4 Pemimpin Eropa ke Kyiv, Desak Ukraina Segera Raih Status Kandidat UE

rds | CNN Indonesia
Jumat, 17 Jun 2022 00:00 WIB
4 Negara Eropa mendesak Ukraina segera mendapat status kandidat Uni Eropa secara resmi menyusul invasi Rusia yang kian menggila. PM Italia Mario Draghi saat tiba di penginapannya di Kyiv, Ukraina. (Foto: Ludovic Marin, Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis, Jerman, Italia, dan Rumania sepakat mendukung Ukraina segera menerima status kandidat resmi Uni Eropa di tengah gempuran Rusia yang terus menggila di negara eks Uni Soviet itu.

Dukungan itu dikatakan ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, dan Presiden Rumania Klaus Iohannis mengunjungi Kyiv pada Kamis (16/6). 


"Kami berempat mendukung status kandidat langsung untuk aksesi," kata Macron pada konferensi pers bersama setibanya di Kyiv pada Kamis pagi.

Ketiga pemimpin negara Uni Eropa itu pergi ke Kyiv menggunakan kereta api.

Sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mendorong agar negaranya bisa segera masuk UE. Zelensky bahkan telah menuntut jawaban kepada Uni Eropa atas pencalonannya sebelum akhir bulan ini.

"Kami siap bekerja untuk negara kami menjadi anggota penuh UE," kata Zelensky menjelang pertemuan puncak para pemimpin UE pada 23-24 Juni.

Dalam pertemuan itu, pencalonan Ukraina untuk menjadi calon anggota Uni Eropa kemungkinan akan diberi lampu hijau.

"Ukraina telah mendapatkan hak untuk menempuh jalan ini dan mendapatkan status kandidat ini," kata Zelensky dalam konferensi pers bersama Macron, Draghi, Scholz, dan Iohannis. 

Ukraina melihat prospek bergabung dengan UE sebagai cara untuk mengurangi kerentanan geopolitiknya, yang telah diekspos oleh invasi Rusia.

Meskipun banyak negara utama Eropa memandang aspirasi seperti itu sebagai hal yang menguntungkan, mereka telah memperingatkan bahwa keanggotaan bisa memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

"Status ini akan disertai dengan peta jalan dan juga akan melibatkan mempertimbangkan situasi di Balkan dan daerah sekitarnya, terutama Moldova," kata Macron.

Prancis memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa hingga akhir bulan ini.

Sementara itu, Italia vokal mendukung Ukraina masuk bloknya tersebut.

"Italia menginginkan Ukraina di Uni Eropa," kata Draghi pada konferensi pers.

"Italia ingin Ukraina memiliki status kandidat dan akan mendukung posisi ini di pertemuan Dewan Eropa berikutnya," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kanselir Scholz mengatakan Jerman akan melakukan segalanya untuk membantu mengamankan status kandidat Ukraina di Uni Eropa.

Scholz menekankan bahwa Ukraina "milik dalam keluarga Eropa".

"Jerman adalah untuk keputusan positif untuk Ukraina. Itu berlaku juga untuk Moldova," kata Scholz seperti dikutip AFP.

Moldova dan Georgia juga mengajukan keanggotaan UE pada saat yang sama dengan Ukraina.

Pada 11 Juni, kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan komisi akan memberikan sinyal yang jelas minggu ini terkait nasib status kandidat Ukraina.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER