Tak Takut Rudal Rusia, Puluhan Ribu Yahudi Tetap Ziarah ke Ukraina

pwn | CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 12:43 WIB
Umat Yahudi Hasidic dari penjuru dunia pergi ke Ukraina setiap tahun untuk berziarah ke makam salah satu tokoh penting Yahudi, yakni Rabbi Nachman. Umat Yahudi Hasidic dari berbagai penjuru dunia pergi ke Ukraina setiap tahunnya untuk berziarah ke makam salah satu tokoh penting Yahudi, yakni Rabbi Nachman. (Foto: AP/Oded Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan ribu umat Yahudi Hasidic tetap melangsungkan ziarah tahunan mereka ke Kota Uman, Ukraina, terlepas dari perang yang masih berkecamuk di negara itu. 

Umat Yahudi Hasidic dari berbagai penjuru dunia pergi ke Uman setiap tahun untuk melakukan ziarah ke makam salah satu tokoh penting Yahudi, yakni Rabbi Nachman, di Uman saat perayaan Rosh Hashanah. Rosh Hashanah merupakan sebutan tahun baru Yahudi.

Namun, warga yang mengikuti perayaan kali ini mayoritas pria. Puluhan ribu umat Yahudi itu dengan mengenakan pakaian ibadah serba hitam tetap mendatangi Uman meski meski pihak berwenang Ukraina sudah meminta mereka tidak pergi ke kota itu khawatir keamanan mereka terancam.

Uman sempat menjadi sasaran rudal Rusia di beberapa pekan pertama invasi berlangsung. Bulan lalu, satu warga sipil di daerah itu terbunuh karena bombardir Rusia. 

"Ini merupakan hari terpenting tiap tahun untuk bisa berhubungan dengan Tuhan. Dan ini merupakan tempat yang baik untuk itu," kata salah satu jemaat, Aaron Allen, kepada AFP.

"Terdengar sirene, tetapi karena [saya] datang dari Israel, kami terbiasa mendengar sirene, kami tahu apa yang kami lakukan. Kami merasa cukup aman," lanjutnya.

Dalam acara tersebut, para peziarah menyuarakan berbagai doa. Mereka juga mengutip pernyataan Nachman yang menuturkan bahwa ia bakal menyelamatkan jemaat jika mereka melongok ke makamnya pada Rosh Hashanah.

[Gambas:Video CNN]

"Rabbi Nachman mengatakan meski terjadi perang di sebuah negara, siapapun yang mendengarkannya tidak bakal terpengaruh," kata jemaat lain, Yaniv Vakhin.

"Kami dilindungi sepenuhnya oleh Tzaddik [Nachman], dan kami merasa sangat aman dan sangat bahagia karena bisa bersama-sama," lanjutnya.

Vakhin juga bercerita ia menempuh perjalanan selama 30 jam demi sampai di Uman. Ia menaiki pesawat dari Rumania lalu menempuh perjalanan menggunakan bus selama 15 jam menuju Uman.

Vakhin sendiri datang ke Ukraina bersama dua anaknya, dengan lima anak lainnya berada di rumah.

"Kami akan berdoa kepada Tuhan. Dan semoga Ukraina tak bakal sakit dan memenangkan perang, karena Rabbi Nachman dimakamkan di sini, jadi Ukraina dilindungi," tutur Vakhin lagi.

Sementara itu, kepolisian membangun perimeter besar untuk melindungi akses ke kuburan Nachman. Polisi juga mengecek kartu identitas dan hanya mengizinkan warga sipil serta warga Hasidim untuk masuk.

Juru bicara kepolisian regional Zoya Vovk juga menuturkan penjualan alkohol, kembang api, dan senjata mainan dilarang dalam festival di Uman kala itu. Jam malam juga diberlakukan mulai pukul 23.00 hingga pukul 05.00 dini hari.

Kepolisian sendiri tidak akan merilis jumlah pasti peziarah yang yang berkunjung ke Uman mengingat invasi Rusia saat ini.

"Kami tahu ada invasi skala besar Rusia di Ukraina, dan musuh memantau informasi," kata Vovk lagi.

"Satu hal yang dapat saya katakan adalah puluhan ribu [jemaat telah tiba]."

Sementara itu, Komunitas Persatuan Yahudi Ukraina menuturkan lebih dari 23 ribu jemaat telah tiba di Uman.

Sebagaimana diberitakan AFP, Rabbi Nachman merupakan penemu gerakan ultra-Orthodox yang meninggal dunia di Uman pada 1810.



(pwn/rds)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER