Rumah Atlet Perempuan Iran Rekabi Porak-poranda, Medali Berserakan

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 03 Des 2022 12:30 WIB
Rekaman video menunjukkan rumah keluarga atlet panjat tebing Iran Elnaz Rekabi kini hancur porak-poranda. Laporan video menunjukkan rumah Elnaz Rekabi hancur porak-poranda sementara medalinya berserakan. (AFP/MIGUEL MEDINA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah keluarga atlet panjat tebing Iran Elnaz Rekabi hancur porak-poranda usai ia menjadi simbol perjuangan di dunia internasional lantaran berkompetisi tanpa mengenakan hijab.

Rekabi berkompetisi tanpa hijab di Korea Selatan pada Oktober silam, tepat ketika protes anti-rezim bergelora di Iran. Gelombang demonstrasi muncul buntut kematian Mahsa Amini, perempuan 22 tahun yang ditahan polisi karena diduga tidak mengenakan hijab dengan benar.

Banyak demonstran Iran melihat Rekabi sebagai simbol pemberontakan nasional yang menyerukan kebebasan bagi perempuan. Namun, kelompok hak asasi manusia sempat menyatakan khawatir keselamatan Rekabi ketika dia kembali ke Teheran.

Berdasarkan rekaman dari IranWire, seperti dikutip dari CNN, terlihat struktur rumah Rekabi telah hancur, sementara medalinya berserakan di tanah.

Video juga memperlihatkan saudara laki-laki Rekabi, Davood, yang sedang menangis. Davood Rekabi sendiri adalah juara olahraga panjat tebing dengan sepuluh medali emas atas namanya.

Pria yang merekam video tersebut menjelaskan yang sebenarnya terjadi. 

"Ini adalah hasil dari hidup di negara ini. Juara negara dengan berkilo-kilo medali untuk negara ini. Bekerja keras untuk membuat negara ini bangga. Mereka menyemprotnya dengan merica dan menghancurkan rumah seluas 39 meter persegi dan pergi. Apa yang bisa kukatakan?" ucap pria yang merekam tanpa identitas tersebut.

Hingga kini, tidak jelas kapan penggusuran rumah tersebut terjadi, serta tidak dapat dikonfirmasi secara independen apakah rumah keluarga Rekabi dihancurkan atas perintah pemerintah.

Baik pihak berwenang maupun media yang berpihak pada negara tidak menjelaskan situasi tersebut secara terbuka.

Sebelumnya, rekaman Rekabi mengenakan ikat kepala dengan rambut dikuncir saat berkompetisi di Seoul menjadi viral di media sosial dan menjadi berita utama internasional.

Ketika ia kembali ke Iran, beberapa video yang diunggah ke media sosial menunjukkan Rekabi disambut oleh orang banyak yang meneriakkan "Elnaz sang Pahlawan" di Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan Anda, semua orang Iran, orang-orang paling baik di planet ini, atlet dan non-atlet, dan semua dukungan Anda di komunitas internasional," tulis sang atlet di akun Instagram miliknya.

Baik di akun Instagram-nya dan dalam wawancara dengan media pemerintah IRNA, Rekabi menekankan bahwa dia hanya secara tidak sengaja berkompetisi tanpa jilbab. Atlet Iran sendiri wajib mengenakan hijab saat berkompetisi di luar negeri.

(del/vws)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER