Pameran Seni Jerman Copot Karya Taring Padi Dituduh Sarat Anti-Yahudi

rds | CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 13:37 WIB
Karya isntalasi kelompok seni Taring Padi dicopot usai membuat geger Jerman karena dinilai berbau antisemitisme. Salah satu karya seni Taring Padi yang dipamerkan di Festival Documenta Fifteen, Kassel, Jerman. (Foto: REUTERS/WOLFGANG RATTAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Karya instalasi kelompok seni asal Yogyakarta, Taring Padi, dicopot dari pameran seni kontemporer internasional bergengsi, Documenta Fifteen, di Kassel, Jerman, karena dituduh bernada anti-Semitisme atau anti-Yahudi.

Pencopotan karya Taring Padi bertema Keadilan Rakyat itu dilakukan menyusul kecaman dari pengunjung, masyarakat Eropa, hingga pemerintah Israel melalui kedutaan besarnya di Jerman.


Karya itu berupa lukisan mural bergambar sosok tentara dengan kepala babi yang mengenakan syal dengan gambar Star of David dan helm bertuliskan "Mossad" yang merupakan badan intelijen Israel.

Kiasan yang dinilai antisemit juga terlihat dalam karya Taring Padi lainnya yang bergambar sosok pria mengenakan topi hitam dengan lambang rahasia "SS" Nazi yang diasosiasikan dengan kaum Yahudi Ortodoks. Pria itu bertaring dan bermata merah.

Lukisan Keadilan Rakyat itu dibuat Taring Padi pada 2002 dan telah dipamerkan juga di Australia sebelumnya. Lukisan itu dibuat dengan tema melawan militerisme dan kekerasan selama 32 tahun era kediktaroran Soeharto di Indonesia. Semua tokoh yang tergambar pada spanduk itu mengacu pada simbolisme yang tersebar luas dalam konteks politik Indonesia.

Karya Taring Padi itu pun dengan cepat memicu perdebatan hingga protes dari warga Jerman yang memiliki sejarah kelam terkait gerakan anti-Yahudi. Protes dan kecaman terhadap karya seni Taring Padi itu pun kian meluas ketika pameran Documenta resmi dibuka pada Sabtu pekan lalu.

[Gambas:Video CNN]

Baru dua hari dipamerkan, panitia pameran akhirnya menutup lukisan mural Taring Padi tersebut dan mencopotnya pada Senin pekan ini.

Meski begitu, banyak pihak yang menilai langkah itu terlambat dan tidak cukup.

"Pencopotan karya seni itu terlambat dan ini baru langkah awal, harus ada langkah selanjutnya," kata Menteri Kesenian dan Media Jerman Claudia Roth, melalui pernyataan seperti dikutip DW.

"Bagaimana mungkin mural dengan elemen figuratif antisemitis ini bisa dipamerkan," kata Roth heran.

Sementara itu Direktur Pameran Seni Docimenta, Sabine Schormann, mengatakan penggambaran antisemit tidak boleh mendapat tempat di Jerman dalam bentuk apa pun, termasuk pertunjukan seni internasional.

Asosiasi Komunitas Yahudi di Negara Bagian Loxer Saxony Jerman bahkan menuntut agar Schormann mundur dari posisinya, menurut laporan media lokal.

Kedutaan Besar Israel di Jerman juga mengecam keras karya tersebut bisa lolos pameran.

"Karya dengan elemen antisemit bisa ditampilkan secara publik di pameran itu menjijikkan. Ini mengingatkan pada propaganda yang digunakan oleh Goebbels dan pengikutnya selama masa-masa kelam dalam sejarah Jerman," ucap kedubes Israel.



(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER