China Disebut Intip Cara Rusia Invasi Ukraina dan Hindari Sanksi Barat

CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 14:12 WIB
Intelijen Amerika Serikat dan Inggris menyampaikan China tengah mempelajari cara Rusia menginvasi Ukraina dan reaksi Barat merespons aksi itu. Presiden China Xi Jinping memerintahkan mata-matanya untuk intip cara Rusia invasi Ukraina dan reaksi Barat. (Reuters/Kim Kyung-Hoon/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Intelijen Amerika Serikat dan Inggris menyampaikan China tengah mempelajari cara Rusia menginvasi Ukraina dan reaksi Barat merespons aksi itu.

Menurut Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray, China sedang mencari cara untuk melindungi ekonomi mereka dari sanksi di masa depan jika Beijing menginvasi Taiwan. China sedang mencermati upaya Barat menghukum Rusia karena menginvasi Ukraina.

"Kami melihat China sedang mencari cara melindungi ekonomi mereka dari potensi sanksi, mencoba menghindar dari kerusakan jika mereka melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahan internasional," kata Wray dalam pernyataan bersama Direktur Badan Intelijen Inggris MI5, Ken McCallum, seperti dikutip dari CNN, Rabu (6/7).

"Di dunia kami, kami menyebut tindakan seperti itu sebagai petunjuk," lanjutnya.

Wray juga menyoroti studi dari Universitas Yale, yang menemukan bisnis Barat telah merugi sebesar US$59 miliar (Rp883 triliun) akibat perang Rusia-Ukraina.

[Gambas:Video CNN]

"Dan jika China benar-benar menginvasi Taiwan. Kita bisa melihat kejadian yang sama, dengan skala lebih besar," tutur Wray.

Selain itu, Wray menyinggung investigasi baru FBI yang menemukan China tengah berupaya menargetkan kandidat kongres AS di New York. Kandidat itu dikatakan terlibat dalam protes di Tiananmen Square pada 1989, yang protesnya sendiri direspons keras oleh militer China.

Wray juga mengatakan FBI menemukan beberapa pekerja di perusahaan China mencoba menggali ladang di daerah pedesaan AS untuk mendapatkan akses modifikasi benih secara genetik.

Tak hanya itu, Wray dan McCallum menilai China kini menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ekonomi Barat. China disebut-sebut berupaya mencuri properti intelektual kedua badan itu dan memengaruhi politik di negara Barat.

McCallum menjelaskan bahwa sektor bisnis dan universitas negara Barat berupaya mengakses pasar China untuk memperluas bisnis mereka. Namun, peluang itu juga disertai dengan kenaikan risiko.

"Asumsi yang menyebar luas di Barat, yang mengatakan peningkatan kemakmuran dengan China dan menumbuhkan hubungan dengan Barat bakal berujung pada kebebasan politik yang lebih besar merupakan hal yang salah," kata McCallum.

"Partai Komunis China (PKC) tertarik dengan nilai demokratis, media, dan sistem hukum kami. Bukan untuk menirunya, tetapi sayangnya, untuk menggunakan itu demi mendapatkan keuntungan," tuturnya lagi.

McCallum juga menyampaikan MI5 menyelidiki lebih banyak kasus terkait aktivitas China di Inggris saat ini ketimbang pada 2018.

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER