Jakarta, CNN Indonesia -- Pejabat dan sejumlah warga mengungkapkan situasi di Kota Udaipur, India, terutama di Pasar Jalan Maldas, usai sepekan lockdown karena kasus pemenggalan terhadap penjahit Hindu.
Situasi di Kota Udaipur masih sepi dan tegang memasuki sepekan lockdown atau pembatasan kegiatan di kota itu.
Lockdown diterapkan pemerintah menyusul kasus pemenggalan penjahit Udaipur, Kanhaiya Lal Teli, oleh dua pelaku warga muslim di kota itu. Korban dibunuh dua pelaku karena dianggap mendukung penghina Nabi Muhammad yang merupakan politikus Partai Bharatiya Janata (BJP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga telah menangkap dua pelaku pemenggalan yaitu Mohammad Riyaz dan Ghouze Mohammad.
[Gambas:Video CNN]
Memasuki sepekan, pemerintah negara bagian melakukan relaksasi izin kegiatan 12 jam. Akses internet di kota itu juga sudah kembali dibuka.
Meski lockdown telah dilonggarkan, suasana di Jalan Maldas Udaipur dekat tempat kejadian pemenggalan tampak masih tegang, seperti dikutip dari Indian Express.
Wakil Wali Kota Udaipur dan Presiden Kamar Dagang Industri Udaipur, Paras Singhvi, mengungkapkan situasi di kota tersebut saat ini.
"Situasinya tenang saat ini tapi pasar masih sepi pembeli. Ini merupakan tragedi besar dan 2-3 hari pertama merupakan yang terburuk bagi pasar ini," kata Singhvi.
"Para pelaku usaha amat ketakutan karena ini mungkin insiden pertama kali yang merupakan kejahatan keji di Udaipur. Jalan Maldas yang paling terkena dampak sangat parah," tuturnya, menambahkan.
Lanjut baca cerita para pedagang pasar Jalan Maldas Udaipur, di halaman berikutnya...
Warga Trauma Kasus Pemenggalan
Polisi India berjaga-jaga di pasar Jalan Maldas, Udaipur. (AFP/SAJJAD HUSSAIN)
Singhvi mengatakan kasus pemenggalan oleh dua warga muslim terhadap penjahit Hindu membuat para pelaku usaha dan warga trauma.
"Para pengusaha bukan kriminal. Ini amat mengejutkan mengetahui dua orang masuk ke dalam toko pedagang [melakukan pemenggalan]," tutur Singhvi.
"Pasar benar-benar terkena dampaknya. Sektor pariwisata bahkan amat terpukul. Kami jarang sekali menemui turis dalam beberapa hari belakangan."
Salah satu pemilik toko Kamal Cloth, Ravi Nagdev, menuturkan kebanyakan pedagang toko-toko yang menjual pakaian dan perhiasan wanita kini mengeluh sepi pembeli.
"Para perempuan sangat ketakutan untuk datang dan belanja. Semua toko buka tapi tak ada pelanggan. Hanya mereka yang mengambil pesanan atau pekerjaan esensial yang datang ke pasar saat ini. Pasar amat sepi, ini tak seperti pasar untuk kaum perempuan lagi," kata Nagdev.
Pasar memang sudah dibuka sejak Senin (4/6). Namun, para pedagang mengatakan orang-orang masih takut mengambil pesanan di pasar.
"Ada perasaan cemas di hati para pelanggan karena insiden yang baru-baru ini terjadi. Mereka bahkan meminta kami yang antarkan langsung pesanan," ujar Gopal Agarwal, pedagang di toko Agarwal Saree, dekat kios Kanhaiya Lal.
Sejumlah polisi masih berjaga-jaga mengamankan Pasar di Jalan Maldas, Udaipur.