Penyintas Holocaust Klaim Tidak Ada Nazi di Ukraina

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 02:06 WIB
Bagi mereka, membutuhkan 'denazifikasi' atau proses untuk menghilangkan ideologi dan pengaruh Nazi dari kehidupan masyarakat. Warga Ukraina di tengah invasi Rusia. (via REUTERS/Vyacheslav Zadorenko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyintas Holocaust di Ukraina Roman Gerstein (83) menanggapi pembenaran invasi Kremlin dan menyebut, "tidak ada Nazi di sini".

Bagi pendukung Presiden Rusia Vladimir Putin, dugaan genosida Ukraina terhadap masyarakat Rusia di wilayah timur Ukraina sebanding dengan tindakan Jerman Nazi.

Hal tersebut, menurut mereka, membutuhkan 'denazifikasi' atau proses untuk menghilangkan ideologi dan pengaruh Nazi dari kehidupan masyarakat. Di sisi lain, Gerstein tidak menerima hal itu.

Dirinya menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi saat dirinya harus melarikan diri dari para Nazi.

"Bahkan saya adalah salah satu dari sedikit orang yang telah dievakuasi dua kali dari Chernobyl," kata Gerstein dikutip dari AFP, Minggu (25/9).

Pada 1941, saat mereka akhirnya kembali ke Chernobyl setelah melarikan diri dari Nazi, mereka menemukan bahwa komunitas Yahudi sudah tidak ada lagi.

"Mereka yang tertinggal sekarang [telah] beristirahat untuk selamanya di bawah tanah," katanya. "Tujuh ratus orang: wanita, anak-anak, orang tua."

Penyintas Holocaust lainnya yang hampir berusia 100 tahun Lyubov Petukhova mengatakan semua orang Yahudi yang tersisa disiksa dan dibunuh.

Gerstein dan Petukhova adalah sisa komunitas Yahudi yang besar di Ukraina, yang telah mengalami sejarah pogrom, Holocaust, dan pembersihan era komunis. Orang-orang Yahudi hampir sepenuhnya musnah di Ukraina selama Holocaust, di mana Nazi membunuh total enam juta orang Yahudi Eropa.

Sebuah studi tahun 2019 oleh Universitas Ibrani Yerusalem menyimpulkan bahwa hanya ada antara 48.000 dan 140.000 orang Yahudi yang tersisa di seluruh negeri.

Direktur National Institute of Memory Anonton Drobovych menyebut di Ukraina hal ini tidak pernah terbukti.

Menurut Drobovych, Moskow menyebut Ukraina sebagai negara Nazi yang "tidak masuk akal". Hal ini disebutnya "penulisan ulang sejarah" yang bertujuan "menodai ingatan" para korban dan "membenarkan" invasi Rusia.

Hal tersebut, tambahnya, dianggap sangat ironis. Hal ini lantaran setelah Perang Dunia II, orang-orang Yahudi di Uni Soviet, yang termasuk Ukraina, masih harus menghadapi kebijakan resmi antisemitisme di Uni Soviet.

Gerstein menyebut, kondisi di mana orang Yahudi yang berpendidikan tinggi dibatasi kemampuannya di tempat kerja meningkat pesat sejak kemerdekaan Ukraina.

"Anda hanya perlu melihat siapa presiden kita untuk memahaminya", tambahnya, merujuk pada asal-usul Yahudi Presiden Volodymyr Zelensky.

"Tidak ada Nazi di Ukraina", Lyubov Petukhova menegaskan dengan marah.

Gerstein, sementara itu, mencela Putin sendiri sebagai "Nazi", "perampok", dan "lebih buruk dari Hitler". Deskripsi-deskripsi mengenai Putin sudah umum sekarang di Ukraina tujuh bulan setelah invasi tersebut.

(del/mik)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER