Dua Relawan AS Hilang di Ukraina, Diduga Disandera Pasukan Rusia

Tim | CNN Indonesia
Jumat, 17 Jun 2022 07:15 WIB
Dua relawan asal Amerika Serikat dilaporkan menghilang saat membantu Ukraina berperang melawan Rusia. Mereka diduga disandera pasukan Rusia. Ilustrasi. (Istockphoto/FlyMint Agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua relawan asal Amerika Serikat dilaporkan menghilang saat membantu Ukraina berperang melawan Rusia. Mereka diduga disandera pasukan Rusia.

Kabar ini pertama kali terkuak ketika The Telegraph merilis berita yang mengutip pernyataan seorang relawan di Ukraina.

Relawan itu melaporkan dua rekannya ditangkap usai melawan Rusia dalam pertempuran di Kharkiv pada 9 Juni lalu.


AFP kemudian melaporkan bahwa kedua orang tersebut adalah AlexanderDrueke dan Andy Huynh. Keduanya merupakan veteran militer AS yang tinggal di Alabama.

Seorang anggota Kongres asal Alabama, Terri Sewell, mengaku dihubungi ibu Drueke yang melaporkan bahwa keluarga hilang kontak dengan putranya tersebut.

"Menurut keluarga, mereka sudah beberapa hari tak mendapatkan kabar dari Drueke. Kami akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mencari dia dan menemukan jawaban untuk keluarganya," ucap Sewell.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, John Kirby, belum dapat mengonfirmasi kabar kehilangan Drueke dan Huynh di Ukraina.

"Jika benar, kami akan melakukan apa pun untuk memulangkan mereka dengan selamat," ucap Kirby.

[Gambas:Video CNN]

Kirby kemudian menegaskan bahwa pemerintah AS tak menyarankan warganya bepergian ke Ukraina, apalagi ikut berperang.

"Ini adalah zona perang. Ini pertempuran. Jika kalian sangat ingin mendukung Ukraina, ada banyak cara lain untuk menunjukkannya, yang lebih aman dan sama efektifnya," tutur Kirby.

Namun, ibu Drueke, Lois, mengatakan bahwa putranya mengaku punya kemampuan untuk mengajari pasukan Ukraina menggunakan senjata buatan AS.

"Alex sangat yakin dia dilatih sedemikian rupa sehingga dapat membantu warga Ukraina agar kuat dan bisa melawan [Presiden Vladimir] Putin," katanya kepada The Washington Post.

(has/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER