Zelensky Serukan Warga Rusia Tolak Komcad Ala Putin: Segera Kabur

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Sep 2022 04:51 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyerukan seluruh warga Rusia untuk memprotes mobilisasi parsial komando cadangan perintah Presiden Vladimir Putin. Volodymyr Zelensky (tengah) serukan warga Rusia tolak mobilisasi Komcad ala Vladimir Putin. (AFP/Ronaldo Schemidt)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyerukan seluruh warga Rusia untuk memprotes mobilisasi parsial komando cadangan (Komcad) perintah Presiden Vladimir Putin.

Dekrit Putin untuk mengerahkan mobilisasi Komcad 300 ribu tentara cadangan sempat menuai protes sejumlah warga di Rusia. Bahkan, warga Rusia dikabarkan berbondong-bondong tinggalkan Rusia.

"Sebanyak 55 ribu tentara Rusia tewas dalam enam bulan perang. Kalian ingin lagi? Tidak? Maka lakukan protes. Lawan balik. Segera kabur, atau menyerah," tutur Zelensky seperti dikutip dari AFP.

"Kalian sudah telanjur terlibat dari seluruh kejahatan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap warga Ukraina karena kalian diam saja. Kalian diam saja," kata Zelensky.

[Gambas:Video CNN]

Zelensky sekali lagi mendesak warga Rusia menentukan sikap perlawanan terhadap rezim Putin yang membawa malapetaka.

"Sekarang saatnya bagi kalian untuk memilih. Bagi para pria Rusia ini menyangkut pilihan hidup atau mati, menjadi cacat atau tetap hidup sehat," ucap Zelensky.

"Bagi kaum perempuan Rusia, pilihannya adalah kehilangan suami, anak-anak, atau cucu mereka selamanya, atau lindungi mereka dari kematian akibat perang dari satu orang ini (Putin)," Zelensky melanjutkan pernyataannya.

Sebelumnya, lebih dari 1.300 orang ditangkap karena melakukan protes terhadap kebijakan mobilisasi Komcad oleh Putin pada Rabu (21/9).

Dilaporkan pula banyak warga Rusia yang mulai kabur meninggalkan negara mereka setelah Putin mengumumkan mobilisasi parsial Komcad dan wajib militer.

Fenomena kabur ini terlihat di dua jalur keluar Rusia, baik udara maupun darat. Mereka yang memilih jalur udara bergegas ke bandara, menyebabkan tiket pesawat untuk keluar Rusia langsung ludes terjual.

Negara-negara tetangga bekas Uni Soviet, seperti Armenia, Georgia, Azerbaijan, dan Kazakhstan menjadi tujuan paling populer.

Seorang warga yang kabur ke Armenia, Dmitri, terlihat hanya membawa satu tas kecil ketika tiba di bandara. Ia mengaku harus meninggalkan istri dan anaknya di Rusia demi menghindari wajib militer.

"Saya tak mau pergi berperang. Saya tak mau mati di perang konyol ini. Ini merupakan perang saudara," ujar Dmitri kepada AFP.

(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER