Jakarta, CNN Indonesia -- Pengunjung Yahudi disebut diizinkan masuk ke kompleks Al Aqsa atau Temple Mount pada Selasa (11/4) pagi waktu setempat.
Namun, mereka kemungkinan akan dilarang masuk ke situs tersebut selama 10 hari sebelum Ramadan berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut media Israel, Walla, pengunjung Yahudi akan bisa mengunjungi situs tersebut antara pukul 07.00 dan 11.30 waktu setempat.
Di hari itu, banyak warga Yahudi Israel bersiap menandai malam ketujuh perayaan Passover, malam sebelum perayaan ini berakhir, demikian dikutip Times of Israel.
[Gambas:Video CNN]
Passover atau Paskah Yahudi digelar untuk memperingati eksodus bangsa Israel yang dipimpin Nabi Musa dari cengkeraman Raja Firaun di tanah Mesir.
Pengunjung Yahudi juga kemungkinan akan dilarang masuk 10 hari hingga 20 April, saat Ramadan berakhir.
Pada 10 hari terakhir Ramadan banyak umat Islam berbondong-bondong ke kompleks Al Aqsa untuk melakukan Itikaf di Masjid Al Aqsa sejak sore hingga subuh.
Komisioner Polisi Israel Kobi Shabtai mendukung penghentian kunjungan semacam itu untuk mengurangi ketegangan. Namun, kepala keamanan lain cenderung mengizinkannya.
Salah satu sumber mengatakan, keputusan itu mungkin akan mengurangi ketegangan dan meredakan konfrontasi di wilayah tersebut.
Sejak akhir pekan lalu, laporan beredar bahwa Israel kemungkinan melarang orang Yahudi mengunjungi Temple Mount selama 10 hari terakhir di bulan Ramadan.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Kenapa Warga Yahudi Dilarang ke Al Aqsa pada 10 Hari Terakhir Ramadan?
Masjid Al Qibli atau Masjid Al Aqsa (iStockphoto/sangaku)
Pada Minggu (9/4) pagi, umat Yahudi diizinkan mengunjungi situs Temple Mount, beberapa jam usai warga Palestina membarikade diri di dalam masjid.
Menurut kelompok aktivis Temple Mount, total 842 pengunjung Yahudi di hari itu. Sementara itu, selama liburan Paskah tercatat 1.041 pengunjung datang ke situs tersebut.
Saat kunjungan berlangsung, beberapa jemaah Muslim dilaporkan meneriaki para pengunjung Yahudi, tetapi sejauh ini tak ada laporan kekerasan.
Kemudian pada Senin pagi, Kementerian Wakaf Islam di Yerusalem melaporkan 1.532 warga Israel menyebut kompleks Masjid Al Aqsa. Mereka terdiri dari 21 kelompok dan dikawal pasukan keamanan.
Para saksi mata mengatakan pasukan dikerahkan di halaman Al Aqsa. Kelompok-kelompok itu kemudian menyerbu situs suci melalui Gerbang Mughrabi di dinding barat masjid.
Sejumlah jemaah pun disingkirkan dari halaman masjid selama serbuan itu berlangsung, demikian dikutip Anadolu Agency.
Kompleks Al Aqsa atau Temple Mount kerap menjadi titik nyala perselisihan Palestina dan Israel. Tempat ini merupakan situs suci bagi tiga agama yakni Islam, Yahudi, dan Kristen.
Kompleks itu menjadi sorotan usai pasukan Israel menyerang Masjid Al Aqsa pada pekan lalu. Mereka juga menangkap setidaknya 350 orang.