AS Semprot Rusia usai 3 Warga Disandera: Perlakukan dengan Manusiawi

Tim | CNN Indonesia
Jumat, 17 Jun 2022 08:30 WIB
AS meradang usai warga mereka yang diduga disandera Rusia bertambah dari dua menjadi tiga. Mereka mendesak Rusia untuk memperlakukan warganya secara manusiawi. Jubir Kemlu AS, Ned Price, mendesak Rusia memperlakukan secara manusiawi warganya yang diduga disandera. (AFP/Andrew Harnik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat meradang usai warga mereka yang diduga disandera Rusia di Ukraina bertambah dari dua menjadi tiga. Mereka mendesak Rusia untuk memperlakukan warganya secara manusiawi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan bahwa ketiga warga tersebut merupakan relawan yang membantu Ukraina bertempur melawan invasi Rusia.

"Rusia punya kewajiban dan anggota angkatan bersenjata Ukraina-termasuk relawan dari negara ketiga yang berkaitan dengan pasukan bersenjata-harus diperlakukan sebagai tahanan perang di bawah Konvensi Jenewa," ujar Price.


Ia lalu berkata, "[Tahanan perang] harus diperlakukan dan dilindungi berdasarkan status itu, termasuk perlakuan manusiawi dan mendapatkan jaminan akan diproses dengan adil."

Price mengutarakan wanti-wanti ini setelah Kemlu AS mengonfirmasi tiga warga disandera di Ukraina, bertambah satu dari sebelumnya dua orang.

Ia tak mengungkap identitas warga ketiga tersebut. Namun, istri relawan itu mengonfirmasi kepada CNN bahwa pria ketiga itu adalah seorang veteran Marinir AS, Grady Kurpasi.

Seorang kerabat Kurpasi, George Heath, menyatakan bahwa mereka terakhir kali berhubungan dengan veteran itu antara 23 dan 24 April.

Menurutnya, Kurpasi baru saja pensiun dari Korps Marinir AS pada November lalu, setelah mengabdi selama 20 tahun. Kurpasi kemudian menjadi relawan membantu Ukraina, tapi tak berencana terjun langsung ke medan perang.

"Baginya, ia dapat berbagi kemampuan. Dia ingin membantu rakyat Ukraina. Dia tak berencana berperang langsung," kata Heath.

[Gambas:Video CNN]

Laporan kehilangan Kurpasi datang tak lama setelah dua relawan AS lainnya diduga disandera pasukan Rusia. AFP melaporkan bahwa kedua orang tersebut adalah Alexander Drueke dan Andy Huynh.

Keduanya merupakan veteran militer AS yang tinggal di Alabama. Anggota Kongres asal Alabama, Terri Sewell, mengaku dihubungi ibu Drueke yang melaporkan bahwa keluarga hilang kontak dengan putranya tersebut.

"Menurut keluarga, mereka sudah beberapa hari tak mendapatkan kabar dari Drueke. Kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mencari dia dan menemukan jawaban untuk keluarganya," ucap Sewell.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, John Kirby, belum dapat mengonfirmasi kabar kehilangan Drueke dan Huynh di Ukraina.

"Jika benar, kami akan melakukan apa pun untuk memulangkan mereka dengan selamat," ucap Kirby.

Kirby kemudian menegaskan bahwa pemerintah AS tak menyarankan warganya bepergian ke Ukraina, apalagi ikut berperang.

"Ini adalah zona perang. Ini pertempuran. Jika kalian sangat ingin mendukung Ukraina, ada banyak cara lain untuk menunjukkannya, yang lebih aman dan sama efektifnya," tutur Kirby.

(has/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER