Palestina: Tentara Israel Tembak Jurnalis Al Jazeera

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mei 2022 04:12 WIB
Kantor Kejaksaan Agung Palestina mengatakan, berdasarkan investigasi ditemukan bahwa tentara Israel yang menembak jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. Wartawan senior Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, tewas tertembak oleh tentara Israel. (AFP/HAZEM BADER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Kejaksaan Agung Palestina mengatakan, berdasarkan investigasi ditemukan bahwa seorang tentara Israel yang menembak jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.

"Jelas bahwa salah satu pasukan penjajah [Israel] menembak peluru yang mengenai jurnalis Shireen Abu Akleh langsung ke kepalanya," kata Jaksa Agung Palestina, Akram Al-Khatib, dikutip dari Al Jazeera.

Penembakan itu dilakukan sebagai bagian dari pembunuhan berencana di Kota Jenin pada 11 Mei.


"Alasan satu-satunya penembakan yang dilakukan pasukan penjajah adalah untuk membunuh," ujar Al-Khatib lagi.

Ia juga menyampaikan hasil tersebut didapat dari wawancara saksi mata, inspeksi lokasi kejadian, dan laporan forensik.

Selain itu, Al-Khatib menuturkan bahwa Abu Akleh menggunakan helm dan rompi yang menunjukkan identitasnya sebagai jurnalis.

"Itu menunjukkan kejahatan perang," katanya.

Al-Khatib juga mengungkapkan bahwa tak ada militan Palestina yang berada dekat Abu Akleh saat ia tewas.

Pihak Al Jazeera juga mengatakan bakal mengajukan pembunuhan itu ke Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC).

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz membantah hasil investigasi tersebut.

"Klaim yang menyebut IDF [Pasukan Pertahanan Israel] sengaja melukai jurnalis ataupun warga sipil lain yang tak terlibat, merupakan kebohongan jelas," ujarnya dalam Twitter.

Selain itu, Gantz mendesak kubu Palestina untuk bekerja sama dengan Israel dalam investigasi pembunuhan itu. Ia juga mendesak Palestina agar mengembalikan peluru untuk diuji apakah benda itu cocok dengan senapan Israel.

"Saya mendesak Palestina untuk memberikan peluru dan temuan. Kami siap dan bersedia melakukan investigasi bersama dengan aktor internasional," lanjutnya.

Namun, pihak Palestina menyatakan mereka tak percaya dengan Israel dan menolak melakukan investigasi bersama.

Sebagaimana diberitakan Reuters, peluru yang mengenai Abu Akleh memiliki lebar 5,56 mm. Komponen baja peluru tersebut digunakan oleh pasukan NATO.

Menurut Al-Khatib, peluru itu ditembakkan dari senapan semi-otomatis Ruger Mini-14, yang digunakan oleh militer Israel.

Walaupun demikian, peluru tersebut bisa juga digunakan oleh militan Palestina, mengingat mereka membawa senjata M-16.

[Gambas:Video CNN]



(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER