Menlu Korsel-China Bertemu, Bahas Nuklir Korut sampai Boikot K-Pop

rds | CNN Indonesia
Rabu, 10 Agu 2022 02:00 WIB
Menlu Korsel Park Jin tiba China bertemu dengan Menlu Wang Yi dalam kunjungan tingkat tinggi pertama ke Negeri Tirai Bambu di era Presiden Yoon Suk Yeol. Menlu Korsel Park Jin tiba China bertemu dengan Menlu Wang Yi dalam kunjungan tingkat tinggi pertama ke Negeri Tirai Bambu di era Presiden Yoon Suk Yeol. (Foto: AFP/TANG CHHIN SOTHY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Korea Selatan dan China akan menggelar pertemuan pada Selasa (9/8) di Qingdao saat Seoul mencari cara membuka kembali negosiasi denuklirisasi dengan Korea Utara dan melanjutkan ekspor budaya K-Pop ke Negeri Tirai Bambu.

Menlu Korsel Park Jin tiba di kota pelabuhan timur Qingdao pada Senin (8/8) untuk bertemu dengan Menlu China Wang Yi dalam kunjungan tingkat tinggi pertama ke China di era pemerintahan Presiden Yoon Suk Yeol.

Park mengatakan dia akan mengusulkan rencana aksi bersama untuk memperkuat hubungan Beijing-Seoul yang berusia 30 tahun ini. Selain itu, Park menuturkan ia dan Wang Yi fokus membahas penguatan komunikasi strategis  kedua negara dan membahas masalah denuklirisasi Korea Utara hingga menstabilkan rantai pasokan global.

Pemerintahan Yoon telah berusaha mengekang uji coba senjata Korea Utara dan membawanya kembali ke pembicaraan denuklirisasi yang terhenti sejak 2019.

Selain isu strategis dan keamanan, misi Park ke China antara lain menormalisasi dan meningkatkan pertukaran budaya dan mobilisasi warga kedua negara, terutama membuka lagi keran ekspor K-Pop ke Negeri Tirai Bambu.

[Gambas:Video CNN]

"Saya ingin mendiskusikan cara untuk mempromosikan komunikasi dan pertukaran antara generasi muda yang akan membawa masa depan kedua negara lebih cerah," kata Park di Twitter.

"Mempertimbangkan popularitas global dari Korean wave atau hallyu, saya akan membahas cara untuk memperkenalkan K-Pop dan konten budaya secara luas termasuk film, drama, dan game ke China," ucapnya menambahkan.

China memang telah melarang pertukaran kebudayaan dengan Korsel,terutama soal K-Pop dan drama Korea pada 2016 lalu sebagai respons atas ketidaksukaan Beijing terhadap langkah Seoul yang mengerahkan sistem pertahanan rudal THAAD Amerika Serikat di negaranya.

Pembicaraan Park dan Wang Yi terjadi di tengah meningkatnya persaingan China-AS gegara lawatan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan 4 Agustus lalu.

Park juga disebut akan meyakinkan Beijing tentang hubungan bilateral Korsel-China meskipun Seoul memiliki relasi yang lebih erat dengan AS.

Park mengatakan sebelum berangkat ke China pada hari Senin bahwa posisi Korea Selatan untuk menghormati prinsip Satu China tetap tidak berubah, tetapi menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting untuk keamanan dan kemakmuran regional.

Kedua belah pihak juga menghadapi potensi gejolak atas THAAD dan kemungkinan partisipasi Seoul dalam aliansi chip yang dipimpin AS yang melibatkan Taiwan dan Jepang akan menjadi ganjalan relasi Seoul-Beijing ke depan. Sebab, aliansi itu ditentang China.

Dikutip Reuters, China berpendapat bahwa sistem rudal THAAD dapat memata-matai wilayah udaranya.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER