Bendera Separatis RMS Berkibar di Belanda saat HUT RI

CNN Indonesia
Kamis, 18 Agu 2022 16:47 WIB
Sejumlah demonstran mengibarkan bendera kelompok RMS di depan Sekolah Indonesia di Belanda sesaat setelah upacara hari kemerdekaan RI pada Rabu (17/8). Ilustrasi. Sejumlah demonstran mengibarkan bendera kelompok RMS di depan Sekolah Indonesia di Belanda sesaat setelah upacara hari kemerdekaan RI pada Rabu (17/8). (CNN Indonesia/Said)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah demonstran mengibarkan bendera kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda, di hari kemerdekaan RI pada Rabu (17/8).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan bahwa insiden ini terjadi sesaat setelah KBRI Den Haag menggelar upacara bendera di Sekolah Indonesia di Belanda.

"Pada saat akhir setelah acara hiburan oleh masyarakat Indonesia, dilaporkan ada demo di luar pagar oleh beberapa orang yang membawa bendera RMS," ujar Faizasyah kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/8).

Faizasyah belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kelompok yang menggelar demo. Namun, demonstrasi semacam ini memang kerap terjadi di Belanda.

"Kalau melihat kejadian yang lalu, mereka ada keturunan dari orang-orang Maluku yang berpindah ke Belanda. Simpatisan RMS tidak banyak," tutur Faizasyah.

Lebih jauh, Faizasyah juga mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai demonstrasi itu sudah mendapatkan izin atau belum.

"Saya belum diinfokan. Kalau ilegal, lazimnya dibubarkan oleh aparat," katanya.

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah seorang pengguna jejaring sosial TikTok dengan nama akun @narasi.nara mengunggah video yang merekam momen ketika ia baru saja pulang dari upacara bendera Indonesia di Belanda.

[Gambas:Video CNN]

Saat sedang berjalan di trotoar, terlihat barisan orang yang mengibarkan bendera RMS. Ada pula yang sedang berjalan sembari mengibarkan memegang bendera RMS.

RMS merupakan salah satu kelompok pemberontak yang hendak mendirikan negara di dalam NKRI, alias separatis.

TNI sudah menghabisi basis RMS di Ambon pada 1950. Para pemimpin dan banyak pengikutnya kemudian mengasingkan diri di Belanda sembari melakukan gerilya.

Pada 1999, berdiri satu organisasi baru bernama Front Kedaulatan Maluku (FKM) yang beroperasi di Ambon. Mereka kerap mengibarkan bendera RMS di tempat-tempat umum hingga saat ini.

(has/bac)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER