Profil Zawahiri: Dokter dan Teroris Al Qaeda yang Tewas di Tangan AS
CNN Indonesia
Selasa, 02 Agu 2022 09:26 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bagaimana kiprah Ayman al-Zawahiri, seorang dokter asal Mesir hingga bisa menjadi salah satu teroris paling dicari oleh Amerika Serikat? (Foto: AL-JAZEERA / AFP)
Presiden AS Joe Biden mengatakan Zawahiri menjadi simbol internasional kelompok Al-Qaeda usai 11 tahun Osama bin Laden tewas. Ia bahkan sempat menjadi dokter pribadi bin Laden.
"Dia sangat terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001 [11/9], salah satu yang paling bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 2.977 jiwa di Amerika," kata Biden saat konferensi pers di Gedung Putih.
Ia kemudian berujar, "Selama beberapa dekade, dia merupakan dalang serangan terhadap warga Amerika. Saya setuju serangan tepat memusnagkan dia dari medan perang."
Terlepas dari operasi penumpasan teroris AS, siapa sebetulnya Zawahiri?
Zawahiri berasal dari keluarga terkemuka di Mesir. Kakeknya, Rabia al-Zawahiri merupakan seorang imam di Universitas Al-Azhar, Kairo. Sementara, paman buyutnya Abdel Rahman Azzam adalah eks sekretaris pertama Liga Arab.
Zawahiri telah menjadi target AS selama setahun usai mereka menarik diri dari Afghanistan pada Agustus 2021 lalu. Ia disebut telah membantu mendalangi serangan11 September 2001 atau 9/11 di Amerika.
"Ke-19 bersaudara itu (pelaku serangan 9/11) yang keluar dan menyerahkan jiwa mereka kepada Allah, Tuhan Yang Mahakuasa memberikan mereka kemenangan yang kita nikmati sekarang," kata Zawahiri dalam pesan yang dirilis pada April 2002.
Hari-hari setelah serangan 9/11, Zawahiri pun ikut menjadi target AS bersama bin Laden. Pada 2002 pasukan Washington bergerak menginvasi Afghanistan, Zawahiri juga tak tinggal diam. Di suatu titik, ia lolos dari serangan AS di wilayah Pegunungan Tora, Afghanistan.
Serangan itu malah mengenai istri dan salah satu anaknya hingga tewas.
Sebelum menjadi buron AS, ia pernah menjadi seorang militan Muslim dan terlibat dalam pembunuhan Presiden Mesir, Anwar Sadat, pada 1981.
"Kami ingin bicara kepada seluruh dunia. Siapa kami? Siapa kami?,"kata dia.
Ketika itu, Al-Zawahiri berkomitmen dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintahan Mesir selama bertahun-tahun. Komplotan ini ingin mengganti sistem pemerintahan dengan Islam fundamentalis.
Keterlibatannya dalam membunuh orang presiden nomor satu di Mesir membuat Zawahiri bangga. Sebab, ia merasa melenyapkan satu orang yang dianggap mengkhianati Islam dan berkolusi dengan Israel.
Akibat perbuatannya itu, ia sempat dibui. Setelah bebas, ia pergi ke Pakistan sebagai seorang dokter muda. Di sana, Zawahiri merawat orang-orang yang terluka usai melawan pendudukan Uni Soviet di Afghanistan.
Pakistan merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.
Di negara itu lah, Zawahiri bertemu dengan Osama bin Laden dan menemukan tujuan yang sama.
"Kami bekerja dengan saudara bin Laden. Kami mengenalnya sejak lebih dari 10 tahun sekarang. Kami bertempur dengannya di sini di Agfhanistan," kata dia pada 1998.
Setelah bertemu dengan pentolan Al-Qaeda, Zawahiri mengumumkan penggabungan kelompok teror Jihadi Islam Mesir, dengan milisi Al Qaeda pimpinan bin Laden. Mereka lalu menandatangani deklarasi.
"Kesepakatan untuk membunuh dan memerangi warga Amerika dan sekutu mereka, baik warga sipiil atau militer, merupakan kewajiban setiap Muslim," bunyi deklarasi itu seperti dikutip CNN.
Apa peran Zawahiri di serangan 9/11 AS? Baca di halaman berikutnya >>>
Peran Ayman Al-Zawahiri di Teror 9/11
Sebelum serangan 11/9, Al-Qaeda termasuk Zawahiri sempat mengebom Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania. Imbas serangan ini, setidaknya 200 orang meninggal.
AS kemudian membalas dengan meluncurkan rudal jelajah. Namun, tak mengenai Zawahiri atau bin Laden.
Kemudian, pada Oktober 2002 mereka menyerang kapal AS USS Cole di Yaman. Ketika itu, pelaku bom bunuh diri meledakkan kapal AS itu hingga menewaskan 17 pelaut Amerika dan melukai 39 yang lain.
Puncak dari rencana teror Zawahiri terjadi pada 11 September 2001 dalam serangan ke menara kembar World Trade Center dan Pentagon di AS.
Pesawat keempat yang dibajak, menuju Washington, jatuh di lapangan Pennsylvania setelah sempat penumpang melawan.
Sejak itu, Zawahiri muncul di publik dalam berbagai video. Ia mendesak umat Islam untuk berjihad dan melawan AS serta sekutu. Beberapa rekaman dia disertai serangan teroris.
Pada Mei 2003, misalnya, bom bunuh diri di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 23 orang, termasuk sembilan warga AS. Insiden ini muncul beberapa hari setelah rekaman yang diduga berisi suara Zawahiri dirilis.
Kementerian Luar Negeri AS sampai menawarkan hadiah hingga US$25 juta atau sekitar Rp375 miliar bagi siapa saja yang mengetahui informasi soal keberadaan Zawahari.
Pada Juni 2021 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan yang menunjukkan Zawahiri berada di suatu tempat di perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Mereka juga menuliskan bahwa dia mungkin terlalu lemah untuk muncul sebagai propaganda.
Presiden AS Joe Biden mengatakan Zawahiri menjadi simbol internasional kelompok Al-Qaeda usai 11 tahun Osama bin Laden tewas. Ia bahkan sempat menjadi dokter pribadi bin Laden.
"Dia sangat terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001 [11/9], salah satu yang paling bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 2.977 jiwa di Amerika," kata Biden saat konferensi pers di Gedung Putih.
Ia kemudian berujar, "Selama beberapa dekade, dia merupakan dalang serangan terhadap warga Amerika. Saya setuju serangan tepat memusnagkan dia dari medan perang."
Terlepas dari operasi penumpasan teroris AS, siapa sebetulnya Zawahiri?
Zawahiri berasal dari keluarga terkemuka di Mesir. Kakeknya, Rabia al-Zawahiri merupakan seorang imam di Universitas Al-Azhar, Kairo. Sementara, paman buyutnya Abdel Rahman Azzam adalah eks sekretaris pertama Liga Arab.
Zawahiri telah menjadi target AS selama setahun usai mereka menarik diri dari Afghanistan pada Agustus 2021 lalu. Ia disebut telah membantu mendalangi serangan11 September 2001 atau 9/11 di Amerika.
"Ke-19 bersaudara itu (pelaku serangan 9/11) yang keluar dan menyerahkan jiwa mereka kepada Allah, Tuhan Yang Mahakuasa memberikan mereka kemenangan yang kita nikmati sekarang," kata Zawahiri dalam pesan yang dirilis pada April 2002.
Hari-hari setelah serangan 9/11, Zawahiri pun ikut menjadi target AS bersama bin Laden. Pada 2002 pasukan Washington bergerak menginvasi Afghanistan, Zawahiri juga tak tinggal diam. Di suatu titik, ia lolos dari serangan AS di wilayah Pegunungan Tora, Afghanistan.
Serangan itu malah mengenai istri dan salah satu anaknya hingga tewas.
Sebelum menjadi buron AS, ia pernah menjadi seorang militan Muslim dan terlibat dalam pembunuhan Presiden Mesir, Anwar Sadat, pada 1981.
"Kami ingin bicara kepada seluruh dunia. Siapa kami? Siapa kami?,"kata dia.
Ketika itu, Al-Zawahiri berkomitmen dan berkomplot untuk menggulingkan pemerintahan Mesir selama bertahun-tahun. Komplotan ini ingin mengganti sistem pemerintahan dengan Islam fundamentalis.
Keterlibatannya dalam membunuh orang presiden nomor satu di Mesir membuat Zawahiri bangga. Sebab, ia merasa melenyapkan satu orang yang dianggap mengkhianati Islam dan berkolusi dengan Israel.
Akibat perbuatannya itu, ia sempat dibui. Setelah bebas, ia pergi ke Pakistan sebagai seorang dokter muda. Di sana, Zawahiri merawat orang-orang yang terluka usai melawan pendudukan Uni Soviet di Afghanistan.
Pakistan merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.
Di negara itu lah, Zawahiri bertemu dengan Osama bin Laden dan menemukan tujuan yang sama.
"Kami bekerja dengan saudara bin Laden. Kami mengenalnya sejak lebih dari 10 tahun sekarang. Kami bertempur dengannya di sini di Agfhanistan," kata dia pada 1998.
Setelah bertemu dengan pentolan Al-Qaeda, Zawahiri mengumumkan penggabungan kelompok teror Jihadi Islam Mesir, dengan milisi Al Qaeda pimpinan bin Laden. Mereka lalu menandatangani deklarasi.
"Kesepakatan untuk membunuh dan memerangi warga Amerika dan sekutu mereka, baik warga sipiil atau militer, merupakan kewajiban setiap Muslim," bunyi deklarasi itu seperti dikutip CNN.
Apa peran Zawahiri di serangan 9/11 AS? Baca di halaman berikutnya >>>
Peran Ayman Al-Zawahiri dalam Serangan Teror 9/11
Osama bin Laden (kiri) dan Ayman Al-Zawahiri (kanan) pada 10 November 2001, beberapa bulan usai Al Qaeda melancarkan serangan teror 9/11 di AS. (Foto: REUTERS/Hamid Mir/Editor/Ausaf Newspaper for Daily Dawn)
Peran Ayman Al-Zawahiri di Teror 9/11
Sebelum serangan 11/9, Al-Qaeda termasuk Zawahiri sempat mengebom Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania. Imbas serangan ini, setidaknya 200 orang meninggal.
AS kemudian membalas dengan meluncurkan rudal jelajah. Namun, tak mengenai Zawahiri atau bin Laden.
Kemudian, pada Oktober 2002 mereka menyerang kapal AS USS Cole di Yaman. Ketika itu, pelaku bom bunuh diri meledakkan kapal AS itu hingga menewaskan 17 pelaut Amerika dan melukai 39 yang lain.
Puncak dari rencana teror Zawahiri terjadi pada 11 September 2001 dalam serangan ke menara kembar World Trade Center dan Pentagon di AS.
Pesawat keempat yang dibajak, menuju Washington, jatuh di lapangan Pennsylvania setelah sempat penumpang melawan.
Sejak itu, Zawahiri muncul di publik dalam berbagai video. Ia mendesak umat Islam untuk berjihad dan melawan AS serta sekutu. Beberapa rekaman dia disertai serangan teroris.
Pada Mei 2003, misalnya, bom bunuh diri di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 23 orang, termasuk sembilan warga AS. Insiden ini muncul beberapa hari setelah rekaman yang diduga berisi suara Zawahiri dirilis.
Kementerian Luar Negeri AS sampai menawarkan hadiah hingga US$25 juta atau sekitar Rp375 miliar bagi siapa saja yang mengetahui informasi soal keberadaan Zawahari.
Pada Juni 2021 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan yang menunjukkan Zawahiri berada di suatu tempat di perbatasan Afghanistan dan Pakistan. Mereka juga menuliskan bahwa dia mungkin terlalu lemah untuk muncul sebagai propaganda.