Militer Korsel Minta Maaf Gagal Luncurkan Rudal, Bikin Warga Panik

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 13:44 WIB
Militer Korea Selatan meminta maaf usai gagal meluncurkan rudal dalam latihan militer pada Selasa (4/10) dan membuat masyarakat panik. Militer Korea Selatan meminta maaf usai gagal meluncurkan rudal dalam latihan militer pada Selasa (4/10) dan membuat masyarakat panik. (AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Korea Selatan meminta maaf usai gagal meluncurkan rudal dalam latihan militer pada Selasa (4/10) dan membuat masyarakat panik.

Korsel menyampaikan permintaan maaf ini melalui pernyataan pada Selasa, sesaat setelah peluncuran rudal tersebut.

Reuters melaporkan bahwa kisruh ini bermula ketika militer Korsel bersama Amerika Serikat meluncurkan rudal untuk membalas Korea Utara.

Mereka menembakkan rudal balistik jarak pendek, Humoo-2, dari pangkalan udara di Kota Gangneung. Rudal itu mengalami kerusakan dan jatuh.

Insiden itu menimbulkan api dan suara mengagetkan, membuat beberapa warga Gangneung sempat mengira mereka telah diserang Korea Utara.

Warga pun mengunggah sejumlah video yang menunjukkan kobaran api, diduga di daerah dekat pangkalan udara Gangneung.

Beberapa jam setelah video itu tersebar, militer Korsel baru mengakui insidien tersebut.

Militer juga mengklaim tengah menyelidiki penyebab "penerbangan abnormal" ini terjadi.

Dalam latihan itu, secara keseluruhan Korsel dan AS meluncurkan empat rudal balistik jarak pendek ATACMS ke perairan.

[Gambas:Video CNN]

Latihan ini bertujuan untuk memamerkan kemampuan dan kesiapan kedua negara merespons provokasi Pyongyang.

Mereka unjuk kekuatan setelah Korut meluncurkan rudal melintasi Jepang, membuat warga di negara itu harus berlindung.

Rudal itu meluncur di ketinggian 1.000 km dengan jarak tempuh 4.600 km. Rudal itu kemudian mendarat di Laut Pasifik yang berjarak sekitar 3.200 km dari perairan Jepang.

(pwn/has/bac)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER