Zelensky: Putin Jelas-jelas Lakukan Genosida di Donbas Ukraina

rds | CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 09:47 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia jelas-jelas melakukan genosida di Donbas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia jelas-jelas melakukan genosida di Donbas. (Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan "kebijakan genosida yang terang-terangan" di wilayah timur negaranya, terutama Donbas.

Zelensky menuduh gempuran Rusia di Donbas membuat wilayah yang telah lama menjadi rumah separatis pro-Moskow itu menjadi "tidak berpenghuni". Ia menuduh Putin ingin menghancurkan kota-kota di timur Ukraina menjadi abu.


"Semua ini, termasuk deportasi warga kami secara paksa (ke Rusia) dan pembunuhan massal warga sipil, adalah kebijakan genosida yang jelas dilakukan oleh Rusia," katanya dalam pidato rutinnya di televisi pada Kamis (26/5).

Ukrainamenuturkan pasukan Rusiasedikit lagi mengepung tentaranya di wilayah timur negara eks Uni Soviet tersebut.
Ribuan tentara Rusia dilaporkan menyerang dari tiga sisi untuk mengepung tentara Ukraina di Sievierodonetsk da Lysychansk. Jika dua kota yang dilintasi Sungai Siverskiy Donetsjatuh, hampir semua wilayah Donbas di Luhansk berada di bawah kendali Rusia.

"Rusia memiliki keuntungan, tetapi kami melakukan semua yang kami bisa," ujar Wakil Kepala Departemen Operasi Utama Staf Umum Ukraina, Jenderal Oleksiy Gromov, pada Kamis (26/5), seperti dikutip AFP.

Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai, mengatakan sekitar 50 tentara Rusia telah mencapai jalan raya dan "berhasil mendapatkan pijakan", bahkan mendirikan sebuah pos pemeriksaan di sana.

"Pos pemeriksaan rusak, mereka terlempar kembali ... tentara Rusia tidak mengontrol rute sekarang, tetapi mereka menembaki itu," katanya.

"Ada kemungkinan pasukan Ukraina akan meninggalkan satu pemukiman, mungkin dua. Kita perlu memenangkan perang, bukan pertempuran," katanya.

Gaidai "mengatakan pasukan Ukraina perlahan mundur ke posisi yang lebih kuat demi membendung pergerakan pasukan Rusia.

Wartawan Reuters di wilayah tenggara yang dikuasai Rusia melihat bukti kemajuan pasukan Moskow di Svitlodarsk. Pasukan Ukraina menarik diri dari wilayah itu awal pekan ini.

Kota itu sekarang berada di bawah kendali pejuang pro-Rusia yang telah menduduki gedung pemerintah setempat dan menggantungkan bendera palu arit Soviet di pintu.

Rekaman drone Reuters dari medan perang yang ditinggalkan di dekatnya menunjukkan kawah yang bopeng di lapangan hijau yang dikelilingi oleh bangunan yang hancur. Pejuang pro-Rusia berseliweran di wilayah itu.

Sementara itu, militer Ukraina mengatakan 50 kota di Donetsk dan Luhansk diserang Rusia pada Kamis. Sembilan warga sipil tewas dalam rentetan serangan itu.

Kemajuan tentara Rusia baru-baru ini di Donbas terjadi menyusul penyerahan garnisun Ukraina di Mariupol pekan lalu. Ini menunjukkan pergeseran momentum setelah pasukan Ukraina sempat bergerak maju di dekat Kharkiv.

Pasukan Rusia telah menerobos garis Ukraina di Popasna, selatan Sievierodonetsk, dan mengancam akan mengepung pasukan Ukraina, tulisnya.

Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Vadym Denisenko, mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa 25 batalyon Rusia berusaha mengepung pasukan Ukraina.

Kepala angkatan bersenjata Ukraina, Valeriy Zaluzhny, meminta Barat untuk lebih banyak mengirim senjata, terutama "senjata yang akan memungkinkan kita untuk menyerang musuh dari jarak jauh".



(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER