Kenapa FBI Gerebek Rumah Donald Trump?

CNN Indonesia
Selasa, 09 Agu 2022 14:18 WIB
Biro Investigasi Federal (FBI) menggerebek rumah eks Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di resor Mar-a Lago, Florida, pada Senin (8/8). Biro Investigasi Federal (FBI) menggerebek rumah eks Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di resor Mar-a Lago, Florida, pada Senin (8/8). (AFP/Giorgio Viera)
Jakarta, CNN Indonesia --

Biro Investigasi Federal (FBI) menggerebek rumah eks Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di resor Mar-a Lago, Florida, pada Senin (8/8).

Tiga sumber mengatakan kepada CNN bahwa penggerebekan ini terkait dengan dokumen rahasia kepresidenan yang diduga dibawa di rumah itu.

Penyelidikan ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa waktu belakangan. Pada awal tahun ini, penyelidik juga sudah menggeledah resor di Mar-a-Lago itu.

Badan yang bertugas mengumpulkan dokumen kepresidenan, Arsip Nasional, mengungkap bahwa dalam penggeledahan itu, penyelidik menemukan 15 kotak dokumen Gedung Putih, termasuk yang rahasia.

Ketika itu, empat penyelidik termasuk kepala intelijen dan pengawas ekspor di Kementerian Kehakiman terlihat duduk dengan dua pengacara Trump, Christina Bobb and Evan Corcoran.

Di awal pertemuan, Trump mampir dan menyapa para penyelidik di dekat ruang makan. Namun, sesaat kemudian dia pergi tanpa menjawab pertanyaan.

Para penyelidik lalu bertanya ke pengacara apakah mereka bisa melihat lokasi Trump menyimpan dokumen tersebut.

Pengacara mengajak penyelidik ke ruang bawah tanah, lokasi kotak-kotak berkas disimpan. Penyelidik kemudian melihat sekeliling sebelum pergi.

[Gambas:Video CNN]

Saat FBI menggeledah rumah Trump kali ini, sang mantan presiden sedang tak berada di lokasi. Ia mengonfirmasi melalui Twitter mengenai penggeledahan tersebut.

"Rumah saya yang indah di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, saat ini digerebek, digeledah, dan dikuasai sejumlah besar gerombolan FBI," kata Trump dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Bobb mengatakan bahwa FBI menyita sejumlah dokumen dari rumah itu.

"Trump dan kuasa hukumnya kooperatif dengan petugas FBI dan Kementerian Kehakiman di setiap prosesnya. FBI memang melakukan penggerebekan secara mendadak dan menyita sejumlah dokumen," kata Bobb kepada CNN.

(isa/has)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER