Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal selam dari perusahaan perjalanan OceanGate, Titan, menjadi sorotan usai hilang kontak saat akan membawa lima turis menjelajahi bangkai Titanic pada Minggu akhir pekan lalu.
Lima turis yang ada di kapal selam itu termasuk dua miliarder dan CEO OceanGate sendiri, Stockton Rush. Kapal selam ini memulai perjalanan dari lepas pantai St John Newfoundland, Kanada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menyelam selama satu jam 45 menit Titan hilang kontak. Kapal tersebut hanya punya jumlah oksigen untuk 3-4 hari.
Selama masa pencarian penumpang, kapal selam ini terus menjadi pembicaraan. Beberapa pihak menduga ada pelanggaran yang dilakukan OceanGate terkait faktor keamanan kapal selam dan ekspedisi bawah laut tersebut.
Berikut daftar dugaan pelanggaran yang dilakukan OceanGate yang dirangkum CNNIndonesia.com:
1. Kapal selam tak punya sertifikasi keamanan
Pemimpin industri Marine Technology Society, Will Kohnen, mengatakan ekspedisi OceanGate tak mematuhi norma industri dan menolak tinjauan keselamatan Titan.
Kohnen juga merupakan presiden komite kapal selam grup tersebut.
"[Jika OceanGate berusaha mengejar tinjauan sertifikasi] beberapa dari insiden ini mungkin telah dihindari," kata Kohnen pada Rabu (21/6), seperti dikutip CNN.
Kohnen juga membeberkan komunikasi dia dengan Rush pada 2018 silam. Ia menulis surat ke Rush untuk menyampaikan kekhawatiran kelompoknya.
[Gambas:Video CNN]
"Kami sepakat untuk tak setuju. Anda mengambil banyak risiko. Dan risiko yang Anda ambil mungkin memengaruhi seluruh industri," kata Kohnen.
Ia kemudian berujar, "Kami punya rekam jejak keselamatan yang sangat baik dan jika sesuatu terjadi, itu akan berdampak besar pada catatan keselamatan kami. Semua orang mengkhawatirkan itu."
Kohnen mendesak OceanGate harus mempertimbangkan untuk mensertifikasi kapal selam demi keselamatan banyak pihak.
Lebih lanjut, ia mengatakan terdapat 10 kapal selam di dunia yang bisa mencapai kedalaman 12.000 kaki atau lebih.
"Semuanya bersertifikat kecuali kapal selam OceanGate," ujar Kohnen.
2. Sistem keamanan kapal selam dinilai tak masuk standar
Berdasarkan laporan di pengadilan, OceanGate bertahun-tahun lalu dihadapkan dengan masalah keamanan tentang kapal selam.
Dua mantan pekerjanya, secara terpisah, mengemukakan masalah keamanan terkait ketebalan lambung kapal selam saat mereka bekerja di OceanGate, demikian dikutip CNN.
OceanGate sempat harus menunda melakukan perjalanan untuk membangun kembali Titan.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Kapal Selam OceanGate Tak Punya GPS
Pencarian Kapal Selam Wisata Bangkai Titanic OceanGate. (REUTERS/David Hiscock)
3. Masalah mekanis dan penundaan perjalanan
Berdasarkan catatan pengadilan, OceanGate Expeditions menghadapi serangkaian masalah mekanis dan penundaan atau pembatalan perjalanan ke bangkai kapal Titanic dalam beberapa tahun terakhir.
Terkait pembatalan perjalanan, beberapa pelanggan meminta biaya mereka dikembalikan. Sejumlah pihak juga menuding perusahaan melebih-lebihkan kemampuan kapal mencapai reruntuhan Titanic.
4. Dituding sempat tak punya kapal
Perusahaan perjalanan lain di London, Henry Cookson Adventures Ltd, menuduh OceanGate tak punya kapal yang berlayar.
Saat itu, OceanGate menandatangani perjanjian untuk membawa hingga sembilan penumpang ke bangkai Titanic pada 2016. Perjalanan baru akan dilakukan dua tahun setelah OceanGate teken perjanjian.
Namun, perjalanan itu tak kunjung dilakukan. Perusahaan beralasan faktor cuaca menjadi kendala.
Cookson lalu mengatakan mungkin saat itu mereka tak punya kapal selam yang bisa disertifikasi untuk operasi yang aman, seperti dikutip CNN.
5. Tak Ada GPS
Kapal selam Titan juga disebut tak dibekali dengan global positioning system (GPS) di bawah air. Alhasil, kapal itu hanya dipandu pesan teks dari kapal permukaan.
[Gambas:Video CNN]