5 Negara yang Alami 'Ledakan' Kasus Covid Gegara Subvarian Omicron
isa | CNN Indonesia
Jumat, 10 Jun 2022 20:59 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Lonjakan Covid-19 di Inggris. (REUTERS/HANNAH MCKAY)
3. Portugal
Portugal juga menjadi negara yang mengalami lonjakan kasus dan kematian Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.5.
Merujuk Kementerian Kesehatan Portugal, 1.455 orang meninggal imbas Covid-19 saat negara itu tengah memasuki gelombang keenam yang berlangsung April dan Mei.
"[Ada] peningkatan kematian spesifik dari Covid-19," demikian menurut Kemenkes Portugal.
Portugal mengonfirmasi 26.848 kasus baru dan mencatat 47 kematian akibat Covid-19 pada Rabu (8/6). Jumlah kematian itu menjadi yang tertinggi sejak 17 Februari, yang saat itu hanya 51 kematian.
4. Jerman
Subvarian BA.5 juga telah menyebar di Jerman.
Menurut laporan mingguan badan pengendalian penyakit Jerman, Robert Koch Institut, BA.5 menyebar hampir dua kali lipat tiap pekan selama Mei. Dari 0,2 persen kasus pada akhir April menjadi 5,2 persen pada 22 Mei.
"Varian yang sangat menular BA.4 atau BA.5 tengah berada di sini. [Varian ini] akan menjadi gelombang selanjutnya di musim gugur," kata Menteri Kesehatan Jerman, Kart Lauterbach.
Namun, subvarian itu belum menjadi kasus dominan di Jerman. Sejauh ini, subvarian BA.2 masih mendominasi dengan 96 persen kasus.
5. Inggris
Inggris juga mengalami lonjakan kasus Covid-19 pertama sejak dua bulan terakhir. Kenaikan itu disebabkan subvarian Omicron BA.1, BA.4, BA.5.
Pada akhir Mei lalu, Inggris mencatat 115 kasus probable atau terkonfirmasi BA.4. Secara lebih rinci, 67 di Inggris, 41 di Skotlandia, enam di Wales dan satu di Irlandia Utara.
Merujuk data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (DCD) subvarian BA.4 dan BA.5 tercatat menyumbang hampir 13 persen kasus baru di AS selama 29 Mei dan 4 Juni.
Pekan lalu, subvarian tersebut dilaporkan sebanyak 7,5 persen.
Sejauh ini kasus Covid-19 di AS tercatat sebanyak 87 juta dan kasus kematian 1,035 juta jiwa.
Afrika Selatan juga dilaporkan menjadi salah satu negara yang banyak mencatat kasus dua subvarian Omicron itu.
Varian BA.4 dan BA.5 pertama terdeteksi di Afrika Selatan pada Januari dan Februari 2022. Seiring waktu, varian tersebut menjadi kasus dominan di negara Afrika itu.
Pada Mei lalu, menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa, Afsel mencatat 13 persen pertumbuhan kasus imbas varian tersebut.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Portugal hingga Inggris
Lonjakan Covid-19 di Inggris. (REUTERS/HANNAH MCKAY)
3. Portugal
Portugal juga menjadi negara yang mengalami lonjakan kasus dan kematian Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.5.
Merujuk Kementerian Kesehatan Portugal, 1.455 orang meninggal imbas Covid-19 saat negara itu tengah memasuki gelombang keenam yang berlangsung April dan Mei.
"[Ada] peningkatan kematian spesifik dari Covid-19," demikian menurut Kemenkes Portugal.
Portugal mengonfirmasi 26.848 kasus baru dan mencatat 47 kematian akibat Covid-19 pada Rabu (8/6). Jumlah kematian itu menjadi yang tertinggi sejak 17 Februari, yang saat itu hanya 51 kematian.
4. Jerman
Subvarian BA.5 juga telah menyebar di Jerman.
Menurut laporan mingguan badan pengendalian penyakit Jerman, Robert Koch Institut, BA.5 menyebar hampir dua kali lipat tiap pekan selama Mei. Dari 0,2 persen kasus pada akhir April menjadi 5,2 persen pada 22 Mei.
"Varian yang sangat menular BA.4 atau BA.5 tengah berada di sini. [Varian ini] akan menjadi gelombang selanjutnya di musim gugur," kata Menteri Kesehatan Jerman, Kart Lauterbach.
Namun, subvarian itu belum menjadi kasus dominan di Jerman. Sejauh ini, subvarian BA.2 masih mendominasi dengan 96 persen kasus.
5. Inggris
Inggris juga mengalami lonjakan kasus Covid-19 pertama sejak dua bulan terakhir. Kenaikan itu disebabkan subvarian Omicron BA.1, BA.4, BA.5.
Pada akhir Mei lalu, Inggris mencatat 115 kasus probable atau terkonfirmasi BA.4. Secara lebih rinci, 67 di Inggris, 41 di Skotlandia, enam di Wales dan satu di Irlandia Utara.