Nehru berperan besar dalam gerakan tersebut, di mana ia menemukan cara bagi negara berkembang untuk menangkal kolonialisme dan imperialism, pun menghindari ikut terseret konflik negara lain.
Hubungan AS dan India sempat memburuk kala India menerima bantuan ekonomi dan militer dari Uni Soviet pada 1960-an.
Meski begitu, relasi keduanya mulai membaik kala mantan Presiden AS Bill Clinton berkunjung ke India pada 2000 untuk rekonsiliasi.
Saat ini, hubungan India dan AS cukup baik mengingat Washington tengah berupaya menangkal pengaruh China di kawasan Asia-Pasifik.
AS kemudian melibatkan India sebagai salah satu mitra kelompok pertahanan yang disebut Quad. Kelompok itu juga beranggotakan Jepang dan Australia.
Kala AS berupaya menekan pengaruh China, India memiliki alasan tersendiri untuk melawan pengaruh Beijing. Salah satu alasannya adalah sengketa perbatasan Pegunungan Himalaya.
"India berhasil membuat dirinya menjadi aset panggung internasional karena budaya politik internasional saat ini, pun modal politik dan diplomasi militer yang dilakukan pemerintahan sebelumnya," kata profesor diplomasi dan perlucutan senjata di Universitas Jawaharlal Nehru, Happymon Jacob.
Perkembangan Teknologi India
India juga mencoba mengembangkan negaranya dari segi teknologi.
Pada 2017, India memecahkan rekor dunia kala meluncurkan 104 satelit dalam satu misi.
Pada 2019, Modi mengumumkan India telah menembak salah satu satelitnya dalam pameran kekuatan militer, membuat New Delhi menjadi satu dari empat negara yang berhasil meraih prestasi tersebut.
Pada 2020, India mencoba mendaratkan pesawat udara ke bulan. Namun, percobaan tersebut gagal.
Pada 2021, India mengeluarkan dana besar untuk program luar angkasanya, yakni hampir mencapai US$2 miliar (Rp29,4 triliun).
Tak hanya itu, India berencana meluncurkan misi luar angkasa berawak pertamanya pada 2023.
Kala memberikan pidato perayaan kemerdekaan India hari ini, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan negaranya bakal menjadi negara maju dalam 25 tahun.
"Kita harus mengubah India menjadi negara maju dalam 25 tahun, saat kita hidup. Itu merupakan resolusi besar, dan kita harus bekerja untuk mencapainya dengan semua kekuatan kita," kata Modi, dikutip dari Reuters.
Perkembangan Ekonomi India
Saat ini, India merupakan salah satu dari 20 negara dalam perekonomian terbesar di dunia, yang juga disebut Grup 20.
Kemajuan perekonomian India saat ini melonjak pesat ketimbang saat India baru saja mendapatkan kemerdekaan.
Sebagaimana dilansir CNN, rata-rata harapan hidup di India beberapa tahun setelah kemerdekaan hanya mencapai 37 untuk pria dan 36 untuk wanita.
Tak hanya itu, hanya 12 persen dari warga India yang terpelajar kala itu. Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) India mencapai US$20 miliar (Rp294 triliun).
Meski begitu, India tumbuh menjadi negara dengan perekonomian terbesar dunia saat ini. Angka PDB negara itu juga hampir mencapai US$3 triliun (Rp44.225 trilun).
Bank Dunia bahkan meningkatkan status India dari negara berpenghasilan rendah menjadi negara dengan penghasilan menengah. Negara dalam klasifikasi tersebut memiliki pendapatan nasional bruto per kapita dari US$1.036 (Rp15,2 juta) hingga US$12.535 (Rp184 juta).
Tak hanya itu, angka kaum terpelajar India juga meningkat hingga 74 persen untuk pria, pun 65 persen untuk wanita. Angka harapan hidup di India juga meningkat, yakni mencapai 70 tahun.
Transformasi India tersebut disebabkan oleh 'terobosan reformasi' yang terjadi pada 1990-an. Kala itu, Perdana Menteri PV Narasimha Rao dan Menteri Keuangan Manmohan Singh membuka India untuk investasi asing.
Pembukaan ini dilakukan setelah India mengalami krisis utang dan inflasi tinggi.
Nehru berperan besar dalam gerakan tersebut, di mana ia menemukan cara bagi negara berkembang untuk menangkal kolonialisme dan imperialism, pun menghindari ikut terseret konflik negara lain.
Hubungan AS dan India sempat memburuk kala India menerima bantuan ekonomi dan militer dari Uni Soviet pada 1960-an.
Meski begitu, relasi keduanya mulai membaik kala mantan Presiden AS Bill Clinton berkunjung ke India pada 2000 untuk rekonsiliasi.
Saat ini, hubungan India dan AS cukup baik mengingat Washington tengah berupaya menangkal pengaruh China di kawasan Asia-Pasifik.
AS kemudian melibatkan India sebagai salah satu mitra kelompok pertahanan yang disebut Quad. Kelompok itu juga beranggotakan Jepang dan Australia.
Kala AS berupaya menekan pengaruh China, India memiliki alasan tersendiri untuk melawan pengaruh Beijing. Salah satu alasannya adalah sengketa perbatasan Pegunungan Himalaya.
"India berhasil membuat dirinya menjadi aset panggung internasional karena budaya politik internasional saat ini, pun modal politik dan diplomasi militer yang dilakukan pemerintahan sebelumnya," kata profesor diplomasi dan perlucutan senjata di Universitas Jawaharlal Nehru, Happymon Jacob.
Perkembangan Teknologi India
India juga mencoba mengembangkan negaranya dari segi teknologi.
Pada 2017, India memecahkan rekor dunia kala meluncurkan 104 satelit dalam satu misi.
Pada 2019, Modi mengumumkan India telah menembak salah satu satelitnya dalam pameran kekuatan militer, membuat New Delhi menjadi satu dari empat negara yang berhasil meraih prestasi tersebut.
Pada 2020, India mencoba mendaratkan pesawat udara ke bulan. Namun, percobaan tersebut gagal.
Pada 2021, India mengeluarkan dana besar untuk program luar angkasanya, yakni hampir mencapai US$2 miliar (Rp29,4 triliun).
Tak hanya itu, India berencana meluncurkan misi luar angkasa berawak pertamanya pada 2023.