AS Perintahkan Penyitaan 2 Pesawat Milik Roman Abramovich

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jun 2022 02:22 WIB
AS pada Senin (6/6) menyita dua pesawat milik oligarki Rusia Roman Abramovich. Berikut alasannya. AS pada Senin (6/6) menyita dua pesawat milik oligarki Rusia Roman Abramovich. (AFP/ALEXANDER ASTAFYEV).
Jakarta, CNN Indonesia --

AS pada Senin (6/6) memerintahkan penyitaan dua pesawat milik oligarki Rusia Roman Abramovich.  Langkah yang diumumkan Departemen Kehakiman AS tersebut sekaligus membidik salah satu miliarder Rusia terkaya, yang telah dipaksa untuk menjual Chelsea Football Club setelah Rusia menginvasi Ukraina mulai Februari lalu.

Departemen tersebut merinci pesawat yang disita tersebut berjenis Boeing 787-8 Dreamliner dan jet eksekutif Gulfstream G650ER. Pesawat itu telah diterbangkan ke wilayah Rusia pada awal tahun ini dengan melanggar kontrol ekspor AS.

Direktur satuan tugas KleptoCapture Departemen Kehakiman Andrew Adams mengatakan penyitaan dilakukan dengan tujuan untuk memberi insentif kepada orang-orang yang dekat dengan Kremlin untuk menjauhkan diri dari Rusia yang terus meningkatkan perang terhadap Ukraina.

Sementara itu laporan media menyebut pesawat Abramovich yang akan disita tersebut bernilai US$400 juta. Laporan juga mengungkap pesawat tersebut berada di luar jangkauan AS. 

Meski demikian, Adams menyatakan pihaknya tak akan menyerah.

"Kami akan mengambil langkah aktif untuk mengejar penyitaan, dan kami akan mengawasi apakah mereka memindahkan yurisdiksi," kata Adams.

Selain perintah penyitaan, AS juga mengeluarkan surat yang secara resmi menuduh Abramovich melanggar pembatasan AS yang berupaya memblokir teknologi dan barang tertentu agar tidak diekspor ke Rusia.

"Kontrol ekspor dan re-ekspor perdagangan kuat dan mereka harus dihormati. Mereka adalah komponen penting dari strategi AS untuk mencabut Rusia dari sarana untuk sepenuhnya memicu perang ilegalnya," kata Adams.

(afp/agt)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER