Korut Tembak Dua Rudal saat Wapres AS ke Zona Demiliterisasi Korea

CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 20:08 WIB
Korea Utara meluncurkan rudal balistik pada Kamis (29/9), di hari Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) Korea. Korea Utara meluncurkan rudal balistik pada Kamis (29/9), di hari Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) Korea. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara meluncurkan rudal balistik pada Kamis (29/9), di hari Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) Korea.

"Korea Utara meluncurkan rudal balistik yang tak diketahui ke Timur Laut [Perairan Jepang]," demikian pernyataan resmi Kepala Staf Gabungan Seoul yang dikutip AFP.

Sementara itu, coast guard Jepang juga mengonfirmasi penembakan rudal dari Korut itu.

Menteri Pertahanan Jepang, Yasukazu Hamada, memaparkan bahwa rudal pertama terbang di ketinggian 50 kilometer dengan jarak tempuh 300 kilometer.

Setelah itu, rudal kedua juga terbang di ketinggian 50 dengan jarak tempuh serupa dengan peluru kendali pertama.

Penembakan rudal ini terjadi saat Harris berkunjung ke Korsel dan menyambangi zona demiliterisasi.

Di DMZ, Harris berkunjung ke pos observasi untuk melihat langsung garis pemisah antara Korsel dan Korut. Wapres AS itu melihat langsung Korut menggunakan teropong.

Seorang tentara Korsel kemudian mengatakan bahwa Harris mungkin dapat melihat para tentara Korut memantau dirinya.

"Saya yakin itu akan terjadi," kata Harris membalas informasi dari tentara Korsel tersebut, seperti dilansir The Washington Post.

Harris juga mengunjungi tentara AS dan keluarga mereka yang tinggal di Camp Bonifas, pos komando PBB di DMZ.

"Saya di sini, di Korsel, selama sehari untuk memperkuat hubungan yang kami punya dengan Anda di Amerika Serikat," kata Harris.

[Gambas:Video CNN]

Sebelum ke DMZ, Harris bertemu dengan Presiden Korsel, Yoon Seok Yeol. Dalam pertemuan ini, ia menegaskan soal penguatan kerja sama dan hubungan kedua negara.

Selain itu, ia mengatakan komitmen AS ke Korsel terkait kerja sama di bidang pertahanan sangat ketat. Harris juga mengatakan posisi mereka sejajar selaku sekutu.

Uji coba rudal ini merupakan yang ketiga dalam sepekan.

Peluncuran peluru kendali juga terjadi saat Korsel dan AS menggelar latihan militer bersama di perairan Semenanjung Korea awal pekan ini. Sekitar 28.500 personel terlibat dalam latihan ini.

AS mengklaim latihan ini untuk melawan ancaman Korut. Namun, Korut selalu menganggap latihan militer gabungan Korsel dan AS sebagai salah satu persiapan untuk menginvasi negaranya.

(isa/has)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER