menandai akun Instagram orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kemudian si pemilik akun yang ditandai tersebut buka suara beberapa saat setelah mengetahui tragedi penembakan di Robb Elementary School tersebut. Ia mengaku tidak tahu alasan akunnya ditandai dalam unggahan tersebut.
Selain itu, Ramos juga disebut mengirimkan pesan kepadanya secara tiba-tiba beberapa jam sebelum penembakan terjadi.
"Saya ingin melakukan," tulisnya tanpa memberikan detail hal yang dimaksud.
"Saya memiliki sedikit rahasia," tulisnya lagi seperti dalam tangkapan layar yang dikutip CNN pada Rabu (25/5).
"Saya akan memberi tahu kamu," tulis Ramos lagi.
Tangkapan layar itu diunggah sebelum si pemilik akun mengubah akunnya menjadi private. Ia juga mengatakan tidak tinggal di Texas dan sama sekali tidak mengenal Ramos.
Dalam unggahan tersebut, si pemilik akun juga mengunggah pesan yang dikirimkan Ramos kepadanya beberapa hari sebelum tragedi penembakan di Texas, termasuk mengenai menandai akunnya atas foto senjata.
"Apa hubungan senjatamu dengan saya? Saya tidak mengerti" tanya si pemilik akun.
"Harusnya kamu bersyukur, saya menandaimu," jawab Ramos.
"Saya hampir tidak mengenal Anda dan Anda menandai saya di gambar senjata," jawab pemilik akun itu lagi.
Lanjut ke sebelah...
Foto Senjata yang Diunggah sebelum Tragedi
Pelaku penembakan SD Texas sempat mengirimkan pesan lewat DM di Instagram beberapa jam sebelum beraksi menewaskan 21 orang. Foto: (AFP/ALLISON DINNER)
Si pemilik akun yang tidak disebutkan namanya ini kemudian mengungkapkan menanggapi pesan Ramos dalam beberapa waktu terakhir karena diliputi rasa takut.
"Saya takut padanya. Saya berharap bisa terus terjaga hingga setidaknya mencoba meyakinkan untuk tidak melakukan kejahatan. Saya tidak tahu," tulisnya.
Suspek pelaku penembakan, Salvador Ramos, disebut sempat mengunggah foto senapan di media sosial beberapa hari sebelum insiden penembakan di SD Robb, Texas, Selasa (24/5).
CNN melaporkan sebuah tangkapan layar yang menunjukkan senapan jenis AR15 yang sempat diunggah akun Instagram 'salv8dor'. Beberapa murid mengonfirmasi akun tersebut milik Ramos.
Foto itu menjadi salah satu dugaan keterkaitan aktivitas Ramos sebelum penembakan. Dari penelusuran akun media sosial Ramos yang lain, TikTok, hanya berisi satu video, yakni cuplikan permainan Subway Surfers.
 Foto senjata yang sempat diunggah akun Instagram diduga milik Ramos. Foto: Tangkapan Layar Instagram/@salv8dor_. |
Meski begitu terlihat dalam kolom deskripsi terdapat kalimat, 'Anak-anak takutlah di kehidupan nyata'.
Sebanyak 19 anak dan dua dewasa terbunuh akibat penembakan yang merupakan insiden paling tragis di AS selama satu dekade terakhir. Sejauh ini identitas korban masih belum diungkapkan kepada publik.
Ramos adalah siswa 18 tahun, dia tewas ditembak polisi di tempat kejadian. Kematiannya sudah dikonfirmasi Gubernur Texas Greg Abbott dan Departemen Keamanan Publik Texas, Erick Estrada.