Pernyataan Lengkap Jokowi di Kyiv soal Pesan Zelensky Buat Putin
CNN Indonesia
Senin, 04 Jul 2022 05:58 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kolase foto kunjungan kenegaraan Pesiden RI Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia. (Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lawatan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia menjadi sorotan di akhir pekan lalu.
Itu terjadi setelah pemerintah Ukraina buka suara soal pernyataan Jokowi yang mengatakan ia membawa pesan dari Presiden Volodymyr Zelensky untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Jubir kepresidenan Ukraina menyatakan Zelensky jika ingin menyampaikan pesan kepada Putin, bisa dilakukan secara langsung lewat pidato publik, tanpa perantara.
Sebagai informasi, Jokowi tiba di Kyiv dan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky pada Rabu (29/6). Jokowi dan Zelensky kemudian menyampaikan pernyataan pers bersama di depan wartawan usai pertemuan bilateral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya di Istana Kremlin, Jokowi juga kembali mengklaim telah menyampaikan pesan Zelensky kepada Putin.
"Seperti yang saya katakan di Kyiv, meskipun situasi saat ini masih sangat sulit, saya akan tetap mengatakan bahwa penting untuk bergerak menuju penyelesaian damai dan dialog terbuka," papar Jokowi di sebelah Putin pada Kamis (30/6).
Di dua tempat dan waktu terpisah itu, baik Zelensky maupun Putin tak menyinggung soal pesan yang dimaksud Jokowi secara langsung.
Bahkan, Juru Bicara Kantor Kepresidenan Ukraina Serhii Nikiforov mengatakan jika Zelensky punya pesan untuk Putin, maka hal itu bisa disampaikan sendiri lewat pidato, bukan melalui perantara.
"Ada pesan apa pun, jika Presiden Ukraina ingin berbicara kepada seseorang, dia akan melakukannya secara terbuka, dalam pidato harian," ungkap Nikiforov, dikutip Minggu (3/7).
Namun, Jubir Kremlin Dmitry Peskov belakangan mengonfirmasi perihal pesan tak tertulis Zelensky via Jokowi kepada Putin. Lantas, apa sebenarnya isi pidato lengkap Jokowi kepada publik setelah pertemuan tersebut?
Inilah materi lengkap konferensi pers Jokowi yang disampaikan setelah Zelensky di Kyiv, Ukraina:
Presiden Zelensky terima kasih telah menerima sudah menerima kunjungan saya dan delegasi terbatas di Kyiv di tengah situasi yang tidak mudah ini.
Saya sampaikan ke Presiden Zelensky bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian indonesia terhadap situasi di Ukraina.
Dari pertemuan bilateral tadi, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, saya sampaikan kembali undangan saya kepada Presiden Zelensky secara langsung untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan November tahun ini di Bali.
Kemudian yang kedua, saya tegaskan posisi prinsip Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.
Yang ketiga, walaupun masih sangat sulit dicapai, saya tetap sampaikan pentingnya penyelesaian damai, dan spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur. Dalam kaitan ini saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya temui segera.
Yang keempat saya sampaikan empati dan kepedulian saya terhadap dampak perang bagi kemanusiaan, dengan kemampuan yang ada rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi batnuan obat-obatan dan komitmen rekonstruksi salah satu rumah sakit di sekitar Kyiv.
Yang kelima, saya sampaikan pentingnya Ukraina bagi rantai pasok pangan dunia.
Semua usaha harus dilakukan agar Ukraina dapat kembali melakukan ekspor bahan pangan. Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut.
Saya mendukung PBB dalam hal ini
Yang keenam on bilateral note, tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Ukraina. Terima kasih.
Konferensi pers bersama itu diakhiri Jokowi berjabat tangan dengan Zelensky dan berpose di depan lensa kamera.
Selepas dari Ukraina, Jokowi dan rombongannya ke Moskow, Rusia untuk bertemu Presiden Putin. Di Rusia, usai pertemuan bilateral, Jokowi dan Putin menggelar konferensi pers bersama.
"Saya menyerahkan pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin dan mengatakan saya siap membantu menjembatani komunikasi antara kedua pemimpin," kata Jokowi dalam konferensi pers bersama Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Kamis (30/6)
Pidato Lengkap Zelensky bersama Jokowi di Ukraina ada di Halaman Selanjutnya:
Lantas, apa sebenarnya isi pidato lengkap Zelensky kepada publik dalam konferensi pers bersama Jokowi itu?
Inilah materi lengkap konferensi pers Zelensky yang disampaikan sebelum Jokowi di Kyiv, Ukraina:
Terima kasih yang mulia Bapak Presiden Widodo dan delegasi bapak dan ibu sekalian, para rekan-rekan media.
Hari ini merupakan hari bersejarah bagi negara kami, bagi Ukraina dan Indonesia karena ini merupakan kunjungan pertama oleh Presiden Indonesia ke Ukraina.
Dan ini kunjungan pertama pemimpin Asia yang sejak awal dari invasi Rusia ke Ukraina.
Bapak presiden yang mulia, kami mengapresiasi hal tersebut, terutama Indonesia dan juga kewenangan Anda dan juga keberadaan Anda di dunia internasional sangat tinggi.
Anda mewakili negara-negara G20, di mana Indonesia merupakan memegang Presidensi tahun ini dan merupakan negara yang kuat di ASEAN.
Tahun depan (Indonesia) akan menjadi kekuatan ASEAN tahun depan dan saya kira kehadiran Anda merupakan awal untuk memperkuat koalisi untuk melawan perang yang dilakukan bersama-sama dengan negara-negara untuk mengembalikan stabilitas di dunia.
Kami mengapresiasi dukungan Indonesia dan juga dukungan pribadi, personal Anda yang ada di masa perang tersebut untuk memperjuangkan kemerdekaan kami.
Dan juga Anda telah membentuk perjuangan Indonesia dan kami akan memperjuangkan kemerdekaan kami dan juga kemerdekaan Ukraina dari perang kolonial yang dilancarkan oleh Rusia.
Dan secepatnya perang ini berakhir, dan secepatnya mengembalikan situasi politik dan ekonomi di Ukraina.
Dalam pertemuan ini kami membahas mengenai beberapa agenda global, di mana harus melakukan setiap hal yang memungkinkan untuk mengangkat blokade Rusia di Black Sea untuk meneruskan adanya ekspor gandum.
Dan Rusia juga mengancam adanya kelaparan di dunia, dan mereka memblokade ekspor dari Ukraina, serta mendisrupsi pasar global hingga jutaan ton grain yang dikirimkan Ukraina juga ke masyarakat Indonesia.
Apabila tidak ada ambisi dari Rusia maka kita tak akan memiliki masalah tersebut. Ini merupakan tantangan global sekarang.
Sebelum invasi Rusia, kita tidak ada ancaman kelaparan dunia, tidak ada krisis pangan.
Saya sangat menyampaikan terima kasih atas dukungan presiden, atas kemerdekaan, serta kedaulatan, serta integritas teritorial Ukraina.
Terima kasih atas dukungan Anda sebagai Presiden G20 dan saya berterima kasih kepada yang mulia atas undangan Anda untuk saya hadir ke KTT G20 dan saya menerima undangan tersebut.
Tapi kehadiran Ukraina akan bergantung terhadap situasi keamanan di negara kita dan juga komposisi partisipan yang ada di KTT tersebut.
Saya ingin melaporkan bahwa kesepakatan kita adanya kesepakatan bebas visa di antara kedua negara saya kira ini sangat penting bagi kedua bangsa kita untuk kemajuan ekonomi, pembangunan, dan juga pendidikan, dan hubungan masyarakat antar kedua negara.
Saya berharap kita dapat membantu rekonstruksi Ukraina. Saya mengundang Indonesia, perusahaan Indonesia, profesional-profesional Indonesia untuk ikut dalam proyek-proyek yang ada di Ukraina saat ini.
Terima kasih atas negosiasi yang berjalan. Terima kasih atas kepercayaan Anda. Terima kasih.
Lawatan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia menjadi sorotan di akhir pekan lalu.
Itu terjadi setelah pemerintah Ukraina buka suara soal pernyataan Jokowi yang mengatakan ia membawa pesan dari Presiden Volodymyr Zelensky untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Jubir kepresidenan Ukraina menyatakan Zelensky jika ingin menyampaikan pesan kepada Putin, bisa dilakukan secara langsung lewat pidato publik, tanpa perantara.
Sebagai informasi, Jokowi tiba di Kyiv dan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky pada Rabu (29/6). Jokowi dan Zelensky kemudian menyampaikan pernyataan pers bersama di depan wartawan usai pertemuan bilateral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya di Istana Kremlin, Jokowi juga kembali mengklaim telah menyampaikan pesan Zelensky kepada Putin.
"Seperti yang saya katakan di Kyiv, meskipun situasi saat ini masih sangat sulit, saya akan tetap mengatakan bahwa penting untuk bergerak menuju penyelesaian damai dan dialog terbuka," papar Jokowi di sebelah Putin pada Kamis (30/6).
Di dua tempat dan waktu terpisah itu, baik Zelensky maupun Putin tak menyinggung soal pesan yang dimaksud Jokowi secara langsung.
Bahkan, Juru Bicara Kantor Kepresidenan Ukraina Serhii Nikiforov mengatakan jika Zelensky punya pesan untuk Putin, maka hal itu bisa disampaikan sendiri lewat pidato, bukan melalui perantara.
"Ada pesan apa pun, jika Presiden Ukraina ingin berbicara kepada seseorang, dia akan melakukannya secara terbuka, dalam pidato harian," ungkap Nikiforov, dikutip Minggu (3/7).
Namun, Jubir Kremlin Dmitry Peskov belakangan mengonfirmasi perihal pesan tak tertulis Zelensky via Jokowi kepada Putin. Lantas, apa sebenarnya isi pidato lengkap Jokowi kepada publik setelah pertemuan tersebut?
Inilah materi lengkap konferensi pers Jokowi yang disampaikan setelah Zelensky di Kyiv, Ukraina:
Presiden Zelensky terima kasih telah menerima sudah menerima kunjungan saya dan delegasi terbatas di Kyiv di tengah situasi yang tidak mudah ini.
Saya sampaikan ke Presiden Zelensky bahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedulian indonesia terhadap situasi di Ukraina.
Dari pertemuan bilateral tadi, saya ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, saya sampaikan kembali undangan saya kepada Presiden Zelensky secara langsung untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan November tahun ini di Bali.
Kemudian yang kedua, saya tegaskan posisi prinsip Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.
Yang ketiga, walaupun masih sangat sulit dicapai, saya tetap sampaikan pentingnya penyelesaian damai, dan spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur. Dalam kaitan ini saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya temui segera.
Yang keempat saya sampaikan empati dan kepedulian saya terhadap dampak perang bagi kemanusiaan, dengan kemampuan yang ada rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi batnuan obat-obatan dan komitmen rekonstruksi salah satu rumah sakit di sekitar Kyiv.
Yang kelima, saya sampaikan pentingnya Ukraina bagi rantai pasok pangan dunia.
Semua usaha harus dilakukan agar Ukraina dapat kembali melakukan ekspor bahan pangan. Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut.
Saya mendukung PBB dalam hal ini
Yang keenam on bilateral note, tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Ukraina. Terima kasih.
Konferensi pers bersama itu diakhiri Jokowi berjabat tangan dengan Zelensky dan berpose di depan lensa kamera.
Selepas dari Ukraina, Jokowi dan rombongannya ke Moskow, Rusia untuk bertemu Presiden Putin. Di Rusia, usai pertemuan bilateral, Jokowi dan Putin menggelar konferensi pers bersama.
"Saya menyerahkan pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin dan mengatakan saya siap membantu menjembatani komunikasi antara kedua pemimpin," kata Jokowi dalam konferensi pers bersama Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Kamis (30/6)
Pidato Lengkap Zelensky bersama Jokowi di Ukraina ada di Halaman Selanjutnya:
Pidato Lengkap Zelensky bersama Jokowi
Kolase foto kunjungan kenegaraan Pesiden RI Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia. (Arsip Istimewa)
Lantas, apa sebenarnya isi pidato lengkap Zelensky kepada publik dalam konferensi pers bersama Jokowi itu?
Inilah materi lengkap konferensi pers Zelensky yang disampaikan sebelum Jokowi di Kyiv, Ukraina:
Terima kasih yang mulia Bapak Presiden Widodo dan delegasi bapak dan ibu sekalian, para rekan-rekan media.
Hari ini merupakan hari bersejarah bagi negara kami, bagi Ukraina dan Indonesia karena ini merupakan kunjungan pertama oleh Presiden Indonesia ke Ukraina.
Dan ini kunjungan pertama pemimpin Asia yang sejak awal dari invasi Rusia ke Ukraina.
Bapak presiden yang mulia, kami mengapresiasi hal tersebut, terutama Indonesia dan juga kewenangan Anda dan juga keberadaan Anda di dunia internasional sangat tinggi.
Anda mewakili negara-negara G20, di mana Indonesia merupakan memegang Presidensi tahun ini dan merupakan negara yang kuat di ASEAN.
Tahun depan (Indonesia) akan menjadi kekuatan ASEAN tahun depan dan saya kira kehadiran Anda merupakan awal untuk memperkuat koalisi untuk melawan perang yang dilakukan bersama-sama dengan negara-negara untuk mengembalikan stabilitas di dunia.
Kami mengapresiasi dukungan Indonesia dan juga dukungan pribadi, personal Anda yang ada di masa perang tersebut untuk memperjuangkan kemerdekaan kami.
Dan juga Anda telah membentuk perjuangan Indonesia dan kami akan memperjuangkan kemerdekaan kami dan juga kemerdekaan Ukraina dari perang kolonial yang dilancarkan oleh Rusia.
Dan secepatnya perang ini berakhir, dan secepatnya mengembalikan situasi politik dan ekonomi di Ukraina.
Dalam pertemuan ini kami membahas mengenai beberapa agenda global, di mana harus melakukan setiap hal yang memungkinkan untuk mengangkat blokade Rusia di Black Sea untuk meneruskan adanya ekspor gandum.
Dan Rusia juga mengancam adanya kelaparan di dunia, dan mereka memblokade ekspor dari Ukraina, serta mendisrupsi pasar global hingga jutaan ton grain yang dikirimkan Ukraina juga ke masyarakat Indonesia.
Apabila tidak ada ambisi dari Rusia maka kita tak akan memiliki masalah tersebut. Ini merupakan tantangan global sekarang.
Sebelum invasi Rusia, kita tidak ada ancaman kelaparan dunia, tidak ada krisis pangan.
Saya sangat menyampaikan terima kasih atas dukungan presiden, atas kemerdekaan, serta kedaulatan, serta integritas teritorial Ukraina.
Terima kasih atas dukungan Anda sebagai Presiden G20 dan saya berterima kasih kepada yang mulia atas undangan Anda untuk saya hadir ke KTT G20 dan saya menerima undangan tersebut.
Tapi kehadiran Ukraina akan bergantung terhadap situasi keamanan di negara kita dan juga komposisi partisipan yang ada di KTT tersebut.
Saya ingin melaporkan bahwa kesepakatan kita adanya kesepakatan bebas visa di antara kedua negara saya kira ini sangat penting bagi kedua bangsa kita untuk kemajuan ekonomi, pembangunan, dan juga pendidikan, dan hubungan masyarakat antar kedua negara.
Saya berharap kita dapat membantu rekonstruksi Ukraina. Saya mengundang Indonesia, perusahaan Indonesia, profesional-profesional Indonesia untuk ikut dalam proyek-proyek yang ada di Ukraina saat ini.
Terima kasih atas negosiasi yang berjalan. Terima kasih atas kepercayaan Anda. Terima kasih.