Kenapa Iran Benci Israel?

CNN Indonesia
Senin, 08 Agu 2022 18:42 WIB
Hubungan Israel-Iran menjadi sorotan saat Teheran mengaku siap siaga setelah pasukan Tel Aviv menggempur jalur Gaza, Palestina sejak pekan lalu. Ilustrasi tentara Iran. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hubungan Israel dengan Iran menjadi sorotan saat Teheran mengaku siaga usai pasukan Tel Aviv menggempur jalur Gaza, Palestina sejak pekan lalu.

Kedua negara ini kerap terlibat sejumlah perselisihan dan disebut musuh bebuyutan. Mulai dari ribut-ribut soal pengadaan nuklir hingga saling komentar siap serang.

Ketegangan semakin meningkat usai Iran mengancam akan menghapus Israel dari peta sebagai buntut serangan Tel Aviv ke Jalur Gaza.

"Anak-anak Hizbullah sedang membuat rencana meluncurkan pukulan terakhir terhadap rezim Zionis [Israel]," kata Komandan Pasukan Al Quds Iran, Esmail Ghaani pada pekan lalu.

Ia kemudian berujar, " [Rencana ini] untuk merealisasikan keinginan Imam Khamenei, yakni benar-benar ingin menghapus Israel dari peta dan muka Bumi."

Ghaani juga menegaskan pihaknya tak akan berhenti berjuang melawan musuh.

Israel, sementara itu, membela tindakannya sebagai balasan atas serangan milisi Jihadi Islam, yang disokong Iran.

Menanggapi permusuhan ini, mengapa Iran tampak membenci Israel?

'Kebencian' itu tak muncul begitu saja. Permusuhan keduanya bermula saat pemimpin Iran, Mohammad Reza Pahlevi digulingkan pada 1974.

Warga Iran, terutama pemimpin ulama Islam Syiah, Ayatollah Khomeini merasa tak puas dengan kebijakan sosial ekonomi yang diterapkan Reza. Mulai dari dekat dengan AS-Israel dan bergantung pada pendapatan minyak.

Ia lalu menyerukan penggulingan terhadap Reza dan menginginkan Iran kembali ke tradisi Islam atau yang disebut Revolusi Islam Iran.

[Gambas:Video CNN]


Di era rezim baru, Iran menyebut AS sebagai Setan Besar, dan menyebut Israel sebagai Setan Kecil. Mereka meninggalkan hubungan dengan Tel Aviv dan mendukung perjuangan Palestina.

Dukungan itu sebagai upaya memperluas pengaruh revolusi Islam di dunia Muslim dan melegitimasi kekuasaan ulama. Khomeini di suatu waktu bahkan pernah menegaskan Israel adalah negara yang ingin ia hilangkan.

Sebetulnya hubungan Israel-Iran sempat harmonis. Mereka bersama Amerika Serikat menentang upaya Uni Soviet mendapat pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Israel bahkan sempat memiliki misi diplomatik di Teheran antara 1948 hingga 1978. Iran juga menjadi negara kedua yang mengakui Israel pada 1950, setahun usai Turki.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Israel Cemas Program Nuklir Iran

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER