Muhammad Asad, Cendekiawan Muslim Berdarah Yahudi Kelahiran Ukraina
CNN Indonesia
Jumat, 07 Apr 2023 16:07 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tokoh cendekiawan muslim Yahudi kelahiran Ukraina, Muhammad Asad atau Leopold Weiss. (Fajrian/CNNIndonesia diolah dari IMDB)
Jakarta, CNN Indonesia --
Muhammad Asad atau yang memiliki nama lahir Leopold Weiss dikenal dalam dunia Islam sebagai cendekiawan Muslim berdarah Yahudi.
Ia lahir pada 1900 di Lviv, sekarang jadi salah satu kota di Ukraina, dan berasal dari keluarga Yahudi.
Ayah dia, Akiva, merupakan pengacara dan anak seorang Rabbi. Sementara itu, ibu Asad, Malka anak dari bankir kaya, demikian dikutip situs yang mengupas soal budaya, Culture.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Asad juga dikenal publik karena buku yang berjudul The Road to Mecca (Jalan Menuju Mekkah). Buku ini bahkan disebut-sebut membantu banyak orang mengenal Islam lebih dekat.
"Itu salah satu cara untuk memahami Asad. Ia tidak muncul dari tatanan politik dan budaya yang berpuas diri. Dia muncul dari tatanan, yang baru saja dihabisi dengan keruntuhan total," imbuhnya.
Tak fokus dengan pendidikan, Asad lalu mengejar karier sebagai penulis. Namun, sang ayah menentang keputusan itu.
Asad lalu melakukan perjalanan ke Berlin dan mencoba-coba dunia seni dengan menulis naskah film.
Namun, ia tak lama tinggal di Berlin. Asad lalu melakukan perjalanan ke Palestina usai diundang pamannya, Dorian, pada 1922.
Di tahun itu, Palestina tengah bergejolak. Ribuan Yahudi dari Rusia dan wilayah lain bermigrasi ke negara ini.
Namun, Asad memiliki pandangan tersendiri soal Yahudi. Ia menilai Suku Badui Arab mirip dengan karakter yang ia pelajari di Perjanjian Lama ketimbang Yahudi Eropa.
Menurut dia, Badui Arab penuh dengan kejujuran dan kesederhanaan.
Muhammad Asad pembela Arab Palestina, baca di halaman berikutnya...
Pembela Arab Palestina
Di beberapa kasus, Asad sempat menentang eks Presiden Israel Chaim Weizmann. Ia meminta Weizmann menjelaskan mengapa Yahudi bisa mengklaim lebih banyak hak-hak daripada Arab Palestina yang lebih lama hidup di kawasan itu, demikian dikutip TRT World.
Ia kemudian singgah di Saudi dan menikah dengan Elsa. Mereka lalu melakukan perjalanan ke Mekkah bersama.
Setelahnya, Elsa terkena beberapa penyakit tropis dan meninggal sembilan hari setelah ziarah.
Cerita dan artikel Assad tertuang dalam buku pertama dia "The Unromantic Orient" yang dirilis Frankfurter Zeitur.
Beberapa tahun kemudian, Assad ingin menerjemahkan Al Quran dalam bahasa Inggris. Ia juga merilis buku lain berjudul Islam at the Crossroad pada 1934.
Jakarta, CNN Indonesia --
Muhammad Asad atau yang memiliki nama lahir Leopold Weiss dikenal dalam dunia Islam sebagai cendekiawan Muslim berdarah Yahudi.
Ia lahir pada 1900 di Lviv, sekarang jadi salah satu kota di Ukraina, dan berasal dari keluarga Yahudi.
Ayah dia, Akiva, merupakan pengacara dan anak seorang Rabbi. Sementara itu, ibu Asad, Malka anak dari bankir kaya, demikian dikutip situs yang mengupas soal budaya, Culture.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Asad juga dikenal publik karena buku yang berjudul The Road to Mecca (Jalan Menuju Mekkah). Buku ini bahkan disebut-sebut membantu banyak orang mengenal Islam lebih dekat.
"Itu salah satu cara untuk memahami Asad. Ia tidak muncul dari tatanan politik dan budaya yang berpuas diri. Dia muncul dari tatanan, yang baru saja dihabisi dengan keruntuhan total," imbuhnya.
Tak fokus dengan pendidikan, Asad lalu mengejar karier sebagai penulis. Namun, sang ayah menentang keputusan itu.
Asad lalu melakukan perjalanan ke Berlin dan mencoba-coba dunia seni dengan menulis naskah film.
Namun, ia tak lama tinggal di Berlin. Asad lalu melakukan perjalanan ke Palestina usai diundang pamannya, Dorian, pada 1922.
Di tahun itu, Palestina tengah bergejolak. Ribuan Yahudi dari Rusia dan wilayah lain bermigrasi ke negara ini.
Namun, Asad memiliki pandangan tersendiri soal Yahudi. Ia menilai Suku Badui Arab mirip dengan karakter yang ia pelajari di Perjanjian Lama ketimbang Yahudi Eropa.
Menurut dia, Badui Arab penuh dengan kejujuran dan kesederhanaan.
Muhammad Asad pembela Arab Palestina, baca di halaman berikutnya...
Pembela Arab Palestina
Foto: Fajrian/CNNIndonesia diolah dari IMDB
Pembela Arab Palestina
Di beberapa kasus, Asad sempat menentang eks Presiden Israel Chaim Weizmann. Ia meminta Weizmann menjelaskan mengapa Yahudi bisa mengklaim lebih banyak hak-hak daripada Arab Palestina yang lebih lama hidup di kawasan itu, demikian dikutip TRT World.