Moskow Klaim Gagalkan Upaya Ukraina Bajak Jet Tempur Rusia

CNN Indonesia
Selasa, 26 Jul 2022 20:30 WIB
Moskow Klaim Gagalkan Upaya Ukraina Bajak Jet Tempur Rusia
Pesawat Sukhoi Su-35. (AFP/JOHANNES EISELE)

Dugaan keterlibatan Grozev bukan satu-satunya pengaruh Barat dalam membajak pesawat. Selama negosiasi dengan pilot, intelijen Ukraina berhasil mendapatkan dua paspor Uni Eropa yang sah. Satu paspor Slovakia dan satu lagi Rumania, sebagai jaminan bagi calon 'pembelot'.

Operator FSB menilai meninggalkan Rusia dengan dokumen semacam itu akan mengubah keluarga pilot menjadi 'sandera' intelijen Ukraina. Sebab, metode pemerasan, ancaman, dan tekanan sudah lama menjadi praktik standar bagi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jelas, operasi itu dilakukan dengan dukungan dari Barat, terutama, dinas intelijen Inggris. Kami tahu soal keterlibatan Grozev dan MI16 tak hanya dari pernyataan ini," kata agen intelijen Rusia itu,

Skenario tersebut juga katanya melibatkan sesama anggota kru mereka. Su-34 memiliki dua awak, sedang Tu-22M3 punya empat kru.

Intelijen Ukraina menyarankan agar pilot Rusia memberi obat clophelin (clonidine) kepada awak mereka. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit lain.

Namun, jika dalam dosis tinggi, ia memiliki efek sedatif dan bisa melumpuhkan otak bahkan menghilangkan nyawa.

"Sebagai pilot saya diminta melumpuhkan co-pilot saya, dan apa yang akan terjadi padanya setelah itu tak jelas. Termasuk apakah dia akan tetap hidup atau tidak," jelas pilot itu lagi.

Menurut informasi FSB, pihak Ukraina kukuh bahwa anggota kru yang dikhianati akan aman dan ditukar sebagai tawanan perang di kemudian hari. Dan, pilot Rusia ragu akan hal ini.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Intelijen Rusia (FSB) mengklaim telah berhasil menggagalkan upaya Ukraina yang ingin membajak beberapa jet militer tempur Moskow.

Skenario Ukraina untuk membajak pesawat Rusia disampaikan anggota FSB dan pilot Moskow yang menjadi target pemerintah Kyiv untuk melancarkan aksinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pilot Su-34 mengaku sempat berbicara dengan mata-mata Ukraina. Mulanya ia enggan dan menganggap hadiah tunai sebagai lelucon. Namun usai menyadari lawan bicara serius dengan tujuan, ia jadi terlibat pembicaraan lebih jauh.

"Mulanya, tentu saja, saya menganggap sebagai lelucon, tetapi setelah beberapa saat berbincang, menjadi jelas saya berurusan dengan perwakilan dinas intelijen Ukraina dan mitra Barat mereka," kata sang pilot dikutip Russia Today pada Senin (25/7).

[Gambas:Video CNN]

Ia kemudian berujar, "Saya seharusnya mendapat paspor negara-negara Eropa dan kehidupan yang nyaman di luar negeri yang sudah mereka janjikan."

Pemerintah Kyiv yakin pilot itu siap melakukan pengkhianatan dan membajak pesawat tempur Rusia. Ia bahkan telah berkomunikasi dengan pilot Ukraina untuk membicarakan hal teknis.

"Mereka sangat percaya kemungkinan mengatur pembajakan sehingga mereka mengungkap tata letak sistem pertahanan mereka, peta ketinggian, dan banyak informasi berguna lain kepada kami," imbuh pilot lagi.

Untuk membuktikan bahwa pilot benar-benar mampu melakukan pembajakan dan memiliki akses ke pesawat tempur tertentu, intelijen Ukraina meminta bukti video dari mereka.

Pilot dibayar antara US$4.000 atau sekitar Rp59 juta hingga U$7.000 atau sekitar Rp104 juta per video. Dalam video itu menunjukkan mereka masuk ke pesawat sembari memegang kertas dengan nomor tertentu.

Pembayaran terhadap pilot melalui kurir dan prosedur yang rumit, sebab transaksi keuangan antara Rusia dan negara lain dibatasi.

Kurir itu mengklaim dirinya telah menerima perintah langsung dari 'pemimpin penyelidik Rusia' Bellingcat, Christo Grozev.

"Grozev sebenarnya tak menjelaskan apapun kepada saya, dia hanya memberi tahu saya nama kurir yang akan menerima uang lewat kereta api," kata sang pilot.

Bellingcat merupakan kelompok jurnalisme investigasi dengan memeriksa fakta dan sumber intelijen.

Namun, Rusia mempertanyakan independensi kelompok itu karena kedekatan hubungan mereka dengan badan-badan intelijen.

"[Organisasi itu diyakini] diawasi oleh NATO]," kata salah satu agen FSB.

Lanjut baca di halaman berikutnya...

Tuduhan Rusia soal Cara-cara Intelijen Ukraina

Pesawat Sukhoi Su-35. (AFP/JOHANNES EISELE)

Dugaan keterlibatan Grozev bukan satu-satunya pengaruh Barat dalam membajak pesawat. Selama negosiasi dengan pilot, intelijen Ukraina berhasil mendapatkan dua paspor Uni Eropa yang sah. Satu paspor Slovakia dan satu lagi Rumania, sebagai jaminan bagi calon 'pembelot'.

Operator FSB menilai meninggalkan Rusia dengan dokumen semacam itu akan mengubah keluarga pilot menjadi 'sandera' intelijen Ukraina. Sebab, metode pemerasan, ancaman, dan tekanan sudah lama menjadi praktik standar bagi mereka.

"Jelas, operasi itu dilakukan dengan dukungan dari Barat, terutama, dinas intelijen Inggris. Kami tahu soal keterlibatan Grozev dan MI16 tak hanya dari pernyataan ini," kata agen intelijen Rusia itu,

Skenario tersebut juga katanya melibatkan sesama anggota kru mereka. Su-34 memiliki dua awak, sedang Tu-22M3 punya empat kru.

Intelijen Ukraina menyarankan agar pilot Rusia memberi obat clophelin (clonidine) kepada awak mereka. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit lain.

Namun, jika dalam dosis tinggi, ia memiliki efek sedatif dan bisa melumpuhkan otak bahkan menghilangkan nyawa.

"Sebagai pilot saya diminta melumpuhkan co-pilot saya, dan apa yang akan terjadi padanya setelah itu tak jelas. Termasuk apakah dia akan tetap hidup atau tidak," jelas pilot itu lagi.

Menurut informasi FSB, pihak Ukraina kukuh bahwa anggota kru yang dikhianati akan aman dan ditukar sebagai tawanan perang di kemudian hari. Dan, pilot Rusia ragu akan hal ini.


HALAMAN:
1 2