4 Nasib Tragis Penerjemah-Penerbit Ayat-ayat Setan Buku Salman Rushdie
CNN Indonesia
Selasa, 16 Agu 2022 12:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ayat-ayat Setan menjadi sorotan setelah sang penulis, Salman Rushdie, ditusuk di AS. Sederet sosok juga bernasib tragis karena menerjemahkan buku Rushdie itu. (AFP/Norbert Schiller)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ayat-ayat Setan kembali menjadi sorotan setelah sang penulis buku, Salman Rushdie, ditusuk berkali-kali di Amerika Serikat. Sederet sosok juga bernasib tragis karena menerjemahkan buku Rushdie itu.
Rushdie menulis Ayat-ayat Setan pada 1988 dan langsung menuai kritik. Masyarakat Muslim menganggap buku itu memuat penghinaan terhadap Islam.
Pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, bahkan mengeluarkan fatwa untuk menyerukan pembunuhan Rushdie, sebagaimana diberitakan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Rushdie, sejumlah penerjemah buku Ayat-ayat Setan juga menjadi bulan-bulanan. Berikut beberapa di antaranya.
Seorang penerjemah Italia, Ettore Capriolo, dipukul dan diserang menggunakan pisau di Milan pada 3 Juli 1991. Akibat serangan itu, Capriolo terluka luka di bagian leher, dada, dan tangan.
Sebagaimana dilansir Reuters, Capriolo selamat dari serangan tersebut. Sementara itu, pelaku penyerangan berhasil kabur.
Menurut Capriolo, ppelaku penyerangan merupakan warga Iran yang menginginkan terjemahan sebuah pamflet Muslim.
Beberapa hari setelah kejadian, penegak hukum Iran menganggap serangan Capriolo tak berkaitan dengan buku Ayat-ayat Setan.
Namun, hingga saat ini pelaku belum ditangkap. Kejahatan ini pun tak pernah terselesaikan.
Kepolisian Jepang kala itu menyatakan mereka tak memiliki bukti spesifik yang menunjukkan keterkaitan antara serangan ini dengan buku tersebut.
Meski begitu, laporan media mengindikasikan Igarashi sempat mendapatkan ancaman pembunuhan dari militan Islam. Igarashi juga sempat dilindungi pengawal selama beberapa waktu.
Selama hidupnya, Igarashi merupakan penerjemah sekaligus pengajar perbandingan budaya Islam selama lima tahun.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
3. William Nygaard
Penerbit buku Ayat-ayat Setan di Norwegia, William Nygaard, sempat ditembak sebanyak tiga kali pada 11 Oktober 1993.
The Independent melaporkan, Nygaard selamat dari penembakan itu, tetapi pelakunya tak pernah tertangkap.
Sebagaimana diberitakan media Kanada, CBC, Nygaard ditembak kala ia pulang ke rumah setelah menghadiri bazar buku di Frankfurt.
Nygaard sendiri merupakan mantan CEO rumah penerbitan Aschehoug.
4. Aziz Nesin
Aziz Nesin juga menjadi salah satu korban penyerangan karena mempublikasikan kutipan buku Ayat-ayat Setan di media Turki.
Pada 1993, militan Islam membakar sebuah hotel di Turki untuk membunuh Aziz Nesin.Nesin selamat dari kebakaran ini, tetapi 37 orang lainnya tewas.
Nesin berhasil selamat menggunakan tangga pemadam kebakaran. Ia mengalami luka kecil dan pergi dari lokasi kejadian dengan mobil polisi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ayat-ayat Setan kembali menjadi sorotan setelah sang penulis buku, Salman Rushdie, ditusuk berkali-kali di Amerika Serikat. Sederet sosok juga bernasib tragis karena menerjemahkan buku Rushdie itu.
Rushdie menulis Ayat-ayat Setan pada 1988 dan langsung menuai kritik. Masyarakat Muslim menganggap buku itu memuat penghinaan terhadap Islam.
Pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, bahkan mengeluarkan fatwa untuk menyerukan pembunuhan Rushdie, sebagaimana diberitakan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Rushdie, sejumlah penerjemah buku Ayat-ayat Setan juga menjadi bulan-bulanan. Berikut beberapa di antaranya.
Seorang penerjemah Italia, Ettore Capriolo, dipukul dan diserang menggunakan pisau di Milan pada 3 Juli 1991. Akibat serangan itu, Capriolo terluka luka di bagian leher, dada, dan tangan.
Sebagaimana dilansir Reuters, Capriolo selamat dari serangan tersebut. Sementara itu, pelaku penyerangan berhasil kabur.
Menurut Capriolo, ppelaku penyerangan merupakan warga Iran yang menginginkan terjemahan sebuah pamflet Muslim.
Beberapa hari setelah kejadian, penegak hukum Iran menganggap serangan Capriolo tak berkaitan dengan buku Ayat-ayat Setan.
Namun, hingga saat ini pelaku belum ditangkap. Kejahatan ini pun tak pernah terselesaikan.
Kepolisian Jepang kala itu menyatakan mereka tak memiliki bukti spesifik yang menunjukkan keterkaitan antara serangan ini dengan buku tersebut.
Meski begitu, laporan media mengindikasikan Igarashi sempat mendapatkan ancaman pembunuhan dari militan Islam. Igarashi juga sempat dilindungi pengawal selama beberapa waktu.
Selama hidupnya, Igarashi merupakan penerjemah sekaligus pengajar perbandingan budaya Islam selama lima tahun.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
4 Nasib Tragis Penerjemah-Penerbit Ayat-ayat Setan Buku Salman Rushdie
Ayat-ayat Setan menjadi sorotan setelah sang penulis, Salman Rushdie, ditusuk di AS. Sederet sosok juga bernasib tragis karena menerjemahkan buku Rushdie itu. (AFP/Marcel Mochet)
3. William Nygaard
Penerbit buku Ayat-ayat Setan di Norwegia, William Nygaard, sempat ditembak sebanyak tiga kali pada 11 Oktober 1993.
The Independent melaporkan, Nygaard selamat dari penembakan itu, tetapi pelakunya tak pernah tertangkap.
Sebagaimana diberitakan media Kanada, CBC, Nygaard ditembak kala ia pulang ke rumah setelah menghadiri bazar buku di Frankfurt.
Nygaard sendiri merupakan mantan CEO rumah penerbitan Aschehoug.
4. Aziz Nesin
Aziz Nesin juga menjadi salah satu korban penyerangan karena mempublikasikan kutipan buku Ayat-ayat Setan di media Turki.
Pada 1993, militan Islam membakar sebuah hotel di Turki untuk membunuh Aziz Nesin.Nesin selamat dari kebakaran ini, tetapi 37 orang lainnya tewas.
Nesin berhasil selamat menggunakan tangga pemadam kebakaran. Ia mengalami luka kecil dan pergi dari lokasi kejadian dengan mobil polisi.