Hakim Bebaskan Pelaku Pencabulan Wanita di India: Pakaian Korban Seksi

CNN Indonesia
Kamis, 18 Agu 2022 16:14 WIB
Hakim pengadilan distrik di negara bagian Kerala India mengungkapkan alasan menjatuhkan vonis bebas pelaku pemerkosaan wanita India. Foto ilustrasi. Pengadilan distrik di India bebaskan pelaku pencabulan terhadap wanita dan salahkan pakaian korban. (Istockphoto/Marilyn Nieves)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hakim pengadilan distrik di negara bagian Kerala India mengungkapkan alasan menjatuhkan vonis bebas pelaku pemerkosaan wanita India.

Pengadilan menyebutkan bahwa salah satu alasannya karena korban berpakaian seksi yang 'menggoda' pelaku, demikian seperti dikutip dari CNN.

Hakim juga menambahkan berdasarkan kesan pertama di pengadilan, tuntutan penggugat tak bisa dijadikan dasar untuk melawan terdakwa perkosaan.

Pertimbangan utama pengadilan membebaskan tersangka 74 tahun dari tuntutan karena kondisi pelaku yang dinilai sebagai difabilitas.

[Gambas:Video CNN]

Hakim menyatakan nyaris tak mungkin dipercaya bahwa seorang seorang difabel mampu memaksa wanita ke pangkuannya dan secara seksual menyentuh payudara korban.

CNN sudah mencoba menghubungi pengacara tersangka untuk dimintai konfirmasi, namun belum mendapatkan jawaban hingga berita ini dipublikasi.

Keputusan pengadilan negara bagian Kerala ini pun mengundang kemarahan publik India terutama kaum perempuan. Vonis bebas itu seolah memperkuat perlakuan diskriminatif terhadap kasus-kasus pelecehan seksual hingga perkosaan yang dialami kaum perempuan di India.

Ketua Komisi Wanita Delhi, Swati Maliwal, mengecam hakim distrik dan mendesak Pengadilan Tinggi Kerala untuk megambil alih kasus itu.

"Sejak kapan korban pelecehan seksual disalahkan karena pola pikirnya (dalam berpakaian)?" kata Maliwal dalam akun Twitternya.

Sebelumnya, India membebaskan 11 pelaku perkosaan terhadap wanita muslim yang tengah hamil pada 2002 silam.

Sejumlah pejabat mengatakan kepada Reuters bahwa kesebelas pria itu dibebaskan dari penjara di Panchmahals pada Senin (15/8) lalu, setelah menerima remisi di perayaan hari kemerdekaan India.

Seorang birokrat top di penjara itu, Sujal Jayantibhai Mayatra, menyatakan bahwa komite pemantau tahanan merekomendasikan pembebasan kesebelas orang itu karena kelakuan baik mereka selama di bui.

(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER