China Hadapi Krisis Baru, Generasi 'Kaum Rebahan'

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 07:45 WIB
China kini berhadapan dengan krisis baru, tak sedikit anak muda negara itu lebih memilih menjadi 'kaum rebahan.' Foto ilustrasi. (Istockphoto/andresr)
Jakarta, CNN Indonesia --

China kini berhadapan dengan krisis baru, tak sedikit anak muda negara itu lebih memilih menjadi 'kaum rebahan.'

Sejumlah anak muda di China saat ini lebih memilih untuk menyerah ketika berhadapan dengan situasi buruk. Tindakan tersebut di China dikenal dengan sebutan 'Bailan.'

Bailan secara harfiah berarti 'biarkan membusuk'. Sebagaimana diberitakan South China Morning Post, gerakan kaum rebahan ini muncul dari sentimen generasi muda China yang merasa mereka tak memiliki kekuatan untuk merespons tekanan ekspektasi sosial di negara itu.

Ketimbang berupaya berusaha mencapai tuntutan sosial, banyak orang membiarkan diri mereka 'membusuk'. Mereka menyerah mencapai ekspektasi tinggi di dalam masyarakat.

Salah satu generasi muda China, Yan Jie (28), turut ikut membiasakan gaya hidup ini.

"Saya adalah bailan-ing. Tinggalkan saya sendiri," demikian isi catatan di depan pintu kamar Yan.

[Gambas:Video CNN]

Yan, yang kini tinggal bersama temannya di Shanghai, mencap dirinya sendiri sebagai pemalas dan menggunakan kata 'bailan.'

"Ketika saya diberikan tugas di kantor, saya berusaha mengabaikannya. Jika saya dipaksa mengerjakan sesuatu, saya akan melakukannya tapi tidak serius," kata Yan, yang sekarang bekerja di perusahaan IT kelas menengah.

"Ketika orang tua saya bertanya soal kapan saya akan menikah, saya menjawabnya dengan biarkan waktu yang menjawab," lanjutnya.

Yan mengaku alasannya memilih menjalankan gerakan ini adalah karena harga rumah yang terlalu tinggi dan ekspektasi pacaran yang tinggi.

Ketimbang harus kesusahan memenuhi standar ini, Yan memutuskan untuk mengabaikannya sama sekali.

Yan merasa gaya hidup bailan ini membuatnya bisa hidup dengan lebih nyaman. Ia jadi memberikan lebih banyak waktu untuk menjalani hobinya.

"Saya diajarkan sejak kecil untuk menjadi rajin dan tidak pernah menyerah. Namun, saya menemukan ketika saya dewasa bahwa ini sangat melelahkan. Kenapa kita tak bisa hidup lebih santai? Kenapa kita selalu bertarung untuk menjadi lebih baik?" kata Yan.

Berpindah ke dunia virtual, gerakan bailan mendapatkan banyak sorotan di media sosial.

Dalam media sosial Instagram versi China, Xiaohongshu, pencarian 'bailan' menampilkan 2,3 juta hasil.

Tak hanya itu, di aplikasi YouTube versi China, Bilibili, video dengan judul 'biarkan membusuk' menjadi salah satu video populer.

Lanjut baca di halaman berikutnya...

Kemunculan Gerakan 'Bailan' dari Gaya Hidup 'Rebahan'

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER