PBB Kutuk Perang Rusia-Ukraina yang Tak Kunjung Usai

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Rabu, 06 Jul 2022 00:06 WIB
Kepala Dewan HAM PBB Michelle Bachelet mengungkapkan warga sipil menanggung beban paling berat dari imbas perang Rusia-Ukraina. Kepala Dewan HAM PBB Michelle Bachelet mengungkapkan warga sipil menanggung beban paling berat dari imbas perang Rusia-Ukraina. Ilustrasi. (REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Michelle Bachelet mengutuk "perang tak masuk akal" Rusia di Ukraina pada Selasa (5/7). Ia menyerukan permusuhan segera diakhiri dan pembayaran ganti rugi bagi para korban perang.

"Saat kita memasuki bulan kelima permusuhan, korban konflik yang tak tertahankan di Ukraina terus meningkat," kata Bachelet di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB seperti dilansir AFP.

Bachelet mengungkapkan warga sipil menanggung beban paling berat dari imbas perang tersebut.

"Dengan pembunuhan setiap hari, perusakan yang meluas, penahanan sewenang-wenang dan pemindahan massal, warga sipil menanggung beban permusuhan yang tampaknya tidak ada habisnya," ujarnya.

Untuk itu, ia mendesak perang tersebut segera dihentikan.

"Atas nama setiap korban perang yang tidak masuk akal ini, pembunuhan, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang harus dihentikan," ujarnya.

Dia kemudian melaporkan tentang situasi HAM di Ukraina dalam konteks serangan Rusia, dari invasi 24 Februari hingga 15 Mei.

"Jumlah korban sipil yang tinggi dan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh infrastruktur sipil terus menimbulkan kekhawatiran yang signifikan bahwa serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Rusia tidak sesuai dengan hukum humaniter internasional (HHI)," kata Bachelet.

Meski dalam skala yang jauh lebih rendah, sambungnya, angkatan bersenjata Ukraina juga tidak sepenuhnya mematuhi HHI di bagian timur negara itu..

Lebih lanjut, Bachelet mengatakan, per 3 Juli, lebih dari 10 ribu kematian atau cedera warga sipil telah didokumentasikan di seluruh Ukraina, dengan 335 anak-anak di antara 4.889 orang tewas.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER