Cerita Pemimpin Sekte Baby Garden di Korsel, Si Predator Seksual
CNN Indonesia
Selasa, 07 Mar 2023 16:39 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ilustrasi. (iStockphoto/sqback)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sekte di Korea Selatan, Baby Garden (Taman Bayi), menjadi perbincangan usai Netflix menayangkan serial dokumenter berjudul Name of God: The Holy Betrayal pada awal Maret.
Kim Ki Soon mendirikan sekte Kristen, Baby Garden, di Korea Selatan pada 1982. Beberapa pihak menyebut dia predator seksual.
Baby Garden memiliki aturan yang ketat dan setiap anggota harus mematuhinya.
Beberapa aturan di antaranya tak mangizinkan pasangan, laki-laki dan perempuan tidur dalam satu ruang. Langkah ini bertujuan untuk menjalani kehidupan yang suci, demikian laporan The Cinema Holic. Namun, Kim justru melakukan sebaliknya. Ia tidur seranjang dengan banyak lelaki.
Salah satu eks anggota Baby Garden mengatakan Kim tak pernah tidur sendirian di ranjangnya.
"Dia tak melakukan itu [hubungan seksual] dengan sembarang orang. Dia hanya melakukan dengan orang yang dia mau. Anda kira apa yang mereka lakukan di ruang tertutup setiap bertemu,?" kata dia.
Menanggapi insiden kematian itu, ayah Choi, Cho Myeong Ho murka sekaligus berduka atas apa yang menimpa anaknya. Cho lalu memutuskan mengirim surat ke pihak berwenang.
Kasus lain yang dituduhkan kepadanya yakni pembunuhan terhadap Yoon Yong Un dan Seo Jong Won. Mereka dipukul hingga tewas karena diduga mengkhianati Kim dan sektenya.
Korban lain dari kekejaman Kim yakni Mi Gyeong. Ia dianggap gadis yang menarik secara fisik dan mencuri perhatian seorang laki-laki.
Mi juga mengalami insiden serupa seperti dua orang lainnya. Ia dipukul hingga tewas.
Pada 1996, polisi dan jaksa Korsel menggerebek sekretariat Baby Garden, tetapi Kim berhasil lolos.
Kemudian pada Desember 1996, Kim memutuskan kembali dan membantah semua tuduhan terhadap dirinya.
Dia mengklaim tak mengetahui insiden yang dituduhkan kepada dirinya. Di sisi lain, saksi kunci juga mencabut pernyataan mereka terhadap Kim.
Salah satu saksi, Yoon Bang Su, sebelumnya menyatakan dia sempat mengubur mayat Mi dan Choi. Namun, pengakuan itu terlontar karena dia mengklaim mendapat paksaan dari jaksa.
Kim lalu bebas dari segala tuduhan dan kembali ke Baby Garden untuk melanjutkan peran dia sebagai pemimpin.