Kartel narkoba disebut-sebut terkait dengan pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio yang ditembak mati seusai berkampanye di Quito pada Rabu (9/8). (AP/Juan Diego Montenegro)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ekuador menjadi sorotan global usai pembunuhan calon presidenFernando Villavicencioyang ditembak mati seusai berkampanye di Quito pada Rabu (9/8). Pembunuhan politikus 59 tahun itu berlangsung 11 hari menjelang pemilu.
Sebelum insiden tersebut, Villavicencio sempat mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari gembong narkoba. Sejumlah pihak lalu menduga pelaku berasal dari geng kartel yang beroperasi di negara itu.
Namun, kepolisian Ekuador mengonfirmasi pelaku yang tewas dan enam orang yang berhasil dibekuk merupakan warga Kolombia.
Belakangan ini, tingkat pembunuhan di Ekuador meningkat drastis menjadi 245 persen dari 2020 hingga 2022. Pengamat menilai salah satu penyebabnya karena muncul gembong narkoba.
Berikut daftar gembong narkoba yang beroperasi di Ekuador:
Choneros merupakan gembong narkoba paling brutal di Ekuador. Kelompok ini muncul pada 1990-an sebagai organisasi perdagangan narkoba yang berbasis di Chone, Provinsi Manabi.
Pihak berwenang Ekuador mengidentifikasi mereka sebagai cabang dari kartel narkoba Kolombia. Choneros menjadi geng paling ganas di negara tersebut.
Mereka beroperasi di seluruh penjara Ekuador, dan sejumlah kota. Choneros juga terlibat dalam perdagangan mikro, pemerasan, penyelundupan hingga menjadi pembunuh bayaran.
Untuk menekan kekerasan geng di penjara, pemerintah Ekuador melakukan berbagai cara. Choneros lalu membentuk geng-geng kecil dan kian meningkatkan pengaruh mereka.
Pada 2020, Jorge Luis Zambrano alias Rasquina vakum dari kursi pimpinan Choneros.
Kondisi itu lalu memicu pertikaian antara kelompok dan geng turunannya. Mereka mengancam agar warisan kekuasaan mereka terungkap.
Pada 2021, Choneros menjadi sasaran koalisi geng yang lebih kecil, termasuk Tiguerones dan Chone Killers. Dikutip Insight Crime, selama dua tahun berikutnya, Choneros kehilangan kekuatan karena aliansi yang dipimpin Lobos berhasil menyatukan sebagian besar musuh Choneros.
Los Lobos merupakan gembong terbesar kedua di Ekuador. Kelompok ini memiliki 8.000 anggota di seluruh penjara Ekuador, demikian dikutip Insight Crime.
Lobos merupakan pecahan dari geng Choneros. Kartel narkoba Choneros mulai gonjang-ganjing usai bos kelompok ini, Jorge Luis Zambrano alias Rasquina tewas pada 2020.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
3. New Generation
Menyadari posisi Choneros yang semakin lemah, beberapa geng yang sebelumnya bersekutu dengan kelompok besar memecah barisan dan membentuk aliansi baru.
Kelompok-kelompok kecil itu di antaranya Lobos, Chone Killer, dan Tiguerones. Mereka menyebut diri New Generation.
Sebutan New Generation mencuat karena mereka diduga memiliki hubungan dengan Generasi Baru Kartel Jalisco (CJNG) Meksiko. CNJG muncul usai mantan capo Kartel Sinaloa, Ignacio Coronel tewas oleh pasukan keamanan Meksiko pada 2010.
Berdasarkan laporan, Lobos dan aliansinya menyediakan keamanan dan senjata ke Jalisco, sementara Choneros melakukan aksi serupa ke kartel Meksiko lain, Sinaloa.
Menurut media Ekuador, pemimpin Lobo adalah Wilmer Chavarria alias Pipo. Dia mengoperasikan organisasi dari penjara Turi, Cuenca. Namun, pada 2021, ia diduga tewas dalam kerusuhan di penjara.
Estafet kepemimpinan lalu beralih ke Kalender Quesada alias Ariel.
Lobos beroperasi di Latacunga dan Cuenca, Provinsi Pastaza.
4. Chone Killers
Chone Killers merupakan kelompok kriminal yang memasok senjata ke Choneros.
Menurut laporan GK, selama bertahun-tahun Chone Killers bersama dengan Lobos dan Tiguerones bekerja di bawah Choneros.
Chone Killers terlibat dalam perdagangan narkoba. Namun, mereka juga dikenal melakukan kejahatan lain seperti pembunuh bayaran, perampokan dan penyerangan.
Operasi kelompok ini berlangsung di Provinsi Guaya. Sejumlah kota yang mereka kuasai yakni Guayaquil, Daule, dan Duran.
Tiguerones juga merupakan geng kecil yang mulanya menginduk ke Los Choneros. Kini, kelompok ini bergabung dengan CJNG.
Bos gembong Tiguerones yakni William Jofre Alcivar Bautista atias Negro WIlli. Dia merupakan eks penjaga penjara, demikian dikutip GK.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ekuador menjadi sorotan global usai pembunuhan calon presidenFernando Villavicencioyang ditembak mati seusai berkampanye di Quito pada Rabu (9/8). Pembunuhan politikus 59 tahun itu berlangsung 11 hari menjelang pemilu.
Sebelum insiden tersebut, Villavicencio sempat mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari gembong narkoba. Sejumlah pihak lalu menduga pelaku berasal dari geng kartel yang beroperasi di negara itu.
Namun, kepolisian Ekuador mengonfirmasi pelaku yang tewas dan enam orang yang berhasil dibekuk merupakan warga Kolombia.
Belakangan ini, tingkat pembunuhan di Ekuador meningkat drastis menjadi 245 persen dari 2020 hingga 2022. Pengamat menilai salah satu penyebabnya karena muncul gembong narkoba.
Berikut daftar gembong narkoba yang beroperasi di Ekuador:
Choneros merupakan gembong narkoba paling brutal di Ekuador. Kelompok ini muncul pada 1990-an sebagai organisasi perdagangan narkoba yang berbasis di Chone, Provinsi Manabi.
Pihak berwenang Ekuador mengidentifikasi mereka sebagai cabang dari kartel narkoba Kolombia. Choneros menjadi geng paling ganas di negara tersebut.
Mereka beroperasi di seluruh penjara Ekuador, dan sejumlah kota. Choneros juga terlibat dalam perdagangan mikro, pemerasan, penyelundupan hingga menjadi pembunuh bayaran.
Untuk menekan kekerasan geng di penjara, pemerintah Ekuador melakukan berbagai cara. Choneros lalu membentuk geng-geng kecil dan kian meningkatkan pengaruh mereka.
Pada 2020, Jorge Luis Zambrano alias Rasquina vakum dari kursi pimpinan Choneros.
Kondisi itu lalu memicu pertikaian antara kelompok dan geng turunannya. Mereka mengancam agar warisan kekuasaan mereka terungkap.
Pada 2021, Choneros menjadi sasaran koalisi geng yang lebih kecil, termasuk Tiguerones dan Chone Killers. Dikutip Insight Crime, selama dua tahun berikutnya, Choneros kehilangan kekuatan karena aliansi yang dipimpin Lobos berhasil menyatukan sebagian besar musuh Choneros.
Los Lobos merupakan gembong terbesar kedua di Ekuador. Kelompok ini memiliki 8.000 anggota di seluruh penjara Ekuador, demikian dikutip Insight Crime.
Lobos merupakan pecahan dari geng Choneros. Kartel narkoba Choneros mulai gonjang-ganjing usai bos kelompok ini, Jorge Luis Zambrano alias Rasquina tewas pada 2020.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
5 Gembong Narkoba Bersarang di Ekuador
Detik-detik penembakan dan ancaman bom capres Ekuador, Fernando Villavicencio. (AFP/STR)
3. New Generation
Menyadari posisi Choneros yang semakin lemah, beberapa geng yang sebelumnya bersekutu dengan kelompok besar memecah barisan dan membentuk aliansi baru.
Kelompok-kelompok kecil itu di antaranya Lobos, Chone Killer, dan Tiguerones. Mereka menyebut diri New Generation.
Sebutan New Generation mencuat karena mereka diduga memiliki hubungan dengan Generasi Baru Kartel Jalisco (CJNG) Meksiko. CNJG muncul usai mantan capo Kartel Sinaloa, Ignacio Coronel tewas oleh pasukan keamanan Meksiko pada 2010.
Berdasarkan laporan, Lobos dan aliansinya menyediakan keamanan dan senjata ke Jalisco, sementara Choneros melakukan aksi serupa ke kartel Meksiko lain, Sinaloa.
Menurut media Ekuador, pemimpin Lobo adalah Wilmer Chavarria alias Pipo. Dia mengoperasikan organisasi dari penjara Turi, Cuenca. Namun, pada 2021, ia diduga tewas dalam kerusuhan di penjara.
Estafet kepemimpinan lalu beralih ke Kalender Quesada alias Ariel.
Lobos beroperasi di Latacunga dan Cuenca, Provinsi Pastaza.
4. Chone Killers
Chone Killers merupakan kelompok kriminal yang memasok senjata ke Choneros.
Menurut laporan GK, selama bertahun-tahun Chone Killers bersama dengan Lobos dan Tiguerones bekerja di bawah Choneros.
Chone Killers terlibat dalam perdagangan narkoba. Namun, mereka juga dikenal melakukan kejahatan lain seperti pembunuh bayaran, perampokan dan penyerangan.
Operasi kelompok ini berlangsung di Provinsi Guaya. Sejumlah kota yang mereka kuasai yakni Guayaquil, Daule, dan Duran.