Menteri Mundur, India Nol Wakil Muslim di Parlemen untuk Pertama Kali

CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 09:46 WIB
Pertama dalam sejarah India tak punya perwakilan Muslim di parlemen usai Menteri Urusan Minoritas, Mukhtar Abbas Naqvi, mengundurkan diri pada Rabu (6/7). Menteri India Urusan Minoritas, Mukhtar Abbas Naqvi, mengundurkan diri pada Rabu (6/7) waktu setempat. (AFP/PRAKASH SINGH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertama dalam sejarah India tak punya perwakilan Muslim di parlemen usai Menteri Urusan Minoritas, Mukhtar Abbas Naqvi, mengundurkan diri pada Rabu (6/7).

Naqvi mengundurkan diri sehari sebelum masa jabatan dirinya habis. Ia merupakan satu-satunya menteri Muslim di Partai pimpinan perdana menteri India Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP).

Pengunduran diri Naqvi muncul saat BJP menghadapi tuduhan penganiayaan terhadap komunitas minoritas sejak 2014.

Namun, sejumlah media menilai BJP bisa saja memperitmbangkan Naqvi sebagai wakil presiden India di tengah kemarahan global usai salah satu politikus mereka melontarkan pernyataan anti-Islam.

[Gambas:Video CNN]

Pemilihan wakil presiden di India akan berlangsung pada 6 Agustus mendatang. Sementara itu, masa jabatan wapres petahana saat ini M Venkaiah Naidu akan berakhir pada 10 Agustus.

Sebelumnya, BJP telah mencalonkan Droupadi Murmu sebagai presiden pada Juni lalu. Jika ia menang, Murmu akan menjadi politikus golongan etnis pertama di India dan perempuan kedua yang memegang posisi tersebut.

Konstitusi India memberikan peran seremonial bagi presiden dan wakil presiden. Sedangkan untuk perdana menteri dan kabinetnya memegang kekuasaan eksekutif.

BJP sejauh ini memiliki 301 anggota di majelis rendah parlemen India. Keluarnya Naqvi semakin menunjukkan partai sayap kanan ini tak punya anggota Muslim di majelis rendah maupun majelis tinggi parlemen.

Para ahli menilai tak adanya perwakilan Muslim di jajaran terpilih BJP bertentangan dengan slogan partai yang kerap diteriakkan: harmoni dan pertumbuhan inklusif bagi semua.

Analis politik India, Arati Jerath, mengatakan BJP secara historis punya kehadiran Muslim yang nyata tapi itu tak terjadi jika berkaitan dengan eksekutif.

"Ini adalah sesuatu yang baru dan tidak biasa. Mereka bahkan tidak memiliki wajah Muslim lagi. Saya kira itu menunjukkan bagaimana BJP telah berubah sekarang di bawah Modi dan [Menteri Dalam Negeri federal Amit] Shah," kata Jerath dikutip AL Jazeera.

Ia kemudian berujar, "Secara terbuka [BJP] telah menunjukkan kami bisa memenangkan pemilihan tanpa dukungan umat Islam."

Dalam pemilihan umum 2014 lalu, BJP menerjunkan tujuh Muslim. Namun, tak satu pun dari mereka yang menang, meski partai Modi mendulang banyak dukungan.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER