Bagaimana Wilayah Ukraina Gelar Referendum untuk Gabung Rusia?

pwn | CNN Indonesia
Jumat, 23 Sep 2022 20:07 WIB
Rusia menyerukan referendum segera dilakukan di wilayah Ukraina yang tengah diduduki Moskow dan berencana dicaplok Negeri Beruang Merah. Bagaimana prosesnya? Rusia menyerukan referendum segera dilakukan di wilayah Ukraina yang tengah diduduki Moskow dan berencana dicaplok Negeri Beruang Merah. Bagaimana prosesnya? (Foto: REUTERS/ANTON VAGANOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Referendum berencana digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia pada hari ini, Jumat (23/9). Beberapa daerah tersebut yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

Referendum ini berlangsung mulai 23 hingga 27 September, dikutip dari kantor media Rusia TASS.

Referendum digelar ketika pasukan Rusia mengalami kemunduran setelah menyerah di beberapa titik di wilayah Ukraina. Sejumlah pihak menilai seruan referendum ini menunjukkan keputusasaan Rusia melihat operasi militernya di Ukraina yang berjalan tidak sesuai rencana.

Sebanyak 450 pos pemungutan suara ditempatkan di wilayah Donetsk, sementara 200 pos lain ditujukan untuk masyarakat yang telah mengungsi ke Rusia.

Sementara itu, sebanyak 461 pos pemungutan suara ditempatkan di wilayah Luhansk dan seluruh wilayah Rusia.

Di Zaporizhzia, sebanyak 394 pos pemungutan suara didirikan, dengan tambahan 58 pos berada di Rusia, Luhansk, Donetsk, dan Kherson.

Sementara itu, warga Kherson dapat memberikan suara mereka di Crimea dan beberapa kota Rusia, termasuk Moskow.

Partisipasi Pemilih

Lebih dari 1,5 juta surat suara telah dicetak di Donetsk. Angka ini setara dengan jumlah warga yang memenuhi syarat ikut referendum.

Berpindah ke Zaporizhzhia, Kepala Komisi Pemilihan Galina Katyushchenko menyampaikan lebih dari 500 ribu orang diikutsertakan dalam registrasi pemilihan.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Pusat Kherson memprediksi sekitar 750 ribu orang bakal memberikan suara mereka.

Selain itu, data yang didapatkan Institut Republik Crimea untuk Penelitian Politik dan Sosial pada 13-14 September mengklaim bahwa partisipasi pemilih bakal sangat tinggi.

Survei tersebut diisi oleh hampir 4.000 responden.

Riset itu mengungkapkan sebanyak 86 persen responden di Donetsk dan 87 persen responden di Luhansk mengatakan mereka berencana berpartisipasi dalam referendum.

Sementara itu, 83 persen responden di Zaporizhzhia mengaku bakal memberikan suara mereka. Di Kherson, 72 persen responden bersedia ikut dalam pemilihan.

[Gambas:Video CNN]

Surat Suara

Di Donetsk dan Luhansk, surat suara hanya dicetak menggunakan bahasa Rusia. Kepala Dewan Rakyat Donetsk Vladimir Bidevka mengungkapkan bahasa Rusia telah menjadi bahasa resmi pemerintahan Republik Rakyat Donetsk (DPR) pada 2020.

Sementara itu, surat suara di Kherson dan Zaporizhzhia dicetak menggunakan bahasa Rusia dan Ukraina.

Berlanjut ke halaman berikutnya >>>

Bagaimana Wilayah Ukraina Gelar Referendum untuk Gabung Rusia?

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER