5 Pernyataan 'Gila' Eks Presiden Rusia yang Ancam Rudal Markas ICC
CNN Indonesia
Rabu, 22 Mar 2023 06:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Eks Presiden Rusia Dmitry Medvedev kerap melontarkan komentar-komentar 'gila'. (AFP/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial, setelah Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) memerintahkan penangkapan Vladimir Putin.
Medvedev mengancam bakal mengirimkan rudal hipersonik untuk menghancurkan markas ICC di Den Haag, Belanda.
"Para hakim ICC bersemangat dengan sia-sia. Lihatlah, kata mereka 'kami berani dan kami mengangkat tangan melawan negara nuklir terbesar tanpa membahayakan kami sendiri.' Aduh, tuan-tuan. Semua orang berjalan di bawah (kehendak) Tuhan dan rudal," kata Medvedev, seperti dikutip dari The Newsweek.
Ini bukan kali pertama eks Presiden Rusia berusia 57 tahun itu mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Pada banyak kesempatan sebelumnya, sahabat dekat Putin ini juga kerap kali melontarkan ancaman dan pernyataan 'gila'. Berikut ini pernyataan kontroversial yang pernah dilontarkan Medvedev, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Beberapa hari setelah ICC mengeluarkan surat penangkapan Putin, Medvedev mengancam balik dengan mengatakan akan mengirimkan rudal hipersonik ke kantor ICC di Den Haag.
"Sangat mungkin untuk membayangkan penggunaan rudal hipersonik 'Onyx' yang ditargetkan dari kapal perang Rusia di Laut Utara ke gedung pengadilan Den Haag," ujar Medvedev.
Dia juga mempertanyakan ICC sebagai badan peradilan, yang menurutnya tidak netral.
"Pengadilan itu hanya organisasi internasional yang menyedihkan, bukan populasi dari negara-negara NATO. Itu sebabnya mereka tidak akan memulai perang. Mereka akan takut," kata dia.
2. Mengancam Perang Nuklir
Pada Juli 2022 lalu, Medvedev juga pernah mengancam akan memulai perang nuklir jika ICC menghukum Moskow atas dugaan kejahatan di Ukraina.
"Gagasan untuk menghukum negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar itu sendiri tidak masuk akal dan berpotensi menimbulkan ancaman bagi keberadaan umat manusia," kata Medvedev, mengutip Moscow Times.
Dia menuding Amerika Serikat ingin menempatkan Moskow di pengadilan internasional. Padahal menurutnya AS sendiri tidak bertanggung jawab atas kematian 20 juta nyawa di dunia karena perang.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
3. Harakiri Perdana Menteri Jepang
Dmitry Medvedev pernah menuduh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida tunduk pada Amerika Serikat. Ia juga menyarankan Kishida untuk melakukan ritual harakiri, yaitu ritual bunuh diri dengan cara mengeluarkan isi perut.
Pernyataan gila itu dilontarkan untuk Kishida dan Presiden AS Joe Biden, setelah keduanya mengeluarkan pernyataan bersama bahwa setiap penggunaan senjata nuklir Rusia di Ukraina akan menjdai tindakan permusuhan terhadap kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam hal apa pun.
Dilansir dari The Guardian, Medvedev menyebut Kishida hanyalah seorang 'petugas layanan' untuk Amerika Serikat.
Sehingga untuk menghilangkan rasa malu itu, PM Kishida disarankan untuk melakukan hara-kiri (seppuku), yakni ritual bunuh diri dengan mengeluarkan isi perut.
4. Joe Biden Kakek Penderita Demensia
Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia ini belum lama ini menyebut Presiden AS Joe Biden sebagai 'kakek aneh dengan demensia'.
Wacana Joe Biden untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden untuk masa jabatan kedua, disebut Medvedev sebagai ulah penderita 'demensia progresif'.
"Presiden AS menghabiskan banyak uang untuk negara yang runtuh, yang tidak diketahui orang Amerika biasa. Tapi tetap saja, AS menyalahkan semua permasalahan ekonominya pada Rusia," kata Medvedev.
Menurutnya, Biden tanpa sadar sedang memulai Perang Dunia Ketiga.
"Namun demensia progresif bukanlah halangan untuk terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat sekali lagi," pungkasnya.
5. Prediksi Elon Musk Jadi Presiden
Dalam sebuah utas yang cukup panjang di Twitter, Medvedev meramal perang bakal pecah di Eropa hingga Amerika Serikat pada 2023 mendatang.
Ia menyebut perang saudara akan meletus di Amerika Serikat seperti di California dan Texas. Peperangan ini akan menyebabkan Elon Musk bisa menjadi presiden Negeri Paman Sam.
"Elon Musk akan memenangkan pemilihan presiden di sejumlah negara bagian, setelah berakhirnya Perang Sipil baru, akan diberikan kepada Partai Republik," lanjut Medvedev lagi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial, setelah Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) memerintahkan penangkapan Vladimir Putin.
Medvedev mengancam bakal mengirimkan rudal hipersonik untuk menghancurkan markas ICC di Den Haag, Belanda.
"Para hakim ICC bersemangat dengan sia-sia. Lihatlah, kata mereka 'kami berani dan kami mengangkat tangan melawan negara nuklir terbesar tanpa membahayakan kami sendiri.' Aduh, tuan-tuan. Semua orang berjalan di bawah (kehendak) Tuhan dan rudal," kata Medvedev, seperti dikutip dari The Newsweek.
Ini bukan kali pertama eks Presiden Rusia berusia 57 tahun itu mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Pada banyak kesempatan sebelumnya, sahabat dekat Putin ini juga kerap kali melontarkan ancaman dan pernyataan 'gila'. Berikut ini pernyataan kontroversial yang pernah dilontarkan Medvedev, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Beberapa hari setelah ICC mengeluarkan surat penangkapan Putin, Medvedev mengancam balik dengan mengatakan akan mengirimkan rudal hipersonik ke kantor ICC di Den Haag.
"Sangat mungkin untuk membayangkan penggunaan rudal hipersonik 'Onyx' yang ditargetkan dari kapal perang Rusia di Laut Utara ke gedung pengadilan Den Haag," ujar Medvedev.
Dia juga mempertanyakan ICC sebagai badan peradilan, yang menurutnya tidak netral.
"Pengadilan itu hanya organisasi internasional yang menyedihkan, bukan populasi dari negara-negara NATO. Itu sebabnya mereka tidak akan memulai perang. Mereka akan takut," kata dia.
2. Mengancam Perang Nuklir
Pada Juli 2022 lalu, Medvedev juga pernah mengancam akan memulai perang nuklir jika ICC menghukum Moskow atas dugaan kejahatan di Ukraina.
"Gagasan untuk menghukum negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar itu sendiri tidak masuk akal dan berpotensi menimbulkan ancaman bagi keberadaan umat manusia," kata Medvedev, mengutip Moscow Times.
Dia menuding Amerika Serikat ingin menempatkan Moskow di pengadilan internasional. Padahal menurutnya AS sendiri tidak bertanggung jawab atas kematian 20 juta nyawa di dunia karena perang.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
5 Pernyataan 'Gila' Eks Presiden Rusia yang Ancam Rudal Markas ICC
Dmitry Medvedev merupakan kroni dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP/DMITRY ASTAKHOV)
3. Harakiri Perdana Menteri Jepang
Dmitry Medvedev pernah menuduh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida tunduk pada Amerika Serikat. Ia juga menyarankan Kishida untuk melakukan ritual harakiri, yaitu ritual bunuh diri dengan cara mengeluarkan isi perut.
Pernyataan gila itu dilontarkan untuk Kishida dan Presiden AS Joe Biden, setelah keduanya mengeluarkan pernyataan bersama bahwa setiap penggunaan senjata nuklir Rusia di Ukraina akan menjdai tindakan permusuhan terhadap kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam hal apa pun.
Dilansir dari The Guardian, Medvedev menyebut Kishida hanyalah seorang 'petugas layanan' untuk Amerika Serikat.
Sehingga untuk menghilangkan rasa malu itu, PM Kishida disarankan untuk melakukan hara-kiri (seppuku), yakni ritual bunuh diri dengan mengeluarkan isi perut.
4. Joe Biden Kakek Penderita Demensia
Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia ini belum lama ini menyebut Presiden AS Joe Biden sebagai 'kakek aneh dengan demensia'.
Wacana Joe Biden untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden untuk masa jabatan kedua, disebut Medvedev sebagai ulah penderita 'demensia progresif'.
"Presiden AS menghabiskan banyak uang untuk negara yang runtuh, yang tidak diketahui orang Amerika biasa. Tapi tetap saja, AS menyalahkan semua permasalahan ekonominya pada Rusia," kata Medvedev.
Menurutnya, Biden tanpa sadar sedang memulai Perang Dunia Ketiga.
"Namun demensia progresif bukanlah halangan untuk terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat sekali lagi," pungkasnya.
5. Prediksi Elon Musk Jadi Presiden
Dalam sebuah utas yang cukup panjang di Twitter, Medvedev meramal perang bakal pecah di Eropa hingga Amerika Serikat pada 2023 mendatang.
Ia menyebut perang saudara akan meletus di Amerika Serikat seperti di California dan Texas. Peperangan ini akan menyebabkan Elon Musk bisa menjadi presiden Negeri Paman Sam.
"Elon Musk akan memenangkan pemilihan presiden di sejumlah negara bagian, setelah berakhirnya Perang Sipil baru, akan diberikan kepada Partai Republik," lanjut Medvedev lagi.