Korsel Tahan Eks Kepala Keamanan Gegara Tutupi Pembunuhan Pejabat

Tim | CNN Indonesia
Minggu, 04 Des 2022 04:51 WIB
Korea Selatan menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon, Sabtu (3/12), atas dugaan menutupi pembunuhan seorang pejabat perikanan oleh Korea Utara. Korea Selatan menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon, Sabtu (3/12), atas dugaan menutupi pembunuhan seorang pejabat perikanan oleh Korea Utara. (AFP/Kim Kyung-hoon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon, pada Sabtu (3/12) atas dugaan sengaja menutupi pembunuhan seorang pejabat perikanan yang dilakukan Korea Utara.

"Suh Hoon, mantan kepala Kantor Keamanan Nasional Blue House, ditahan pada pagi ini," ujar Park Jung Ha selaku juru bicara partai berkuasa Korsel, Partai Kekuatan Rakyat, seperti dikutip AFP.

Penahanan ini dilakukan sesuai dengan tekad Presiden Yoon Suk Yeol untuk menyelidiki dugaan pemerintahan sebelumnya tak menangani pembunuhan itu dengan baik demi menguntungkan Korut.

Suh Hoon merupakan pejabat tinggi pertama dari kantor kepresidenan era Presiden Moon Jae In yang ditahan terkait dugaan tersebut.

Ia diduga memerintahkan penghancuran laporan intelijen mengenai pembunuhan pejabat perikanan bernama Lee Dae Jun itu. Lee ditemukan tewas di laut perbatasan yang memisahkan Korut dan Korsel.

Selain itu, Suh juga diduga didakwa memanipulasi bukti untuk mendukung klaim pemerintahan Moon bahwa pejabat perikanan itu hendak membelot ke Korea Utara.

Hakim Kim Jeong Min dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul lantas memerintahkan penangkapan Suh pada Sabtu karena "keseriusan kejahatan itu, status tersangka, dan risiko penghancuran bukti."

[Gambas:Video CNN]

Sebelum Suh, mantan menteri pertahanan Korsel, Suh Wook, dan mantan kepala penjaga pantai, Kim Hong Hee, juga ditahan terkait kasus serupa.

Selama ini, Presiden Yoon Suk Yeol memang sangat lantang mengkritik pendekatan pemerintah Moon Jae In terhadap Korut yang dianggap terlampau lunak. Ia menganggap Moon ingin menyenangkan Korut.

Namun di sisi lain, pihak oposisi di Korsel menganggap penyelidikan ini merupakan bagian dari "balas dendam politik" Yoon terhadap pemerintahan Moon.

Mereka menyatakan penahanan Suh ini "sangat sulit dipahami." Oposisi juga akan "mempertahankan kebenaran dan keadilan" melawan "balas dendam politik" Yoon.

(has/has)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER