7 Fakta Menarik Pesawat Boeing C-17 Globemaster AS di KTT G20 Bali
CNN Indonesia
Kamis, 10 Nov 2022 15:43 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pesawat Boeing C-17 Globemaster III yang diparkir di Bali jelang KTT G20 2022. (Getty Images via AFP/KEVORK DJANSEZIAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat raksasa Boeing C-17 Globemaster III milik Amerika Serikat telah tiba di Bali pada Rabu (9/11).
Pesawat itu mendarat lebih awal di Pulau Dewata untuk mengamankan Presiden AS Joe Biden dan delegasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar 15-16 November mendatang.
Berikut ini beberapa fakta mengenai Boeing C-17 Globemaster III.
1. Pecah Rekor Penumpang Terbanyak
C-17 pernah memecahkan rekor mengangkut penumpang terbanyak saat mengevakuasi warga Afghanistan kala Taliban mulai memasuki ibu kota Kabul.
Dalam penerbangan dari Bandara Internasional Hamid Karzai pada 15 Agustus 2021, C-17 mengangkut 823 orang, memecahkan rekor C-17 sebelumnya pada November 2013 yang mengangkut 670 penduduk Tacloban, Filipina, untuk dievakuasi ke Manila imbas bencana topan.
C-17 sendiri biasanya terbang dengan maksimum sekitar 300 orang.
Melansir AirforceMag, C-17 telah beroperasi di hampir seluruh dunia. Pelanggan terbesar pesawat ini adalah Angkatan Udara AS yang memiliki 223 unit. Selain itu, ada pula Australia, Kanada, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, India, dan 12 negara Strategic Airlift Capability.
3. Bisa Beroperasi di Landasan Pendek dan Sederhana
Desain pesawat C-17 yang memiliki sayap high-lift, bilah slats, dan sayap yang ditiup secara eksternal memungkinkan pesawat terbang melalui landasan yang pendek dan sederhana.
C-17 bisa lepas landas dan mendarat di landasan pacu sependek 3.500 kaki atau 1.064 meter dan selebar 90 kaki atau 27,4 meter. Bahkan, di landasan pacu yang sempit, C-17 bisa berputar menggunakan three-point star dan kapasitas dukungnya.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
4. Adopsi Teknologi NASA
Mengutip dari situs NASA, C-17 mengadopsi teknologi aeronautika yang dibuat NASA selama lebih dari empat dekade terakhir. Teknologi NASA itu diadopsi dalam sejumlah bagian pesawat seperti desain sayap, teknologi penerbangan fly by wire, sistem mesin pesawat, hingga bahan material komposit struktur pesawat.
C-17 pernah mengangkut seekor ikan paus pemeran film, Keiko, pada 1998. Keiko diangkut dari Oregon ke Islandia untuk dilepas liarkan, seperti dikutip dari CNN.
Namun, dalam perjalanan itu, pesawat sempat mengalami kerusakan serius di bagian roda. Juru bicara Angkatan Udara AS saat itu, Chuck Wynn mengatakan ada masalah saat pesawat mendarat di Islandia namun tidak diketahui apa penyebab kendala tersebut.
Pada 15 Agustus, C-17 diterbangkan oleh AS untuk mengevakuasi 823 warga Afghanistan, termasuk 183 anak-anak saat Taliban mulai memasuki ibu kota Kabul.
C-17 juga pernah membawa 670 warga Tacloban, Filipina, ke Manila saat bencana Topan Super Haiyan menerjang wilayah itu seperti dilansir dari situs Angkatan Udara AS.
7. Terbang Perdana 1991
C-17 melakukan penerbangan perdananya pada 15 September 1991. Model produksi pertama pesawat itu dikirim ke Pangkalan Angkatan Udara Charleston, California Selatan, pada 14 Juni 1993.
Skuadron pertama C-17 yakni Skuadron Pengangkutan Udara ke-17 pun sudah beroperasi sejak 17 Januari 1995.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat raksasa Boeing C-17 Globemaster III milik Amerika Serikat telah tiba di Bali pada Rabu (9/11).
Pesawat itu mendarat lebih awal di Pulau Dewata untuk mengamankan Presiden AS Joe Biden dan delegasi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar 15-16 November mendatang.
Berikut ini beberapa fakta mengenai Boeing C-17 Globemaster III.
1. Pecah Rekor Penumpang Terbanyak
C-17 pernah memecahkan rekor mengangkut penumpang terbanyak saat mengevakuasi warga Afghanistan kala Taliban mulai memasuki ibu kota Kabul.
Dalam penerbangan dari Bandara Internasional Hamid Karzai pada 15 Agustus 2021, C-17 mengangkut 823 orang, memecahkan rekor C-17 sebelumnya pada November 2013 yang mengangkut 670 penduduk Tacloban, Filipina, untuk dievakuasi ke Manila imbas bencana topan.
C-17 sendiri biasanya terbang dengan maksimum sekitar 300 orang.
Melansir AirforceMag, C-17 telah beroperasi di hampir seluruh dunia. Pelanggan terbesar pesawat ini adalah Angkatan Udara AS yang memiliki 223 unit. Selain itu, ada pula Australia, Kanada, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, India, dan 12 negara Strategic Airlift Capability.
3. Bisa Beroperasi di Landasan Pendek dan Sederhana
Desain pesawat C-17 yang memiliki sayap high-lift, bilah slats, dan sayap yang ditiup secara eksternal memungkinkan pesawat terbang melalui landasan yang pendek dan sederhana.
C-17 bisa lepas landas dan mendarat di landasan pacu sependek 3.500 kaki atau 1.064 meter dan selebar 90 kaki atau 27,4 meter. Bahkan, di landasan pacu yang sempit, C-17 bisa berputar menggunakan three-point star dan kapasitas dukungnya.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
7 Fakta Menarik Boeing C-17 Globemaster AS di KTT G20 Bali
Fakta-fakta menarik pesawat 'raksasa' Boeing C-17 Globemaster III. (NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
4. Adopsi Teknologi NASA
Mengutip dari situs NASA, C-17 mengadopsi teknologi aeronautika yang dibuat NASA selama lebih dari empat dekade terakhir. Teknologi NASA itu diadopsi dalam sejumlah bagian pesawat seperti desain sayap, teknologi penerbangan fly by wire, sistem mesin pesawat, hingga bahan material komposit struktur pesawat.
C-17 pernah mengangkut seekor ikan paus pemeran film, Keiko, pada 1998. Keiko diangkut dari Oregon ke Islandia untuk dilepas liarkan, seperti dikutip dari CNN.
Namun, dalam perjalanan itu, pesawat sempat mengalami kerusakan serius di bagian roda. Juru bicara Angkatan Udara AS saat itu, Chuck Wynn mengatakan ada masalah saat pesawat mendarat di Islandia namun tidak diketahui apa penyebab kendala tersebut.
Pada 15 Agustus, C-17 diterbangkan oleh AS untuk mengevakuasi 823 warga Afghanistan, termasuk 183 anak-anak saat Taliban mulai memasuki ibu kota Kabul.
C-17 juga pernah membawa 670 warga Tacloban, Filipina, ke Manila saat bencana Topan Super Haiyan menerjang wilayah itu seperti dilansir dari situs Angkatan Udara AS.
7. Terbang Perdana 1991
C-17 melakukan penerbangan perdananya pada 15 September 1991. Model produksi pertama pesawat itu dikirim ke Pangkalan Angkatan Udara Charleston, California Selatan, pada 14 Juni 1993.
Skuadron pertama C-17 yakni Skuadron Pengangkutan Udara ke-17 pun sudah beroperasi sejak 17 Januari 1995.