Polisi Tangkap Ulama India yang Minta Penggal Penghina Nabi Muhammad

bac | CNN Indonesia
Rabu, 06 Jul 2022 13:10 WIB
Polisi menangkap ulama masjid Ajmer Dargah negara bagian Rajasthan, Salmah Chishti, India yang meminta penggal kepala penghina Nabi Muhammad, Nupur Sharma. Foto ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menangkap ulama masjid Ajmer Dargah negara bagian Rajasthan India, Salmah Chishti, yang meminta penggal kepala politikus penghina Nabi Muhammad, Nupur Sharma.

Sebelumnya, mantan juru bicara Partai Bharaya Janata (BJP) mengundang kemarahan muslim India dan sejumlah negara karena dinilai menghina Nabi Muhammad dalam acara debat di salah satu televisi India.

Pihak Kepolisian menangkap salah satu pengurus Dargah itu pada Selasa (5/7) malam waktu setempat setelah memeriksa pernyataan Chishti yang bernada hasutan melalui rekaman video.

Dalam video yang sempat beredar di media sosial itu, Chishti menyatakan akan memberikan rumahnya untuk mereka yang bisa membawa kepala Sharma kepadanya. Terdengar pula bahwa Chishti akan menembak mat Sharma karena menghina Nabi Muhammad.

Menurut keterangan polisi, Chishti mengaku tengah mabuk saat merekam video tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Dia ditangkap di rumahnya dan sedang diinterogasi. Dia jadi penyebar ujaran kebencian," kata kepala polisi Ajmer, Vikas Sangwan, kepada kantor berita India ANI, dilansir dari The Indian Express.

Dewan Ajmer Dargah, Zainul Abedin, kemudian mengutuk pernyataan dalam video tersebut. Ia menegaskan tempat suci itu merupakan bagian dari kerukunan komunal.

Abedin juga menyatakan bahwa pandangan yang dilontarkan Chishti dalam video itu tak bisa dianggap sebagai pesan dari Dargah.

Polisi juga sebelumnya menangkap empat orang yang diduga terkait dengan ucapan provokatif di depan pintu utama masjid Ajmer Dargah pada 17 Juni lalu.

Kisruh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh Sharma berbuntut insiden berdarah di Kota Udaipur. Dua pria muslim India, Mohammad Riyaz dan Ghouse Mohammad, memenggal penjahit India beragama Hindu, Kanhaiya Lal, di pasar kota tersebut.

Lal dianggap mendukung Sharma yang menghina Nabi Muhammad beberapa waktu lalu. Aksi itu pun memantik kemarahan warga Hindu di Kota Udaipur sehingga pemerintah kota melakukan lockdown atau pembatasan wilayah seperti pemberlakuan jam malam.

(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER