Trump Bantah FBI Cari Dokumen Nuklir di Rumahnya: Orang-orang Busuk

CNN Indonesia
Jumat, 12 Agu 2022 21:02 WIB
Eks Presiden AS, Donald Trump, membantah laporan media yang menyebutkan FBI mencari dokumen senjata nuklir ketika menggeledah rumahnya. Eks Presiden AS, Donald Trump, membantah laporan media yang menyebutkan FBI mencari dokumen senjata nuklir ketika menggeledah rumahnya. (Reuters/Cheriss May)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah laporan media yang menyebutkan Biro Investigasi Federal (FBI) mencari dokumen senjata nuklir ketika menggeledah rumahnya.

"[Dokumen rahasia] soal senjata nuklir itu hoaks. Orang yang sama busuknya terlibat," kata dia melalui jejaring sosial buatannya, Truth Social, Jumat (12/8).

Namun, Trump tak memberikan bukti soal klaim hoaks tersebut. Dia malah mempertanyakan kinerja FBI.

"Mengapa FBI tak mengizinkan pengacara kami atau orang lain hadir dalam inspeksi di area Mar-a Lago?" kata Trump, seperti dikutip Reuters.

FBI menggeledah rumah Trump di resor Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, pada Senin (8/8) waktu setempat. Dalam penggeledahan ini, mereka berhasil mengamankan sekitar 10 kotak dokumen.

Mereka menggeledah untuk mencari dokumen rahasia negara yang diduga masih disimpan Trump.

The Washington Post melaporkan dokumen rahasia yang dicari FBI terkait program senjata nuklir. Namun, mereka tak memberikan rincian tipe informasi dokumen yang dicari.

Kementerian Kehakiman AS memasukkan kategori penggeledahan Trump ke kategori luar biasa. Artinya, dokumen yang dicari amat penting.

[Gambas:Video CNN]

Penggeledahan di rumah Trump dilakukan sebagai tindak lanjut laporan Badan Arsip Nasional yang kehilangan sejumlah dokumen rahasia pada Januari lalu.

Ketika itu, FBI mengamankan 15 boks dari rumah Trump. Dalam penggeledahan itu, ditemukan sejumlah dokumen yang tergolong rahasia dan amat rahasia.

The Washington Post melaporkan beberapa dokumen yang ditemukan di penggeledahan pada Januari itu termasuk surat dan catatan dari pemimpin negara lain, salah satunya Kim Jong Un.

(isa/has)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER