4 Skandal Merongrong PM Boris Johnson Sampai 5 Menteri Inggris Mundur
CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 07:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Foto: AP/Frank Augstein
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Perdana Menteri InggrisBoris Johnson menjadi sorotan usai lima menteri kabinetnya mengundurkan diri dalam waktu yang berdekatan.
Menteri Keuangan, Rishi Sunak, dan Menteri Kesehatan, Sajid Javid, mengundurkan diri pada Selasa (5/7) malam. Keduanya memutuskan mundur karena merasa tak lagi bisa menoleransi rentetan skandal yang terus terjadi di pemerintah.
Sementara itu, Menteri Urusan Anak dan Keluarga, Will Quince, dan Menteri Muda Transportasi, Laura Trott, mengumumkan berhenti dari jabatan mereka pada Rabu (6/7) pagi. Pengumuman ini disampaikan beberapa jam setelah Sunak dan Javid mengumumkan mundur dari kabinet.
Quince mengaku ia tak memiliki pilihan selain mundur dari pemerintahan, sementara Trott mengatakan ia kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.
Johnson bersikeras ogah lengser setelah satu lagi pejabat di kabinetnya, yaitu Menteri Sekolah, Robin Walker, mengundurkan diri.
1. Langgar Aturan Lockdown, Johnson Hadiri Pesta di Downing Street.
Johnson, istrinya, Carrie Johnson, dan Menteri Keuangan Rishi Sunak harus membayar denda karena melanggar lockdown kala pandemi Covid-19.
Sebagaimana diberitakan France24, Johnson diketahui menghadiri beberapa pesta minum-minum yang diadakan di Downing Street kala pemerintah menerapkan lockdown.
"Saya ingin mengatakan saya telah membayar denda dan saya kembali lagi meminta maaf," kata Johnson merespons masalah ini.
Baca tiga skandal lainnya di halaman 2...
2. Keluarkan Biaya Rp2 M Untuk Renovasi Apartemen di Downing Street
Sebagaimana diberitakan The Guardian, Johnson dilaporkan secara "tidak bijaksana" memulai renovasi apartemen resminya di Downing Street pada Mei 2021. Biaya renovasi tersebut mencapai £112.000 atau setara Rp2 miliar.
Walaupun demikian, Johnson mengaku mendapatkan dana tersebut dari politikus Konservatif David Brownlow. Dana itu didapatkan setelah Johnson berjanji bakal mempertimbangkan 'pameran hebat.'
Namun, tidak dijelaskan maksud dari pameran hebat itu.
3. Pengunduran Diri Chris Pincher
Wakil ketua pemantau Partai Konservatif Inggris, Chris Pincher, mengundurkan diri pada 30 Juni 2022 setelah muncul laporan ia melecehkan dua pria di kelab pribadi.
Ini merupakan kali kedua Pincher mengundurkan diri dari kantor pemantauan partai.
Sebelumnya, Pincher mengundurkan diri karena dilaporkan mencoba menyentuh dan mencium seorang aktivis Konservatif pada 2017.
Namun, Pincher kembali dimasukkan ke pemerintahan oleh Johnson pada 2019.
4. Berbagai Skandal Pelecehan Seksual di Parlemen Johnson
Seorang anggota parlemen pemerintahan Johnson, Imran Ahmad Khan, mengundurkan diri setelah melakukan pelecehan seksual ke anak laki-laki 15 tahun.
Sebagaimana diberitakan Reuters, anggota parlemen lain, Neil Parish, mengundurkan diri setelah mengaku sempat menonton pornografi di ponselnya di Kantor Parlemen Inggris dua kali.
Seorang anggota parlemen Konservatif lain juga ditangkap atas tuduhan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pelanggaran lain. Namun, anggota parlemen tak diidentifikasikan oleh media untuk melindungi terduga korban.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nama Perdana Menteri InggrisBoris Johnson menjadi sorotan usai lima menteri kabinetnya mengundurkan diri dalam waktu yang berdekatan.
Menteri Keuangan, Rishi Sunak, dan Menteri Kesehatan, Sajid Javid, mengundurkan diri pada Selasa (5/7) malam. Keduanya memutuskan mundur karena merasa tak lagi bisa menoleransi rentetan skandal yang terus terjadi di pemerintah.
Sementara itu, Menteri Urusan Anak dan Keluarga, Will Quince, dan Menteri Muda Transportasi, Laura Trott, mengumumkan berhenti dari jabatan mereka pada Rabu (6/7) pagi. Pengumuman ini disampaikan beberapa jam setelah Sunak dan Javid mengumumkan mundur dari kabinet.
Quince mengaku ia tak memiliki pilihan selain mundur dari pemerintahan, sementara Trott mengatakan ia kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.
Johnson bersikeras ogah lengser setelah satu lagi pejabat di kabinetnya, yaitu Menteri Sekolah, Robin Walker, mengundurkan diri.
1. Langgar Aturan Lockdown, Johnson Hadiri Pesta di Downing Street.
Johnson, istrinya, Carrie Johnson, dan Menteri Keuangan Rishi Sunak harus membayar denda karena melanggar lockdown kala pandemi Covid-19.
Sebagaimana diberitakan France24, Johnson diketahui menghadiri beberapa pesta minum-minum yang diadakan di Downing Street kala pemerintah menerapkan lockdown.
"Saya ingin mengatakan saya telah membayar denda dan saya kembali lagi meminta maaf," kata Johnson merespons masalah ini.
Baca tiga skandal lainnya di halaman 2...
Skandal yang Merongrong PM Boris Johnson
PM Inggris Boris Johnson didesak lengser setelah lima menterinya mundur. (AP/Toby Melville)
2. Keluarkan Biaya Rp2 M Untuk Renovasi Apartemen di Downing Street
Sebagaimana diberitakan The Guardian, Johnson dilaporkan secara "tidak bijaksana" memulai renovasi apartemen resminya di Downing Street pada Mei 2021. Biaya renovasi tersebut mencapai £112.000 atau setara Rp2 miliar.
Walaupun demikian, Johnson mengaku mendapatkan dana tersebut dari politikus Konservatif David Brownlow. Dana itu didapatkan setelah Johnson berjanji bakal mempertimbangkan 'pameran hebat.'
Namun, tidak dijelaskan maksud dari pameran hebat itu.
3. Pengunduran Diri Chris Pincher
Wakil ketua pemantau Partai Konservatif Inggris, Chris Pincher, mengundurkan diri pada 30 Juni 2022 setelah muncul laporan ia melecehkan dua pria di kelab pribadi.
Ini merupakan kali kedua Pincher mengundurkan diri dari kantor pemantauan partai.
Sebelumnya, Pincher mengundurkan diri karena dilaporkan mencoba menyentuh dan mencium seorang aktivis Konservatif pada 2017.
Namun, Pincher kembali dimasukkan ke pemerintahan oleh Johnson pada 2019.
4. Berbagai Skandal Pelecehan Seksual di Parlemen Johnson
Seorang anggota parlemen pemerintahan Johnson, Imran Ahmad Khan, mengundurkan diri setelah melakukan pelecehan seksual ke anak laki-laki 15 tahun.
Sebagaimana diberitakan Reuters, anggota parlemen lain, Neil Parish, mengundurkan diri setelah mengaku sempat menonton pornografi di ponselnya di Kantor Parlemen Inggris dua kali.
Seorang anggota parlemen Konservatif lain juga ditangkap atas tuduhan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pelanggaran lain. Namun, anggota parlemen tak diidentifikasikan oleh media untuk melindungi terduga korban.